Sebelum tenggelam, kapal tersebut sudah berisi semen yang akan diangkut. Namun, saat masih berada di dermaga, kapal tiba-tiba karam. Kapolsek Loa Janan, AKP Andika Dharma Sena mengatakan, dari keterangan saksi, awalnya mesin penyedot air atau alkon di kapal tersebut mati, sehingga air masuk ke dalam lambung kapal. “Dari keterangan saksi, karena alkon penyedot air rusak, nah saat penjaga bangun, kapal sudah miring, tetapi 500 sak semen berhasil diselamatkan,” kata Andika.
Pihaknya belum mengetahui pasti jumlah semen yang dimuat kapal tersebut. “Kami belum mengetahui pasti total jumlah sak semen yang dimuat tersebut,”tuturnya. Ditanya mengenai perizinan dermaga dan kapal pengangkut semen tersebut, dia menyebut saat ini jajarannya masih melakukan penyelidikan. “Semua masih kami periksa terkait izin, baik dermaga maupun izin kapal dalam tahap penyelidikan,”ujarnya. Perwira polisi berpangakt balok tiga itu menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda terkait kejadian tersebut.
“Kami akan koordinasi dengan KSOP, karena kalau dilihat dari tenggelamnya ini ful, tetapi nantinya akan diangkat. Nah, tipenya long boat kecil dengan muatan maksimal 75 ton,” paparnya. Dia menyebut, belum diketahui apakah ada barang lain selain semen yang dimuat kapal tersebut. “Kami juga belum bisa memastikan apakah ada barang lain selain semen, semua masih kami selidiki,” sebut Andika. (*)
Penulis: */Nancy
Editor: Aspian Nur