Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai menyiapkan langkah pemulihan aktivitas perdagangan pascakebakaran di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Tanjung Redeb.
2 menit baca2 kali dibaca

Penulis : Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai menyiapkan langkah pemulihan aktivitas perdagangan pascakebakaran di kawasan Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), Tanjung Redeb.
Satu dari upaya yang disiapkan ialah mengaktifkan kembali food court di lantai dua sebagai lokasi berjualan sementara bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan lapak.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kebakaran yang melanda kawasan belakang Pasar SAD pada Rabu (4/11/2026) malam lalu. Sedikitnya 29 kios dan empat rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.10 WITA tersebut.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA setelah melalap sejumlah bangunan semi permanen maupun permanen. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari sebuah kios. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran, menemui para pedagang terdampak sekaligus menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah malam tadi.
Pemerintah tidak ingin para pedagang terlalu lama kehilangan sumber penghasilan akibat musibah tersebut. Karenanya perangkat daerah diminta segera mencari alternatif tempat berjualan agar aktivitas ekonomi mereka dapat kembali berjalan.
"Kami prihatin atas kejadian ini. Mohon bersabar dahulu, nanti sama-sama dicarikan solusinya," ujar Sri.
Pemanfaatan food court di lantai dua menjadi alternatif penanganan jangka pendek. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau diminta segera mempersiapkan fasilitas tersebut agar dapat digunakan oleh pedagang yang kehilangan tempat usaha.
"Saya sudah instruksikan agar dicarikan solusi supaya pedagang bisa kembali beraktivitas, salah satunya dengan memanfaatkan food court di lantai dua," tegas Sri.
Selain pemulihan aktivitas perdagangan, Pemkab Berau juga berencana melakukan penataan ulang kawasan Pasar SAD. Fungsi pasar sebagai pusat aktivitas perdagangan perlu dioptimalkan kembali karena sebagian kegiatan jual beli kini justru bergeser ke luar area pasar.
Penataan akan dilakukan dengan melibatkan para pedagang, termasuk mengevaluasi tata letak kios, aktivitas pasar subuh, hingga penggunaan kawasan parkir yang dinilai belum sesuai peruntukannya.
Di sisi lain, insiden kebakaran tersebut turut menjadi perhatian terhadap kesiapan fasilitas keselamatan di kawasan pasar. Yang disoroti adalah keberadaan hidran yang dilaporkan sudah lama tidak berfungsi dan jangkauannya belum mampu menjangkau seluruh area pasar.
Pemkab Berau memastikan evaluasi fasilitas keselamatan menjadi bagian dari pembenahan kawasan pasar. Ia berharap, pemulihan tidak hanya mengembalikan aktivitas perdagangan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan pasar terhadap potensi kebakaran di masa mendatang.
"Kami ingin pasar ini kembali ramai, tertata dan nyaman. Penataannya tentu akan dilakukan bersama para pedagang agar semua bisa merasakan manfaatnya," pungkas Sri.
Satu dari upaya yang disiapkan ialah mengaktifkan kembali food court di lantai dua sebagai lokasi berjualan sementara bagi pedagang makanan siap saji yang kehilangan lapak.
Langkah tersebut dilakukan menyusul kebakaran yang melanda kawasan belakang Pasar SAD pada Rabu (4/11/2026) malam lalu. Sedikitnya 29 kios dan empat rumah dilaporkan terdampak dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.10 WITA tersebut.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.00 WITA setelah melalap sejumlah bangunan semi permanen maupun permanen. Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik dari sebuah kios. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait turun langsung meninjau lokasi kebakaran, menemui para pedagang terdampak sekaligus menyerahkan bantuan santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah malam tadi.

Pemerintah tidak ingin para pedagang terlalu lama kehilangan sumber penghasilan akibat musibah tersebut. Karenanya perangkat daerah diminta segera mencari alternatif tempat berjualan agar aktivitas ekonomi mereka dapat kembali berjalan.
"Kami prihatin atas kejadian ini. Mohon bersabar dahulu, nanti sama-sama dicarikan solusinya," ujar Sri.
Pemanfaatan food court di lantai dua menjadi alternatif penanganan jangka pendek. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau diminta segera mempersiapkan fasilitas tersebut agar dapat digunakan oleh pedagang yang kehilangan tempat usaha.
"Saya sudah instruksikan agar dicarikan solusi supaya pedagang bisa kembali beraktivitas, salah satunya dengan memanfaatkan food court di lantai dua," tegas Sri.
Selain pemulihan aktivitas perdagangan, Pemkab Berau juga berencana melakukan penataan ulang kawasan Pasar SAD. Fungsi pasar sebagai pusat aktivitas perdagangan perlu dioptimalkan kembali karena sebagian kegiatan jual beli kini justru bergeser ke luar area pasar.
Penataan akan dilakukan dengan melibatkan para pedagang, termasuk mengevaluasi tata letak kios, aktivitas pasar subuh, hingga penggunaan kawasan parkir yang dinilai belum sesuai peruntukannya.
Di sisi lain, insiden kebakaran tersebut turut menjadi perhatian terhadap kesiapan fasilitas keselamatan di kawasan pasar. Yang disoroti adalah keberadaan hidran yang dilaporkan sudah lama tidak berfungsi dan jangkauannya belum mampu menjangkau seluruh area pasar.
Pemkab Berau memastikan evaluasi fasilitas keselamatan menjadi bagian dari pembenahan kawasan pasar. Ia berharap, pemulihan tidak hanya mengembalikan aktivitas perdagangan, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kesiapsiagaan pasar terhadap potensi kebakaran di masa mendatang.






"Kami ingin pasar ini kembali ramai, tertata dan nyaman. Penataannya tentu akan dilakukan bersama para pedagang agar semua bisa merasakan manfaatnya," pungkas Sri.
1.226 kali dibaca

Pusat gempa berada di darat 40 km timur laut Sigi
04 Nov 2026, 14:56:34 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG