Ketua BKPAKSI Kukar, Abdul Fatah, mengatakan bahwa sebelum mengikuti sertifikasi dan munaqasah, para peserta telah menjalani pembelajaran tahsin Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas dan ketepatan bacaan.
Menurutnya, pembelajaran tahsin bertujuan menyempurnakan pelafalan huruf hijaiyah sesuai makhraj dan sifat huruf, menerapkan kaidah tajwid secara benar, serta mencegah kesalahan bacaan (al-lahn) yang dapat memengaruhi makna ayat-ayat Al-Qur’an.
Selain itu, pembelajaran tersebut juga menekankan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, yakni dengan bacaan yang perlahan, fasih, jelas, dan sesuai kaidah, termasuk penerapan hukum mad, ghunnah, qalqalah, izhar, idgham, serta ketentuan waqaf dan ibtida.
Sementara itu, Bupati Kukar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda H. Sunggono menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LPTQ, BKPAKSI Kukar, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, kegiatan sertifikasi guru ngaji ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di Kukar. Terlebih, sertifikasi guru ngaji tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut patut mendapat dukungan bersama karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta masa depan generasi penerus daerah.
Membangun daerah, lanjutnya, tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi, maupun penyediaan fasilitas pelayanan publik. Pembangunan kualitas sumber daya manusia juga menjadi hal mendasar yang harus terus diperhatikan.
Pemkab Kukar berharap generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, dan mampu menghadapi perubahan zaman, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak mulia, serta karakter yang baik.
Dalam konteks tersebut, pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis. Pendidikan Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca dan menghafal ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kehidupan, membentuk akhlak, melatih kedisiplinan, membangun kejujuran, serta menumbuhkan rasa hormat kepada orang tua, guru, dan sesama.
Karena itu, para guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi sejak usia dini. Melalui bimbingan dan keteladanan mereka, nilai-nilai keagamaan dan moral diharapkan tertanam kuat dalam diri anak-anak sebagai bekal menjalani kehidupan di masa depan.
Bupati juga berpesan agar para guru ngaji senantiasa menjalankan tugas dengan penuh kesabaran, meningkatkan kompetensi, memberikan keteladanan, serta memperkuat komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sertifikasi guru ngaji bukan sekadar kegiatan administratif atau upaya memperoleh pengakuan dalam bentuk sertifikat. Sertifikasi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memastikan pendidikan Al-Qur’an diberikan oleh pendidik yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjadi teladan bagi peserta didiknya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kompetensi para guru ngaji dapat terukur dengan baik, kualitas metode pembelajaran semakin meningkat, serta kemampuan mereka dalam mengajarkan Al-Qur’an memperoleh pengakuan yang sesuai.
Peningkatan kualitas tersebut mencakup ketepatan bacaan, penerapan tajwid dan makhraj, hingga pengembangan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Di akhir sambutannya, Bupati berpesan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan sertifikasi dan munaqasah dengan sungguh-sungguh.
Kegiatan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi para guru ngaji untuk mengukur kemampuan, mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki, serta meningkatkan kepercayaan diri dalam menjalankan tugas.
Bagi peserta yang dinyatakan kompeten, ia berharap agar pencapaian tersebut tidak menjadi akhir dari proses belajar, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan menyempurnakan metode pembelajaran Al-Qur’an. (*)
Ketua BKPAKSI Kukar, Abdul Fatah, mengatakan bahwa sebelum mengikuti sertifikasi dan munaqasah, para peserta telah menjalani pembelajaran tahsin Al-Qur’an untuk meningkatkan kualitas dan ketepatan bacaan.
Menurutnya, pembelajaran tahsin bertujuan menyempurnakan pelafalan huruf hijaiyah sesuai makhraj dan sifat huruf, menerapkan kaidah tajwid secara benar, serta mencegah kesalahan bacaan (al-lahn) yang dapat memengaruhi makna ayat-ayat Al-Qur’an.
Selain itu, pembelajaran tersebut juga menekankan kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil, yakni dengan bacaan yang perlahan, fasih, jelas, dan sesuai kaidah, termasuk penerapan hukum mad, ghunnah, qalqalah, izhar, idgham, serta ketentuan waqaf dan ibtida.
Sementara itu, Bupati Kukar dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda H. Sunggono menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LPTQ, BKPAKSI Kukar, serta seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurut Bupati, kegiatan sertifikasi guru ngaji ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan Al-Qur’an di Kukar. Terlebih, sertifikasi guru ngaji tersebut untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Ia menegaskan bahwa upaya tersebut patut mendapat dukungan bersama karena berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pendidikan, pembentukan karakter, serta masa depan generasi penerus daerah.
Membangun daerah, lanjutnya, tidak cukup hanya melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan pertumbuhan ekonomi, maupun penyediaan fasilitas pelayanan publik. Pembangunan kualitas sumber daya manusia juga menjadi hal mendasar yang harus terus diperhatikan.
Pemkab Kukar berharap generasi muda tidak hanya tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, terampil, dan mampu menghadapi perubahan zaman, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak mulia, serta karakter yang baik.