Kamis, 26/06/2025

Juliana Marins Sempat Tersenyum Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Rinjani

Kamis, 26/06/2025

Capture dari video terakhir yang memperlihatkan momen saat Juliana Marins (kiri) bersama Federica di Gunung Rinjani sebelum ditemukan meninggal dunia. (Foto: Instagram)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Juliana Marins Sempat Tersenyum Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Rinjani

Kamis, 26/06/2025

logo

Capture dari video terakhir yang memperlihatkan momen saat Juliana Marins (kiri) bersama Federica di Gunung Rinjani sebelum ditemukan meninggal dunia. (Foto: Instagram)

KORANKALTIM.COM - Sebuah video yang mengundang kesedihan tersebar di media, memperlihatkan momen terakhir Juliana Marins, pendaki gunung asal Brasil yang tersenyum bersama temannya sebelum ditemukan meninggal dunia karena terjatuh  lebih dari 1.000 kaki dari tebing Gunung Rinjani di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) Sabtu (21/6/2025) akhir pekan tadi dan terjebak hampir empat hari.

Klip yang mengundang rasa haru itu dibagikan oleh teman Marins, Federica, memperlihatkan wanita 26 tahun itu terlihat tersenyum dan terlihat bercanda tentang pemandangan Gunung Rinjani yang saat itu tertutup awan. 

“Pemandangannya luar biasa,” kata Federica dengan nada sarkastis. “Ya, kita melakukannya untuk pemandangan, jadi aku senang, luar biasa,” imbuh Marins.

 Marins yang kesehariannya selain pendaki juga bekerja sebagai humas dan pole dancer atau penari tiang di Rio de Janeiro itu sudah melakukan perjalanan backpacking ke Asia Tenggara sejak Februari 2025 dan mendokumentasikan perjalanannya di media sosial. 

Video lain juga memperlihatkan Marins mengendarai skuter dan berbagi makanan dengan teman-temannya selama perjalanannya. Federica mengungkapkan kepada media berita Brasil G1 kalau dirinya bertemu Marins sehari sebelum pendakian gunung berapi di Indonesia. 

“Saya bertemu Juliana sehari sebelum perjalanan. Kami berdua bepergian masing-masing dan berhasil sampai ke puncak. Itu sangat sulit,” ucap Federica melansir dari laman dailymail.co.uk Kamis (26/6/2025) hari ini. 

Rekaman drone yang mengejutkan yang diambil setelah kecelakaan menunjukkan Marins yang terluka bersembunyi di lembah berbatu, setelah terguling dari bukit curam karena terhenti.

Marins sempat ditemukan oleh turis yang lewat setelah mendengar teriakannya meminta tolong. Di lokasi itu Marins terjebak hampir empat hari, tetapi setelah akhirnya mencapai lokasinya Rabu (25/6/2025) kemarin, tim penyelamat menemukan wanita itu sudah meninggal dunia.

Menurut juru bicara Kepolisian Lombok Timur, wanita muda itu merupakan bagian dari kelompok pendaki dan terjatuh setelah beristirahat karena kelelahan. Keluarga Marins di Brasil mengonfirmasi kematiannya dalam postingan media sosial yang tragis.

“Dengan kesedihan yang mendalam, kami informasikan dia tidak selamat.  Kami tetap sangat berterima kasih atas semua doa, pesan kasih sayang dan dukungan yang kami terima,” ujar keluarga Marins. 

Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Indonesia mengatakan mereka menemukan jenazah Marins disamping kawah menggunakan drone termal setelah empat hari pencarian intensif yang terhambat oleh medan yang sangat berat dan cuaca ekstrem.

“Kondisi sulit dan visibilitas terbatas menunda proses evakuasi,” kata Kepala Tim Penyelamatan, Mohammad Syafii. 

Petugas darurat membawa tubuh Marins ke kamp dasar Sembalun, tetapi harus menunggu hingga kemarin untuk transportasi ke rumah sakit setempat.

Tim penyelamatan datang ke lokasi setelah menerima panggilan darurat pukul 14.32 WIB setelah pagi harinya Marins terjatuh. Enam tim penyelamat bekerja dalam kondisi cuaca yang sulit untuk mencoba mencapai lokasi dengan dukungan dua helikopter dan peralatan seperti bor industri.

Minggu (22/6/2025) lalu Marins terlacak oleh drone pencarian masih hidup tetapi ketika tim penyelamat mulai turun ke gunung berapi keesokan harinya, Senin (23/6/2025) ternyata Marins tidak lagi berada di posisi yang sama dengan dugaan  dia mencoba mendaki ke tempat aman tetapi gagal.  Jenazahnya akhirnya ditemukan oleh salah satu tim penyelamat yang berhasil turun dengan aman ke kawah. 

Kementerian Luar Negeri Brasil menyebut kematiannya sebagai tragedi dan mengatakan kedutaan Brasil di Jakarta telah berkoordinasi dengan otoritas lokal dalam upaya penyelamatan. 

Tragedy yang menimpa Marins menarik perhatian negaranya, dengan jutaan warga Brasil mengikuti upaya pencarian dan penyelamatan yang dramatis sejak berita tentang jatuhnya dia tersebar. 

Kedutaan Besar Brasil di Jakarta menuduh pemerintah Indonesia memalsukan operasi penyelamatan Marins dan memberikan informasi yang salah kepada keluarganya kalau dia telah ditemukan dan diberi makanan serta air hanya beberapa jam setelah dia jatuh.

Marins bergabung dengan enam turis dan seorang pemandu wisata untuk perjalanan seharga $150, setara dengan Rp2,5 Juta, di gunung berapi aktif tersebut. 

Marins terpisah dari kelompok karena kelelahan dan ditinggalkan oleh pemandu wisata kata saudarinya Mariana kepada majalah berita Brasil Fantastico.

Gunung Rinjani adalah gunung berapi aktif setinggi 12.000 kaki di pulau Lombok, Indonesia, dan merupakan destinasi populer bagi para pendaki. Menurut data pemerintah Indonesia, sudah delapan orang tewas dan 108 orang terluka saat mendaki Gunung Rinjani sejak tahun 2020. Bulan lalu seorang pendaki Malaysia dilaporkan tewas akibat terjatuh di gunung tersebut. 

Seorang geolog Brasil mengatakan kepada CNN taman nasional seharusnya lebih siap menghadapi segala hal yang terjadi.  “Sejak memasuki taman nasional dimana kondisi risiko, medan dan iklim sudah diketahui, tentu diharapkan baik pemandu, pengawas, maupun lokasi memiliki rencana untuk menangani situasi darurat,” kata Marcelo Gramani dari Institut Penelitian Teknologi Brasil.

Editor: Aspian Nur

Juliana Marins Sempat Tersenyum Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Rinjani

Kamis, 26/06/2025

Capture dari video terakhir yang memperlihatkan momen saat Juliana Marins (kiri) bersama Federica di Gunung Rinjani sebelum ditemukan meninggal dunia. (Foto: Instagram)

Share

Berita Terkait