Insiden yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 14.30 Wita itu ditindaklanjuti dengan pertemuan antara warga terdampak dan perwakilan perusahaan yang difasilitasi pemerintah desa.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengatakan pemerintah desa telah memfasilitasi pertemuan antara warga terdampak dan perwakilan perusahaan untuk membahas penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
“Dalam pertemuan ini ada kesepakatan. Pihak perusahaan berkomitmen bertanggung jawab atas dampak yang dialami warga,” kata Arsyad kepada KoranKaltim.com, Jumat (24/10/2026).
Untuk mengetahui kerusakan dan kehilangan barang yang dialami oleh warga, mereka diminta mendata seluruh kerugian yang dialami, disertai bukti foto. Data tersebut kemudian disampaikan kepada perusahaan melalui pemerintah desa.
Arsyad menjelaskan, dalam pendataan ini, warga diberikan waktu dua hari untuk menginventarisasi kerusakan bangunan dan kerugian lainnya.
Pemerintah desa berharap proses pendataan dan penyelesaian dapat berjalan cepat agar warga memperoleh kepastian ganti rugi.
“Untuk penanganan sementara, perusahaan membantu mencarikan rumah kontrakan bagi warga yang tempat tinggalnya hancur akibat insiden itu,” kata dia.
Terkait biaya kontrakan akan ditanggung perusahaan hingga persoalan kerusakan rumah diselesaikan.
Berdasarkan pendataan awal pemerintah desa, terdapat lima bangunan rumah warga hancur. Bangunan tersebut mencakup rumah dan fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan, termasuk perumahan guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 06 Penajam. Namun, rincian kerusakan masing-masing bangunan masih dalam proses pendataan.
Selain itu, insiden itu juga berdampak terhadap usaha warga, termasuk kotak keramba ikan. Terdapat 40 kotak keramba yang terdampak, sedangkan nilai kerugiannya belum dapat dipastikan karena masih harus diverifikasi bersama pemilik.
Ia menjelaskan, kronologi kejadian ini diakibatkan karena putusnya tali ponton saat parkir. Selain penyelesaian kerugian, Arsyad menyoroti kondisi alur Sungai Loa Duri yang dinilai rawan, terutama di bagian tikungan dan jalur yang ramai dilalui kapal.
“Aktivitas perusahaan di sekitar kawasan itu perlu diimbangi dengan perhatian lebih terhadap keselamatan lalu lintas sungai,” ucapnya.
Ia berharap otoritas yang menangani pelayaran dan lalu lintas perairan mengevaluasi kondisi alur sungai tersebut, termasuk mempertimbangkan keberadaan kapal pandu untuk membantu mengarahkan kapal yang melintas.
Editor: Erwin
Insiden yang terjadi pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 14.30 Wita itu ditindaklanjuti dengan pertemuan antara warga terdampak dan perwakilan perusahaan yang difasilitasi pemerintah desa.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengatakan pemerintah desa telah memfasilitasi pertemuan antara warga terdampak dan perwakilan perusahaan untuk membahas penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.
“Dalam pertemuan ini ada kesepakatan. Pihak perusahaan berkomitmen bertanggung jawab atas dampak yang dialami warga,” kata Arsyad kepada KoranKaltim.com, Jumat (24/10/2026).
Untuk mengetahui kerusakan dan kehilangan barang yang dialami oleh warga, mereka diminta mendata seluruh kerugian yang dialami, disertai bukti foto. Data tersebut kemudian disampaikan kepada perusahaan melalui pemerintah desa.
Arsyad menjelaskan, dalam pendataan ini, warga diberikan waktu dua hari untuk menginventarisasi kerusakan bangunan dan kerugian lainnya.
Pemerintah desa berharap proses pendataan dan penyelesaian dapat berjalan cepat agar warga memperoleh kepastian ganti rugi.
“Untuk penanganan sementara, perusahaan membantu mencarikan rumah kontrakan bagi warga yang tempat tinggalnya hancur akibat insiden itu,” kata dia.
Terkait biaya kontrakan akan ditanggung perusahaan hingga persoalan kerusakan rumah diselesaikan.
Berdasarkan pendataan awal pemerintah desa, terdapat lima bangunan rumah warga hancur. Bangunan tersebut mencakup rumah dan fasilitas yang berkaitan dengan pendidikan, termasuk perumahan guru Sekolah Dasar (SD) Negeri 06 Penajam. Namun, rincian kerusakan masing-masing bangunan masih dalam proses pendataan.
Selain itu, insiden itu juga berdampak terhadap usaha warga, termasuk kotak keramba ikan. Terdapat 40 kotak keramba yang terdampak, sedangkan nilai kerugiannya belum dapat dipastikan karena masih harus diverifikasi bersama pemilik.
Ia menjelaskan, kronologi kejadian ini diakibatkan karena putusnya tali ponton saat parkir. Selain penyelesaian kerugian, Arsyad menyoroti kondisi alur Sungai Loa Duri yang dinilai rawan, terutama di bagian tikungan dan jalur yang ramai dilalui kapal.
“Aktivitas perusahaan di sekitar kawasan itu perlu diimbangi dengan perhatian lebih terhadap keselamatan lalu lintas sungai,” ucapnya.
Ia berharap otoritas yang menangani pelayaran dan lalu lintas perairan mengevaluasi kondisi alur sungai tersebut, termasuk mempertimbangkan keberadaan kapal pandu untuk membantu mengarahkan kapal yang melintas.
Editor: Erwin