Pengembangan jaringan internet di kawasan stadion tersebut masuk dalam rencana program 2027. Penguatan konektivitas ini dinilai penting untuk menunjang operasional stadion, terutama dalam pemanfaatan berbagai perangkat berbasis teknologi digital.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian mengatakan, kebutuhan jaringan internet di Stadion Kudungga semakin beragam. Tidak hanya untuk akses internet, tetapi juga mendukung siaran langsung pertandingan, pengoperasian videotron hingga perangkat elektronik lainnya.
“Ke depan fasilitas jaringan harus mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan teknologi di stadion,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Karena itu, konektivitas internet perlu diperluas dan ditata agar penggunaannya lebih optimal. Infrastruktur jaringan yang tersedia saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh bagian stadion.
Saat ini masih keterbatasan pada akses jaringan lokal atau Local Area Network (LAN) yang selama ini digunakan untuk kegiatan tertentu.
“Saat aktivitas live streaming, akses LAN yang tersedia masih terbatas pada satu titik,” akunya.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara kegiatan perlu menyiapkan jaringan tambahan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan koneksi. Sementara kebutuhan lainnya harus didukung jaringan tambahan supaya aktivitas tetap berjalan ketika terjadi kendala.
“Solusinya harus ada perluasan jaringan utama hingga menjangkau bagian dalam stadion,” jelasnya.
Infrastruktur internet yang telah tersedia di kawasan sekitar Stadion Kudungga akan dioptimalkan sebagai sumber konektivitas untuk mendukung sistem jaringan terintegrasi. Berbagai fasilitas digital di dalam stadion nantinya dapat terkoneksi melalui sistem jaringan yang lebih terpusat.
“Integrasi jaringan akan mempermudah pengelolaan kebutuhan teknologi guna mendukung pengoperasian televisi dan videotron secara lebih efektif di stadion,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Pengembangan jaringan internet di kawasan stadion tersebut masuk dalam rencana program 2027. Penguatan konektivitas ini dinilai penting untuk menunjang operasional stadion, terutama dalam pemanfaatan berbagai perangkat berbasis teknologi digital.
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian mengatakan, kebutuhan jaringan internet di Stadion Kudungga semakin beragam. Tidak hanya untuk akses internet, tetapi juga mendukung siaran langsung pertandingan, pengoperasian videotron hingga perangkat elektronik lainnya.
“Ke depan fasilitas jaringan harus mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan teknologi di stadion,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).
Karena itu, konektivitas internet perlu diperluas dan ditata agar penggunaannya lebih optimal. Infrastruktur jaringan yang tersedia saat ini belum sepenuhnya menjangkau seluruh bagian stadion.
Saat ini masih keterbatasan pada akses jaringan lokal atau Local Area Network (LAN) yang selama ini digunakan untuk kegiatan tertentu.
“Saat aktivitas live streaming, akses LAN yang tersedia masih terbatas pada satu titik,” akunya.
Kondisi tersebut membuat penyelenggara kegiatan perlu menyiapkan jaringan tambahan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan koneksi. Sementara kebutuhan lainnya harus didukung jaringan tambahan supaya aktivitas tetap berjalan ketika terjadi kendala.
“Solusinya harus ada perluasan jaringan utama hingga menjangkau bagian dalam stadion,” jelasnya.
Infrastruktur internet yang telah tersedia di kawasan sekitar Stadion Kudungga akan dioptimalkan sebagai sumber konektivitas untuk mendukung sistem jaringan terintegrasi. Berbagai fasilitas digital di dalam stadion nantinya dapat terkoneksi melalui sistem jaringan yang lebih terpusat.
“Integrasi jaringan akan mempermudah pengelolaan kebutuhan teknologi guna mendukung pengoperasian televisi dan videotron secara lebih efektif di stadion,” pungkasnya.
Editor: Erwin