Jumat, 14/08/2026
Jumat, 14/08/2026
petugas kepolisian saat melakukan olah tkp awal di lokasi kejadian (dok Satlantas Polresta Samarinda)
Jumat, 14/08/2026

petugas kepolisian saat melakukan olah tkp awal di lokasi kejadian (dok Satlantas Polresta Samarinda)
Penulis: Adnan Abdul
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Seorang pengendara sepeda motor Vespa Matic KT 6151 II bernama M Natsir, meregang nyawa di Jalan Rapak Indah, tepatnya kawasan turunan Gunung BNN Provinsi Samarinda Kamis (13/8/2026) pagi kemarin.
Pria berusia 41 tahun itu meninggal dunia setelah motor yang dikendarainya oleng dan terjatuh sekitar pukul 09.50 WITA saat dirinya melaju dari arah Jalan Jakarta menuju Jalan Rapak Indah. Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo menjelaskan hal itu saat dikonfirmasi Korankaltim.com Jumat (14/8/2026) hari ini. "Pengendara motor awalnya melaju dari arah Jalan Jakarta menuju Jalan Rapak Indah. Saat berada di turunan Gunung BNN Provinsi, motornya oleng membuat pengendara terjatuh ke kanan hingga membentur kendaraan yang belum diketahui identitasnya," ujar La Ode.
Akibat benturan tersebut Nasir mengalami luka dibagian kepala dan sempat dalam kondisi tidak sadar. Petugas kemudian memberikan penanganan namun akhirnya meninggal dunia. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan serta mengidentifikasi kendaraan lain yang diduga terlibat. "Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan ini, termasuk kendaraan yang diduga terlibat. Identitas kendaraan tersebut masih dalam proses pendalaman," sebutnya. Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi jalan di lokasi merupakan jalan menurun dengan permukaan semenisasi. Arus lalu lintas saat kejadian terpantau sedang. “Cuaca saat kejadian dalam kondisi cerah. Dari pemeriksaan awal, sepeda motor almarhum juga dalam kondisi standar, termasuk kondisi ban dan indikator rem yang masih normal,” tambah La Ode.
Namun polisi menemukan data kalau Nasir tidak memiliki SIM C namun kendaraan yang digunakan dilengkapi STNKB. "Kami masih mendalami kronologi lengkap kecelakaan ini, termasuk mengumpulkan informasi untuk memastikan faktor penyebab serta mencari keberadaan kendaraan lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut,” tutup La Ode.
Editor: Aspian Nur
Jumat, 14/08/2026
petugas kepolisian saat melakukan olah tkp awal di lokasi kejadian (dok Satlantas Polresta Samarinda)
TERPOPULER