Selasa, 07/10/2025
Selasa, 07/10/2025
Salah satu jalan utama di Kota Gaza pada bulan September. (Foto: Jeroen Quanjer/NRC)
Selasa, 07/10/2025

Salah satu jalan utama di Kota Gaza pada bulan September. (Foto: Jeroen Quanjer/NRC)
KORANKALTIM.COM - Para menteri luar negeri (Menlu) dari Indonesia, Pakistan, Turki, dan sejumlah negara Arab menyambut baik langkah kelompok perlawanan Palestina, Hamas, yang merespons usulan Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang di Gaza.
Dalam pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri RI sesuai yang dikutip dari Antaranews, Selasa (7/10/2025, para Menlu juga menyambut seruan Trump kepada Israel untuk segera menghentikan pengeboman dan memulai proses pertukaran yang telah diusulkan. Mereka mengapresiasi komitmen Trump dalam mendorong perdamaian di kawasan.
Para Menlu memandang perkembangan ini sebagai peluang nyata menuju gencatan senjata yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Langkah tersebut juga diharapkan dapat membantu meredakan krisis kemanusiaan yang terus dialami warga Gaza.
Selain itu, mereka menyambut baik kesiapan Hamas untuk menyerahkan pemerintahan Gaza kepada Komite Administratif Palestina yang terdiri dari para teknokrat independen.
Para Menlu menyerukan dimulainya negosiasi sesegera mungkin guna membahas mekanisme pelaksanaan usulan Trump dan memastikan semua aspeknya disepakati bersama.
Mereka kembali menegaskan komitmen bersama untuk mengakhiri perang di Gaza dan mendukung kesepakatan yang menjamin kelancaran bantuan kemanusiaan serta perlindungan bagi warga sipil.
Para menlu juga menekankan pentingnya pembebasan sandera, kembalinya Otoritas Palestina ke Gaza, penyatuan Gaza dan Tepi Barat, serta pembentukan mekanisme keamanan yang mampu menjamin keselamatan semua pihak.
Upaya tersebut, menurut mereka, diharapkan mengarah pada penarikan penuh pasukan Israel, rekonstruksi Gaza, dan terwujudnya perdamaian yang adil berdasarkan solusi dua negara. (*)
Editor: Erwin
Selasa, 07/10/2025
Salah satu jalan utama di Kota Gaza pada bulan September. (Foto: Jeroen Quanjer/NRC)
TERPOPULER