Pendataan ini menjadi langkah awal KONI dalam mengidentifikasi atlet potensial sekaligus mengetahui perkembangan kekuatan setiap cabor. Dengan data yang terkumpul, program pembinaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada persiapan menghadapi kompetisi, tetapi juga mampu menjaga kesinambungan prestasi atlet.
Perwakilan Bidang Binpres KONI Samarinda, Deni Nurwicahyo, mengatakan setiap cabor diminta aktif melaporkan hasil pertandingan dan kejuaraan yang diikuti atletnya. Informasi tersebut akan dihimpun sebagai bahan pemetaan prestasi olahraga di Samarinda.
“Setiap hasil pertandingan dan prestasi atlet akan kami rangkum dan kumpulkan. Nantinya, data tersebut menjadi database KONI sehingga kami bisa mengetahui atlet-atlet berprestasi dari seluruh cabang olahraga,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pendataan tersebut akan membantu KONI menentukan arah pembinaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing cabor. Untuk melengkapi informasi, Binpres juga berencana melakukan kunjungan langsung ke setiap cabang olahraga guna melihat aktivitas latihan, perkembangan atlet, hingga kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
KONI juga mendorong penyelenggaraan kompetisi antarklub maupun kejuaraan lainnya. Selain menjadi ruang mengasah kemampuan, pertandingan dinilai penting untuk menjaring atlet potensial yang dapat dipersiapkan mengikuti kompetisi pada jenjang lebih tinggi.
Salah satu gambaran pembinaan tersebut terlihat pada cabang olahraga pencak silat. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, cabor ini telah menjalani pemusatan latihan mandiri selama hampir tiga bulan.
Program persiapan mencakup peningkatan kondisi fisik, tes kemampuan, hingga simulasi pertandingan bersama sejumlah perguruan. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding.
Terlebih, sebanyak 35 atlet dipersiapkan memperkuat kontingen Samarinda. Mereka merupakan hasil seleksi melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab) yang melibatkan berbagai perguruan pencak silat di Kota Tepian. Kontingen tersebut nantinya diperkuat satu manajer dan tujuh pelatih.
“Kami mengadakan Kejurcab atau seleksi cabang yang diikuti seluruh perguruan. Dari sana, para pemenang kami saring untuk menjadi wakil kontingen pencak silat Kota Samarinda,” kata Deni.
Melalui pendataan prestasi dan pemantauan langsung terhadap cabor, KONI Samarinda berharap pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah. Rekam jejak kompetisi nantinya menjadi salah satu pertimbangan untuk mengukur perkembangan sekaligus menentukan kebutuhan pembinaan masing-masing cabang olahraga.
Editor: Erwin
Pendataan ini menjadi langkah awal KONI dalam mengidentifikasi atlet potensial sekaligus mengetahui perkembangan kekuatan setiap cabor. Dengan data yang terkumpul, program pembinaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada persiapan menghadapi kompetisi, tetapi juga mampu menjaga kesinambungan prestasi atlet.
Perwakilan Bidang Binpres KONI Samarinda, Deni Nurwicahyo, mengatakan setiap cabor diminta aktif melaporkan hasil pertandingan dan kejuaraan yang diikuti atletnya. Informasi tersebut akan dihimpun sebagai bahan pemetaan prestasi olahraga di Samarinda.
“Setiap hasil pertandingan dan prestasi atlet akan kami rangkum dan kumpulkan. Nantinya, data tersebut menjadi database KONI sehingga kami bisa mengetahui atlet-atlet berprestasi dari seluruh cabang olahraga,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pendataan tersebut akan membantu KONI menentukan arah pembinaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing cabor. Untuk melengkapi informasi, Binpres juga berencana melakukan kunjungan langsung ke setiap cabang olahraga guna melihat aktivitas latihan, perkembangan atlet, hingga kebutuhan yang perlu mendapat perhatian.
KONI juga mendorong penyelenggaraan kompetisi antarklub maupun kejuaraan lainnya. Selain menjadi ruang mengasah kemampuan, pertandingan dinilai penting untuk menjaring atlet potensial yang dapat dipersiapkan mengikuti kompetisi pada jenjang lebih tinggi.
Salah satu gambaran pembinaan tersebut terlihat pada cabang olahraga pencak silat. Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim, cabor ini telah menjalani pemusatan latihan mandiri selama hampir tiga bulan.
Program persiapan mencakup peningkatan kondisi fisik, tes kemampuan, hingga simulasi pertandingan bersama sejumlah perguruan. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding.
Terlebih, sebanyak 35 atlet dipersiapkan memperkuat kontingen Samarinda. Mereka merupakan hasil seleksi melalui Kejuaraan Cabang (Kejurcab) yang melibatkan berbagai perguruan pencak silat di Kota Tepian. Kontingen tersebut nantinya diperkuat satu manajer dan tujuh pelatih.
“Kami mengadakan Kejurcab atau seleksi cabang yang diikuti seluruh perguruan. Dari sana, para pemenang kami saring untuk menjadi wakil kontingen pencak silat Kota Samarinda,” kata Deni.
Melalui pendataan prestasi dan pemantauan langsung terhadap cabor, KONI Samarinda berharap pembinaan atlet dapat berjalan lebih terarah. Rekam jejak kompetisi nantinya menjadi salah satu pertimbangan untuk mengukur perkembangan sekaligus menentukan kebutuhan pembinaan masing-masing cabang olahraga.
Editor: Erwin