Rabu, 04/03/2026
Rabu, 04/03/2026
Sepeda motor ditengah reruntuhan akibat serangan bom di Teheran dengan poster Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)
Rabu, 04/03/2026

Sepeda motor ditengah reruntuhan akibat serangan bom di Teheran dengan poster Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)
KORANKALTIM.COM - Kota Teheran di Iran yang dulunya ramai kini menyerupai kota hantu. Masyarakat di kawasan tersebut yang tidak dapat melarikan diri terkunci di rumah, cemas akan ledakan lebih lanjut, sementara Israel dan Amerika Serikat mengintensifkan kampanye pengeboman terhadap bangunan-bangunan yang terkait dengan pemerintahan.
“Saya takut berjalan di jalanan yang sepi, karena bom masih berjatuhan dari langit ,” kata Samireh, seorang perawat berusia 33 tahun melansir dari AFP Rabu (4/3/2026) hari ini.
Di ibu kota Iran itu, yang umumnya memiliki sekitar 10 juta penduduk, jumlah penduduknya sangat sedikit. “Sehingga seolah-olah tidak ada seorang pun yang pernah tinggal di sini," tambah wanita itu.
Hari keempat berturut-turut, Teheran diguncang oleh ledakan keras, yang meninggalkan kepulan asap abu-abu tebal yang membumbung ke langit biru, seperti yang diamati oleh jurnalis AFP .
“Saat kami mendengar suara ledakan, tergantung seberapa dekat dampaknya, kami merasakan pintu dan jendela bergetar,” kata Saghar, warga lainnya.
Wilayah yang paling terdampak adalah wilayah yang menjadi pusat kekuasaan negara tersebut seperti kementerian, pengadilan atau markas besar Garda Revolusi yang dibom pada hari Minggu (2/3/2026) lalu.
Elnaz, warga setempat mengatakan sulit untuk melindungi diri mereka sendiri karena serangan itu juga menargetkan rumah-rumah petugas polisi. " Kami tidak mengenal semua tetangga kami ," ungkapnya.
Kemarin, Israel mendesak warga di lingkungan tempat studio televisi pemerintah, Irib, berada untuk mengungsi. Namun pengumuman tersebut disampaikan melalui jaringan X dan sangat sedikit warga yang dapat melihatnya karena gangguan internet.
Lapangan Ferdowsi, persimpangan utama kota, kini dipenuhi bangunan-bangunan yang rusak akibat ledakan . Bendera Republik Islam berkibar di antara reruntuhan.
Tidak jauh dari situ, sebuah poster besar yang menutupi seluruh fasad bangunan menampilkan wajah Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, yang meninggal dunia akhir pekan tadi dalam pemboman tersebut.
Dipersimpangan utama, polisi, pasukan keamanan bersenjata dan kendaraan lapis baja ditempatkan, melakukan pemeriksaan acak terhadap kendaraan yang lewat.
Pemerintah Iran mendesak warga Teheran untuk meninggalkan kota sambil tetap tenang menyusul serangan udara pertama Israel dan AS terhadap kediaman Khamenei.
“Saya harus tetap tinggal karena saya seorang perawat, jika tidak, saya pasti sudah meninggalkan ibu kota ,” tegas Samireh lagi.
Di Teheran bagian utara, di daerah yang lebih makmur, tampaknya banyak penduduk telah pergi. Suara kucing mengeong dan kicauan burung telah menggantikan hiruk pikuk kemacetan lalu lintas yang biasa terjadi.
Kafe dan restoran trendi yang biasanya sangat ramai di malam hari, kini tutup. Jalanan sepi dan hampir semua kendaraan yang masih berada di jalan adalah kendaraan yang memasok toko-toko makanan yang masih buka, dimana antrean panjang terbentuk untuk membeli roti.
Sebagian besar kios di pasar Tajrish tutup. Seorang penjual pakaian menunggu dengan tidak sabar pelanggan, duduk di sebelah kaos dengan bendera Republik Islam tercetak di atasnya.
Dalam keadaan lain, pasar-pasar di ibu kota akan ramai dengan aktivitas menjelang Nowruz, tahun baru dalam kalender Persia , yang dirayakan sekitar tanggal 21 Maret.
Biasanya, beberapa pekan menjelang hari raya tersebut merupakan periode tersibuk bagi para peritel, yang menghasilkan sebagian besar penjualan mereka selama hari-hari tersebut.
Itu juga merupakan periode penuh sukacita bagi warga Iran, yang memanfaatkan kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga dan teman-teman serta mencoba melupakan masalah kehidupan sehari-hari, yang sebagian besar disebabkan oleh inflasi yang tinggi. namun kini suasana itu dipastikan tak akan terlihat imbas serangan bom AS dan Israel.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 04/03/2026
Sepeda motor ditengah reruntuhan akibat serangan bom di Teheran dengan poster Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Foto: AP Photo/Vahid Salemi)
TERPOPULER