Didik Effendi merupakan Wakil Bupati yang mendampingi Ismail Thomas selama dua periode kepemimpinannya. Sebelumnya Ismail lebih dahulu menjabat sebagai Wakil Bupati pertama mendampingi Rama Alexander Asia pada 2001-2006.
Keduanya termasuk dalam jajaran anggota DPRD pertama Kubar yang turut berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan pada masa awal terbentuknya kabupaten tersebut.
Thomas mengatakan, perjalanan Kubar hingga memasuki usia ke-27 merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Ia bersyukur masih bisa menyaksikan perkembangan daerah yang turut diperjuangkannya sejak awal. "Kami berdua sama-sama anggota DPRD pertama. Jadi, keterlibatan kami cukup besar dalam membangun kabupaten ini. Saat itu, pemilihan bupati dan wakil bupati masih dilakukan melalui DPRD," ujar Thomas kepada Korankaltim.com.
Ia berharap kepemimpinan yang sekarang dijalankan Bupati Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani dapat melanjutkan pembangunan dengan dukungan seluruh masyarakat.
Menurut Thomas, pembangunan infrastruktur tetap menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses antardaerah dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama melalui pendidikan.
Kubar telah lama mengandalkan sumber daya alam, mulai dari sektor kehutanan hingga pertambangan batu bara. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak terus bergantung pada sektor yang memiliki keterbatasan sumber daya. "Kalau kita tidak meningkatkan sumber daya manusia anak-anak kita di Kubar ini, apa yang diharapkan ketika sumber daya alam habis? Karena itu, pendidikan harus betul-betul diperhatikan," ucap Thomas.
Thomas menilai pendidikan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan. Sebab, kekayaan alam tidak akan selamanya menjadi penopang perekonomian daerah. Selain menyampaikan pesan mengenai pendidikan, ia juga menyoroti pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah yang mulai dilaksanakan. Menurutnya, perhatian terhadap sarana pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM di Kubar.
Sementara itu, Didik Effendi mengenang sejumlah gagasan pembangunan yang mulai diwujudkan pada masa kepemimpinan bersama Ismail Thomas. Di antaranya pembangunan Taman Budaya Sendawar, taman kota, serta infrastruktur jembatan. Pembangunan daerah saat itu juga membutuhkan upaya memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Ia bersama Ismail beberapa kali melakukan koordinasi dan lobi ke kementerian maupun DPR untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan pembangunan. "Kami dulu sama-sama. Ketika ada lobi-lobi ke pusat dan sebagainya, itu dilakukan bersama. Berpikir sama, bekerja sama-sama," kenang Didik.
Didik juga menceritakan proses awal pembangunan pusat pemerintahan Kubar yang tidak mudah, terutama dalam penyediaan lahan. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus mencari lokasi yang memungkinkan untuk dikembangkan sebagai kawasan perkantoran.
Proses penyediaan lahan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kubar. Kawasan yang dahulu disiapkan secara bertahap kini telah berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus tempat masyarakat menjalankan berbagai aktivitas ekonomi. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk Kubar hingga seperti sekarang.
Memasuki usia ke-27, kedua tokoh tersebut berharap pembangunan daerah terus berlanjut dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat. Infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan kualitas SDM menjadi bagian penting agar kemajuan Kubar dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Editor: Aspian Nur
Didik Effendi merupakan Wakil Bupati yang mendampingi Ismail Thomas selama dua periode kepemimpinannya. Sebelumnya Ismail lebih dahulu menjabat sebagai Wakil Bupati pertama mendampingi Rama Alexander Asia pada 2001-2006.
Keduanya termasuk dalam jajaran anggota DPRD pertama Kubar yang turut berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan pada masa awal terbentuknya kabupaten tersebut.
Thomas mengatakan, perjalanan Kubar hingga memasuki usia ke-27 merupakan hasil dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Ia bersyukur masih bisa menyaksikan perkembangan daerah yang turut diperjuangkannya sejak awal. "Kami berdua sama-sama anggota DPRD pertama. Jadi, keterlibatan kami cukup besar dalam membangun kabupaten ini. Saat itu, pemilihan bupati dan wakil bupati masih dilakukan melalui DPRD," ujar Thomas kepada Korankaltim.com.
Ia berharap kepemimpinan yang sekarang dijalankan Bupati Frederick Edwin bersama Wakil Bupati Nanang Adriani dapat melanjutkan pembangunan dengan dukungan seluruh masyarakat.
Menurut Thomas, pembangunan infrastruktur tetap menjadi kebutuhan penting untuk membuka akses antardaerah dan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), terutama melalui pendidikan.
Kubar telah lama mengandalkan sumber daya alam, mulai dari sektor kehutanan hingga pertambangan batu bara. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar masyarakat tidak terus bergantung pada sektor yang memiliki keterbatasan sumber daya. "Kalau kita tidak meningkatkan sumber daya manusia anak-anak kita di Kubar ini, apa yang diharapkan ketika sumber daya alam habis? Karena itu, pendidikan harus betul-betul diperhatikan," ucap Thomas.
Thomas menilai pendidikan menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan. Sebab, kekayaan alam tidak akan selamanya menjadi penopang perekonomian daerah. Selain menyampaikan pesan mengenai pendidikan, ia juga menyoroti pembangunan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas sekolah yang mulai dilaksanakan. Menurutnya, perhatian terhadap sarana pendidikan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas SDM di Kubar.
Sementara itu, Didik Effendi mengenang sejumlah gagasan pembangunan yang mulai diwujudkan pada masa kepemimpinan bersama Ismail Thomas. Di antaranya pembangunan Taman Budaya Sendawar, taman kota, serta infrastruktur jembatan. Pembangunan daerah saat itu juga membutuhkan upaya memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Ia bersama Ismail beberapa kali melakukan koordinasi dan lobi ke kementerian maupun DPR untuk mendapatkan tambahan dukungan pembiayaan pembangunan. "Kami dulu sama-sama. Ketika ada lobi-lobi ke pusat dan sebagainya, itu dilakukan bersama. Berpikir sama, bekerja sama-sama," kenang Didik.