Usai salat Dzuhur, salah satu warga pun mendatangi rumah Sunaryo untuk memastikan kondisinya. Rupanya, pria yang tinggal seorang diri di kediamannya itu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Tadi ada warga namanya Mbah Yadi yang ngecek keadaan dia (Sunaryo). Dia cuma mengintip di jendela dan mengira mbah Naryo (sapaan Sunaryo) sedang tidur. Setelah itu ada warga lain yang datang lagi ke sana, dan memastikan mbah Naryo meninggal,” kata ketua RT 06, Jumadi (50).
Menurut Jumadi, selama ini, Sunaryo tidak pernah mengeluh sakit. “Dia tidak ada keluarga di lingkungan sini. Kalau ngeluh sakit, tidak pernah,” urai Jumadi.
Salah satu warga bernama Eka (43) yang sempat mengecek rumah korban mengatakan, saat dicek, pintu rumah Sunaryo tidak terkunci. “Aku masuk buka pintu, aku lihat, eh mbah Naryo sudah mati, aku panggil warga lainnya,” kata Eka.
Warga yang mengetahui salah satu warga dikawasan tersebut meninggal dunia pun mendatangi rumah korban. Jenazah Sunaryo yang yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap itu pun dievakuasi ke RSUD AW Syachranie. “Sekitar jam 12.50 saya terima informasi dari ketua RT 06 kalau ada warga yang meninggal dunia. Kalau informasi dari warga, Mbah Naryo ini tidak ada mengeluh sakit,” kata Babinkamtibmas Kelurahan Sidomulyo, Bripka Teguh Setiawan. (dor)