Pria berinisial MK (55), warga Jalan Otto Iskandar Dinata, Samarinda yang telah bekerja selama hampir 11 tahun di perusahaan tersebut ditemukan tak bernyawa di dalam crane yang sebelumnya dioperasikannya.
Manager Operasional PT Surya Nusa Permata Bahari Dobby mengatakan, korban terakhir kali terlihat sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, MK masih berada di dalam crane dan terlihat sedang menghidupkan mesin alat tersebut.
“Sekitar jam dua, saya lihat beliau memang sedang menghidupkan crane. Setelah saya selesai menemani sales pulang, saya perhatikan crane masih hidup tetapi tidak ada pergerakan. Itu mulai membuat saya curiga,” ujarnya.
Dobby kemudian mendatangi crane tersebut dan mencoba memeriksa kondisi korban. Saat kakinya digerakkan, korban tidak memberikan respons. Ia kemudian meminta sejumlah pekerja lain untuk melakukan pengecekan.
“Saya pegang kakinya dan saya gerak-gerakkan. Posisi beliau seperti yang kita lihat tadi. Saya langsung panik dan memanggil teman-teman. Setelah dicek nadinya, teman-teman bilang sepertinya sudah tidak ada,” tambahnya.
Setelah itu, pihak perusahaan menghubungi Ketua RT setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada kepolisian untuk dilakukan pemeriksaan dan evakuasi.
Dobby menyebut, selama berinteraksi dengan korban, tidak pernah mendengar keluhan sakit dari MK. Namun, berdasarkan informasi dari keluarga, korban sempat berkomunikasi dengan istrinya pada pagi hari sebelum ditemukan meninggal.
“Kalau sama saya tidak ada keluhan sakit, biasa-biasa saja. Informasi dari teman-teman kantor, istrinya sempat bilang pagi tadi beliau sudah pamit. Anak korban yang mendapat kabar justru cukup syok,” jelasnya.
Sementara itu, Pamapta II Polresta Samarinda Ipda Fardan Wijaya mengatakan, polisi menerima informasi dari warga terkait adanya penemuan mayat di lokasi tersebut.
“Berdasarkan informasi dari warga, kita bersama-sama melakukan pengecekan terhadap adanya temuan mayat. Dari pemeriksaan Inafis, sementara tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Fardan.
Menurutnya, informasi awal korban diduga mengalami kelelahan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia. Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kematian.
“Korban sudah kami evakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie untuk dilakukan visum. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah akan diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.
Editor: Erwin