Senin, 06/04/2026
Senin, 06/04/2026
Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga prajurit TNI penjaga perdamaian yang dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (2/4/2026). (Foto: Dok.KemluRI)
Senin, 06/04/2026

Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga prajurit TNI penjaga perdamaian yang dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (2/4/2026). (Foto: Dok.KemluRI)
KORANKALTIM.COM, JAKARTA – Duka mendalam menyelimuti setelah kabar gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon. Di tengah situasi tersebut, kekhawatiran juga muncul menyusul adanya sejumlah personel yang dilaporkan terluka dan masih menjalani perawatan medis.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak mengungkapkan bahwa pihaknya masih terus menerima perkembangan informasi terkait kondisi para prajurit di lapangan.
“Jadi kami hari ini berduka, tiga anggota kita gugur. Termasuk juga kami mendengar ada berita yang memang kami sendiri masih belum terlalu pasti untuk menerima kondisi terakhirnya. Ada yang kondisi masuk rumah sakit ada berapa orang, ada di Angkatan Darat ada dua orang,” kata Maruli dikutip dari Antaranews, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, hingga kini TNI AD belum memperoleh gambaran rinci mengenai kronologi kejadian maupun tingkat keparahan luka para prajurit. Informasi yang diterima masih terbatas pada identitas personel serta status mereka yang tengah dirawat.
Koordinasi pun terus dilakukan dengan Mabes TNI, mengingat jalur komunikasi langsung dengan satuan tugas di luar negeri berada di bawah kendali komando tersebut.
“Yang kontak langsung kan Mabes TNI ya, kami dapat informasi hanya identitas tertentu dalam kondisi sakit,” kata Maruli menambahkan.
Di tengah situasi duka dan ketidakpastian ini, KSAD menegaskan bahwa setiap prajurit yang bertugas di wilayah konflik telah dibekali prosedur operasional standar (SOP) yang ketat, termasuk langkah mitigasi saat kondisi darurat seperti berlindung di bunker.
Ia juga mengimbau keluarga prajurit untuk tetap tenang, sembari menyadari bahwa setiap penugasan di wilayah konflik memiliki risiko yang tidak bisa dihindari.
“Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Maruli.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI dinyatakan gugur
saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan
Bangsa-Bangsa, yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka
Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Editor: Erwin
Senin, 06/04/2026
Upacara pelepasan dan penghormatan jenazah ketiga prajurit TNI penjaga perdamaian yang dilaksanakan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, Kamis (2/4/2026). (Foto: Dok.KemluRI)
TERPOPULER