Polisi menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri setelah mendalami aktivitas terakhir korban dan sejumlah temuan di lokasi kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, mengatakan dugaan tersebut menguat setelah penyidik memeriksa rekaman CCTV yang merekam aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) malam.
“Dari hasil penyelidikan kami, dugaan bunuh diri menguat. Rekaman CCTV juga menjadi salah satu petunjuk, termasuk aktivitas korban saat menyiapkan alat-alatnya,” ujar Dedi, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan rekaman, korban terlihat kembali ke rukonya pada Kamis (8/10/2026) sambil membawa kotak berisi perlengkapan gergaji mesin atau chainsaw. Sebelum masuk, korban tampak berdiri cukup lama di depan pagar. Setelah itu, korban masuk, menutup pagar, lalu terlihat kembali berdiri menghadap pintu.
Namun, CCTV hanya merekam aktivitas di lantai satu. Sementara kamar lantai dua, tempat korban ditemukan, tidak terjangkau kamera pengawas. Polisi juga menyebut pakaian korban dalam rekaman sama dengan yang dikenakan saat jasadnya ditemukan.
Penyidik turut menemukan bekas darah di sekitar kursi lantai dua. Di dekat tubuh korban, terdapat gergaji mesin elektrik berwarna hijau dengan bercak darah pada bagian mata gergaji. Meski demikian, polisi belum memastikan secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka.
Dedi mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mendatangi rumah ibunya pada Kamis siang. Saat itu, korban mengaku sedang sakit dan disarankan berobat sebelum kembali ke ruko.
Keluarga kemudian kehilangan kontak hingga akhirnya mendatangi ruko setelah mencium bau menyengat. Petugas kepolisian harus memanjat dan membuka paksa jendela lantai dua untuk masuk. Korban ditemukan dengan luka robek di leher dan pergelangan tangan kiri nyaris putus.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan awal. Menurut Dedi, keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga jenazah dibawa ke yayasan pemulasaraan jenazah di belakang Polsek Sungai Pinang.
“Setelah pemeriksaan di rumah sakit, jenazah kemudian dibawa ke yayasan pemulasaraan jenazah di sekitar belakang Polsek Sungai Pinang,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Polisi menduga korban meninggal dunia akibat bunuh diri setelah mendalami aktivitas terakhir korban dan sejumlah temuan di lokasi kejadian.
Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Iptu Dedi Lantang, mengatakan dugaan tersebut menguat setelah penyidik memeriksa rekaman CCTV yang merekam aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026) malam.
“Dari hasil penyelidikan kami, dugaan bunuh diri menguat. Rekaman CCTV juga menjadi salah satu petunjuk, termasuk aktivitas korban saat menyiapkan alat-alatnya,” ujar Dedi, Selasa (13/10/2026).
Berdasarkan rekaman, korban terlihat kembali ke rukonya pada Kamis (8/10/2026) sambil membawa kotak berisi perlengkapan gergaji mesin atau chainsaw. Sebelum masuk, korban tampak berdiri cukup lama di depan pagar. Setelah itu, korban masuk, menutup pagar, lalu terlihat kembali berdiri menghadap pintu.
Namun, CCTV hanya merekam aktivitas di lantai satu. Sementara kamar lantai dua, tempat korban ditemukan, tidak terjangkau kamera pengawas. Polisi juga menyebut pakaian korban dalam rekaman sama dengan yang dikenakan saat jasadnya ditemukan.
Penyidik turut menemukan bekas darah di sekitar kursi lantai dua. Di dekat tubuh korban, terdapat gergaji mesin elektrik berwarna hijau dengan bercak darah pada bagian mata gergaji. Meski demikian, polisi belum memastikan secara pasti rangkaian kejadian yang menyebabkan korban mengalami luka.
Dedi mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga, korban sempat mendatangi rumah ibunya pada Kamis siang. Saat itu, korban mengaku sedang sakit dan disarankan berobat sebelum kembali ke ruko.
Keluarga kemudian kehilangan kontak hingga akhirnya mendatangi ruko setelah mencium bau menyengat. Petugas kepolisian harus memanjat dan membuka paksa jendela lantai dua untuk masuk. Korban ditemukan dengan luka robek di leher dan pergelangan tangan kiri nyaris putus.
Jenazah selanjutnya dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda untuk pemeriksaan awal. Menurut Dedi, keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga jenazah dibawa ke yayasan pemulasaraan jenazah di belakang Polsek Sungai Pinang.
“Setelah pemeriksaan di rumah sakit, jenazah kemudian dibawa ke yayasan pemulasaraan jenazah di sekitar belakang Polsek Sungai Pinang,” pungkasnya.
Editor: Erwin