Sajam tersebut digunakan menikam korban hingga korban mengalami luka di bagian perut dan saat ini dirawat di RS Yabis. “Pelaku kami amankan setelah adik korban melapor ke Polres Bontang,” kata Ferry, Rabu (17/10).
Adapun kronologi peristiwa penikaman, diceritakan Ferry, berawal saat korban hendak mengantar anaknya pergi ke sekolah di Jalan Pontianak IV Kelurahan Gunung Telihan.
Saat itu, sekira pukul 06.40 Wita pelaku hendak memberikan makanan babi dan tak sengaja bertemu dengan korban. Pelaku lantas mengucapkan “Eeee selingkuhannya Thomas,” kepada korban.
Merasa tak suka diejek seperti itu, korban lantas berhenti dan menghampiri pelaku. Keduanya langsung terlibat adu mulut. “Jadi korban tidak terima diejek seperti itu oleh pelaku, dan korbanpun langsung menghampiri pelaku, dan mereka adu mulut. Kemudian, korban mengambil kunci motor untuk menyerang pelaku. Namun ternyata, pelaku sudah memegang pisau dapur yang hendak digunakan untuk mengambil makanan babi,” kata Ferry.
Setelah adu mulut, lanjut Ferry, pelaku yang sedari awal sedang membawa pisau dapur untuk memberi makan Babi, sambil marah ia mengayun-ayunkan pisau tersebut, dan saat itu pula pelaku menikamkan pisaunya ke arah korban dan mengenai perut korban.
Begitu ditikam, kata Ferry, korban langsung pulang ke rumah dan membangunkan adik korban. “Melihat kakaknya penuh dengan darah, pelapor langsung membawanya ke RS Yabis dan melaporkan kejadian penikaman itu ke Polres Bontang. Untuk sementara motif tersangka melakukan penganiayaan diduga karena sering diejek oleh korban dan anak korban,” jelas Ferry.
Terkait ejekan selingkuhan Thomas pun, polisi masih melakukan pengembangan. Sementara itu, barang bukti berupa sebilah pisau dapur sudah diamankan di Polres Bontang, termasuk RS (pelaku). (cil)