Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Polsek Muara Jawa memastikan belum menerima laporan dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di wilayah hukumnya.
1 menit baca6 kali dibaca

Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Polsek Muara Jawa memastikan belum menerima laporan dugaan kasus pelecehan seksual yang terjadi di wilayah hukumnya.
Kasus tersebut dikabarkan telah terjadi sejak 2025 lalu dan baru mencuat setelah belasan orang tua murid menuntuk menyampaikan aduan.
Kapolsek Muara Jawa, IPTU Yoga Fattur Rahman, menegaskan, hingga kini belum menerima laporan resmi dari keluarga terduga korban maupun pihak-pihak yang merasa dirugikan.
“Sampai sekarang belum ada laporan ke Kami Polsek Muara Jawa dari pihak keluarga. Kejadiannya sudah lama terjadi dan kami masih melakukan penelusuran,” kata Iptu Yoga, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, meski belum menerima laporan pihaknya tidak tinggal diam dan tetap bergerak mengumpulkan informasi lapangan untuk memastikan kebenaran isu yang beredar.
“Penelusuran kami masih berjalan dan akan tetap mencari infonya agar jelas dan memastikan seperti apa kejadiannya. Informasi ini kan sifatnya masih ambigu karena belum mendapat data yang valid,” terangnya.
Berdasarkan informasi sementara, ada sekitar 10 orang lebih wali murid yang mendatangi Disdikpora Kuka untuk menyampaikan keluhan dan aduan terkait dugaan kasus ini.
Guna mencegah berkembangnya spekulasi dan informasi liar di tengah masyarakat, kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Imbauan kami kepada masyarakat, agar tetap memantau dan mengawasi anak-anaknya masing-masing agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Kami harap masyarakat tetap tenang sementara kami menyelaraskan informasi yang ada,” tutupnya.
Editor: Erwin
Kasus tersebut dikabarkan telah terjadi sejak 2025 lalu dan baru mencuat setelah belasan orang tua murid menuntuk menyampaikan aduan.
Kapolsek Muara Jawa, IPTU Yoga Fattur Rahman, menegaskan, hingga kini belum menerima laporan resmi dari keluarga terduga korban maupun pihak-pihak yang merasa dirugikan.
“Sampai sekarang belum ada laporan ke Kami Polsek Muara Jawa dari pihak keluarga. Kejadiannya sudah lama terjadi dan kami masih melakukan penelusuran,” kata Iptu Yoga, Jumat (16/10/2026).
Ia menjelaskan, meski belum menerima laporan pihaknya tidak tinggal diam dan tetap bergerak mengumpulkan informasi lapangan untuk memastikan kebenaran isu yang beredar.

“Penelusuran kami masih berjalan dan akan tetap mencari infonya agar jelas dan memastikan seperti apa kejadiannya. Informasi ini kan sifatnya masih ambigu karena belum mendapat data yang valid,” terangnya.
Berdasarkan informasi sementara, ada sekitar 10 orang lebih wali murid yang mendatangi Disdikpora Kuka untuk menyampaikan keluhan dan aduan terkait dugaan kasus ini.
Guna mencegah berkembangnya spekulasi dan informasi liar di tengah masyarakat, kepolisian mengimbau para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Imbauan kami kepada masyarakat, agar tetap memantau dan mengawasi anak-anaknya masing-masing agar hal-hal yang tidak diinginkan dapat dihindari. Kami harap masyarakat tetap tenang sementara kami menyelaraskan informasi yang ada,” tutupnya.

Editor: Erwin









Pusat gempa berada di darat 21 km Barat Daya Kota Bogor
16 Okt 2026, 10:21:55 WIB • Kedalaman 9 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG