Safari Subuh merupakan salah satu upaya Pemkab Kukar untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Selain memperkuat komunikasi dan kebersamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Sunggono mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari mengenali potensi bahaya sejak dini, menjaga keamanan lingkungan, hingga segera melaporkan kepada petugas terkait apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Selain itu, Sunggono mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk turut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kaltim. Sebagai tuan rumah, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut memerlukan dukungan dan partisipasi semua pihak.
Kesiapan pelaksanaan MTQ, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan panitia, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tokoh agama, pengurus masjid dan langgar, generasi muda, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, ramah, dan kondusif bagi peserta maupun tamu yang hadir.
Sunggono juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Kukar dan DMI dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dan langgar, mendorong partisipasi masyarakat dalam memakmurkan rumah ibadah, serta memperkuat semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap, kegiatan Safari Subuh dapat semakin memperkuat peran masjid dan langgar sebagai pusat pembinaan umat, penyampaian informasi yang bermanfaat, serta penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan Safari Subuh ini, kita berharap hubungan silaturahmi semakin erat, ukhuwah Islamiyah semakin kuat, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga konsistensi ibadah terus meningkat. Masjid dan langgar juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang untuk menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian sosial,” demikian pesan Sunggono.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya program pembinaan masjid dan langgar yang terencana, terarah, dan terorganisasi. Pengelolaan rumah ibadah diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai program pemberdayaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Safari Subuh ini, Pemkab Kukar berharap sinergi antara pemerintah daerah, DMI, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat semakin kuat, baik dalam menjaga keamanan lingkungan maupun mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Kaltim. (*)
Safari Subuh merupakan salah satu upaya Pemkab Kukar untuk mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Selain memperkuat komunikasi dan kebersamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong terwujudnya kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan sejahtera.
Dalam kesempatan tersebut, Sunggono mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, pencegahan kebakaran membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari mengenali potensi bahaya sejak dini, menjaga keamanan lingkungan, hingga segera melaporkan kepada petugas terkait apabila ditemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Selain itu, Sunggono mengajak seluruh masyarakat Kukar untuk turut mendukung dan mensukseskan pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kaltim. Sebagai tuan rumah, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut memerlukan dukungan dan partisipasi semua pihak.
Kesiapan pelaksanaan MTQ, lanjutnya, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan panitia, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tokoh agama, pengurus masjid dan langgar, generasi muda, serta seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman, tertib, ramah, dan kondusif bagi peserta maupun tamu yang hadir.
Sunggono juga menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Kukar dan DMI dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid dan langgar, mendorong partisipasi masyarakat dalam memakmurkan rumah ibadah, serta memperkuat semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap, kegiatan Safari Subuh dapat semakin memperkuat peran masjid dan langgar sebagai pusat pembinaan umat, penyampaian informasi yang bermanfaat, serta penggerak kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan Safari Subuh ini, kita berharap hubungan silaturahmi semakin erat, ukhuwah Islamiyah semakin kuat, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga konsistensi ibadah terus meningkat. Masjid dan langgar juga diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus ruang untuk menumbuhkan kebersamaan dan kepedulian sosial,” demikian pesan Sunggono.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya program pembinaan masjid dan langgar yang terencana, terarah, dan terorganisasi. Pengelolaan rumah ibadah diharapkan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan kegiatan keagamaan, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai program pemberdayaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui Safari Subuh ini, Pemkab Kukar berharap sinergi antara pemerintah daerah, DMI, pengurus rumah ibadah, dan masyarakat semakin kuat, baik dalam menjaga keamanan lingkungan maupun mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ tingkat Provinsi Kaltim. (*)