Selasa, 03/03/2026
Selasa, 03/03/2026
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (kiri), meninggal dunia setelah serangan ke Iran akhir pekan tadi yang lebih dulu menewaskan suaminya Ali Khamenei. (Foto: Thesundaytimes)
Selasa, 03/03/2026

Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (kiri), meninggal dunia setelah serangan ke Iran akhir pekan tadi yang lebih dulu menewaskan suaminya Ali Khamenei. (Foto: Thesundaytimes)
KORANKALTIM.COM - Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, istri dari mantan Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran Ali Khamenei, dikabarkan meninggal dunia Senin (2/3/2026) kemarin akibat luka-luka yang diderita dalam serangan yang lebih dulu menewaskan suaminya akhir pekan lalu.
“Wanita berusia 79 tahun itu koma sejak serangan tersebut,” lapor kantor berita Tasnim.
Sebelumnya, kematian seorang putri, seorang cucu dan dua kerabat Khamenei lainnya telah dikonfirmasi dalam pemboman yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.
Serangan gabungan itu menewaskan lebih dari 550 orang di Iran hingga saat ini, demikian konfirmasi Bulan Sabit Merah. Diantara mereka yang tewas terdapat beberapa menteri dan pejabat militer Iran berpangkat tinggi. Iran menanggapi dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel dan pangkalan AS di negara-negara Timur Tengah.
Ali Khamenei diketahui memegang posisi pemimpin tertinggi sejak tahun 1989 setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini arsitek Revolusi Iran tahun 1979. Sebelum menduduki kepemimpinan tertinggi, Khamenei adalah ulama pertama yang memimpin negara itu, dari tahun 1981 hingga 1989.
Kenaikannya kepuncak kekuasaan membutuhkan reformasi konstitusional, karena awalnya hanya Ayatollah yang paling dihormati yang dapat bercita-cita untuk menduduki posisi tersebut. Konstitusi diubah untuk memungkinkan seorang ahli dalam yurisprudensi Islam, seperti Khamenei, untuk diangkat sebagai pemimpin tertinggi, dan ia kemudian diberi gelar Ayatollah Agung, atau marja.
Lahir di Mashhad pada tahun 1939, ia berasal dari keluarga ulama dan memulai pendidikan agamanya sejak usia muda, belajar di kota-kota suci Najaf (Irak) dan Qom (Iran).
Ia adalah murid Khomeini dan dikenal sebagai penentang rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi, yang menyebabkan ia dipenjara beberapa kali. Setelah kemenangan Revolusi, Khamenei memegang posisi kunci dalam rezim baru, termasuk komandan Garda Revolusi, anggota parlemen, dan pemimpin Partai Republik Islam.
Pada tahun 1981 ia selamat dari upaya pembunuhan oleh organisasi Islamis Mujahidin Rakyat, yang menyebabkan tangan kanannya lumpuh. Ditahun yang sama ia memenangkan pemilihan presiden dan memimpin negara selama dua periode berturut-turut, bertepatan dengan Perang Iran-Irak yang berlangsung selama delapan tahun. Periode ini memperkuat posisinya sebagai salah satu penasihat terdekat Khomeini dan memungkinkannya untuk memperkuat kedudukannya di dalam rezim.
Editor: Aspian Nur
Selasa, 03/03/2026
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh (kiri), meninggal dunia setelah serangan ke Iran akhir pekan tadi yang lebih dulu menewaskan suaminya Ali Khamenei. (Foto: Thesundaytimes)
TERPOPULER