Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, mengatakan jumlah atlet yang tercatat mengikuti Porprov mencapai 8.709 orang. Jika ditambah pelatih dan ofisial, total peserta yang terlibat diperkirakan mencapai 11 ribu orang.
Besarnya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan Porprov, terutama terkait pembiayaan, akomodasi, dan koordinasi antardaerah. Seluruh kontingen kabupaten dan kota akan berkumpul di Kabupaten Paser selama kompetisi berlangsung.
Rasman mengatakan pembiayaan Porprov dibagi antara Pemerintah Provinsi Kaltim, Panitia Besar (PB) Porprov, serta pemerintah kabupaten dan kota melalui perangkat daerah terkait.
Namun, tanggung jawab pembiayaan yang ditangani Pemprov Kaltim melalui Dispora memiliki batasan tersendiri. Pemerintah provinsi hanya menanggung kebutuhan transportasi dan akomodasi perangkat pertandingan.
“Untuk Pemprov Kaltim melalui Dispora, kami hanya menanggung transportasi dan akomodasi perangkat pertandingan, seperti juri dan hakim. Sementara untuk atlet menjadi tanggungan kontingen masing-masing,” jelas Rasman, Rabu (4/11/2026).
Skema ini, kata dia, maka setiap kontingen kabupaten dan kota harus mempersiapkan kebutuhan pembiayaan atlet yang diberangkatkan ke Paser.
Sementara itu, kebutuhan akomodasi juga menjadi perhatian dalam persiapan penyelenggaraan. Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud sebelumnya mengingatkan agar ketersediaan hotel dan tempat penginapan diperhitungkan secara matang mengingat jumlah peserta yang mencapai ribuan orang.
Hingga saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan kamar hotel untuk mengantisipasi kebutuhan tamu VIP selama pelaksanaan Porprov.
Selain pembiayaan dan penginapan, kesiapan fasilitas pendukung juga terus dikebut agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal.
Porprov VIII Kaltim akan berlangsung pada 14-27 November 2026. Pemerintah provinsi berharap ajang tersebut dapat berjalan lancar sekaligus menjadi kesempatan bagi daerah untuk mengukur hasil pembinaan atlet masing-masing menjelang agenda olahraga nasional berikutnya.
Editor: Erwin
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Rasman Rading, mengatakan jumlah atlet yang tercatat mengikuti Porprov mencapai 8.709 orang. Jika ditambah pelatih dan ofisial, total peserta yang terlibat diperkirakan mencapai 11 ribu orang.
Besarnya jumlah peserta menjadi tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan Porprov, terutama terkait pembiayaan, akomodasi, dan koordinasi antardaerah. Seluruh kontingen kabupaten dan kota akan berkumpul di Kabupaten Paser selama kompetisi berlangsung.
Rasman mengatakan pembiayaan Porprov dibagi antara Pemerintah Provinsi Kaltim, Panitia Besar (PB) Porprov, serta pemerintah kabupaten dan kota melalui perangkat daerah terkait.
Namun, tanggung jawab pembiayaan yang ditangani Pemprov Kaltim melalui Dispora memiliki batasan tersendiri. Pemerintah provinsi hanya menanggung kebutuhan transportasi dan akomodasi perangkat pertandingan.
“Untuk Pemprov Kaltim melalui Dispora, kami hanya menanggung transportasi dan akomodasi perangkat pertandingan, seperti juri dan hakim. Sementara untuk atlet menjadi tanggungan kontingen masing-masing,” jelas Rasman, Rabu (4/11/2026).
Skema ini, kata dia, maka setiap kontingen kabupaten dan kota harus mempersiapkan kebutuhan pembiayaan atlet yang diberangkatkan ke Paser.
Sementara itu, kebutuhan akomodasi juga menjadi perhatian dalam persiapan penyelenggaraan. Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud sebelumnya mengingatkan agar ketersediaan hotel dan tempat penginapan diperhitungkan secara matang mengingat jumlah peserta yang mencapai ribuan orang.
Hingga saat ini, pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan kamar hotel untuk mengantisipasi kebutuhan tamu VIP selama pelaksanaan Porprov.
Selain pembiayaan dan penginapan, kesiapan fasilitas pendukung juga terus dikebut agar seluruh rangkaian pertandingan berjalan sesuai jadwal.
Porprov VIII Kaltim akan berlangsung pada 14-27 November 2026. Pemerintah provinsi berharap ajang tersebut dapat berjalan lancar sekaligus menjadi kesempatan bagi daerah untuk mengukur hasil pembinaan atlet masing-masing menjelang agenda olahraga nasional berikutnya.
Editor: Erwin