Menurut Salem, kedua perusahaan tersebut memang dikenal dekat dengan warga Desa Long Nyelong. Siapapun yang memimpin perusahaan, komunikasi selalu dilakukan dengan warga. Selain itu, tak hanya sekali perusahaan respons dalam membantu kebutuhan warga. Antara lain, saat membantu membuat jalan dengan menguruk tanah.
Menurut Salem, ketika itu perusahaan sangat sigap dan membuka diri. “Saya bukan mau puji. Tetapi kedua perusahaan itu memang baik, responsnya cepat,” kata Salem.
Tanggapan positif juga diberikan Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Desa Long Bentuq. Menurut Pendeta Silwanus Lejiu, bantuan tersebut sangat membantu pihak gereja. “Secara umum sangat membantu kami. Tentu ini merupakan bagian dari program silahturahim dengan masyarakat. Semoga bantuan ini mengubah pola pikir masyarakat, sehingga lebih terbuka lagi,” kata Silwanus.
Apalagi, karena perusahaan tidak hanya memberi bantuan material tetapi juga bergotong royong dengan warga untuk mengecat gereja. Dari sinilah Silwanus menilai, bahwa perusahaan memang siap berbaur dengan warga.
“Yang saya lihat, perusahaan tulus membina hubungan dengan warga. Mereka berbaur dengan kita dan tidak memisahkan diri. Mereka juga bekerja, pegang kuas, dan sebagainya,” lanjutnya. Dalam konteks itulah Silwanus yakin bahwa ke depan, hubungan antara warga Desa Long Bentuq dan perusahaan akan semakin baik.
“Kalau saya optimistis, selama perusahaan komitmen untuk membina masyarakat,” kata dia. Dalam kaitan itu pula Silwanus berpendapat, bahwa kemitraan antara perusahaan dan warga desa, adalah jalan terbaik. “Kemitraan justru harus dibangun sejak awal. Karena sebenarnya banyak masyarakat yang mau menerima program-program sawit itu,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT SAWA dan PT HPM memang memberikan bantuan kepada gereja-gereja tersebar di tujuh desa di sekitar lokasi perkebunan. Gereja tersebut adalah Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) di Desa Long Bentuq, Desa Rantau Sentosa, Desa Long Tesak, dan Desa Long Pejeng. Juga, Gereja Katolik di Desa Mekar Baru, Desa Long Tesak, Desa Long Lees, dan Long Nyelong. Selain itu, juga untuk Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Desa Long Nyelong. (adv)