Bantuan tersebut diserahkan langsung Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, didampingi para relawan, kepada pihak Kelurahan Loa Ipuh dan Pemerintah Kecamatan Tenggarong.
Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati masyarakat dan para relawan terhadap keluarga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran.
Ia mengaku prihatin karena musibah kebakaran kembali terjadi setelah sebelumnya kebakaran melanda Kelurahan Melayu. Kondisi tersebut menggerakkan masyarakat Bukit Pariaman untuk kembali menggalang bantuan demi meringankan beban warga terdampak.
“Kami mewakili seluruh masyarakat Desa Bukit Pariaman turut bersedih atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Jalan Kartini. Setelah sebelumnya terjadi kebakaran di Kelurahan Melayu, kini musibah kembali menimpa warga di Kelurahan Loa Ipuh. Kami merasa mereka adalah bagian dari keluarga besar kita semua,” kata Sugeng.
Menurutnya, bantuan yang diserahkan merupakan hasil kepedulian dan partisipasi masyarakat yang menunjukkan semangat solidaritas tinggi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu korban.
Sugeng menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam aksi kemanusiaan tersebut bukan semata-mata tentang besarnya bantuan, melainkan tentang kehadiran dan kepedulian ketika sesama sedang mengalami kesulitan.
“Ini yang bisa kami lakukan bersama para relawan dan masyarakat untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Terima kasih atas antusiasme dan partisipasi luar biasa dari warga Bukit Pariaman. Harapan kami, keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan lahir batin. Mudah-mudahan ini menjadi musibah terakhir dan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian masyarakat Desa Bukit Pariaman yang kembali hadir membantu warga terdampak kebakaran.
Menurutnya, kepedulian Bukit Pariaman bukan kali pertama dirasakan masyarakat Tenggarong. Desa tersebut sebelumnya juga memberikan bantuan saat musibah terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Baru, Kelurahan Timbau, dan Kelurahan Melayu.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tenggarong, khususnya Kelurahan Loa Ipuh, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Desa Bukit Pariaman. Masyarakatnya sangat antusias membantu. Bukan kali ini saja mereka datang, tetapi sudah beberapa kali hadir ketika saudara-saudara kita di Tenggarong tertimpa musibah,” ungkap Isnaniah.
Ia menjelaskan, pemerintah baru saja menutup posko bantuan bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu. Namun, kebakaran yang kembali terjadi di Kelurahan Loa Ipuh membuat upaya penanganan dan pengumpulan bantuan harus kembali dilakukan.
Di tengah proses tersebut, dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan. Bantuan dari Desa Bukit Pariaman menjadi salah satu bentuk solidaritas yang sangat berarti bagi pemerintah setempat maupun warga terdampak.
Isnaniah menilai, semangat saling membantu seperti ini menjadi modal sosial penting dalam menghadapi bencana. Ketika masyarakat bergerak bersama, beban yang dirasakan korban dapat diringankan dan proses pemulihan bisa mendapat dukungan lebih luas.
Isnaniah juga berharap kepedulian yang ditunjukkan masyarakat Bukit Pariaman dapat terus menginspirasi wilayah lain untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat budaya gotong royong.
“Semoga seluruh kebaikan masyarakat dan aparat Desa Bukit Pariaman yang telah menyumbangkan bantuan dibalas dengan kebaikan yang berlipat. Kami juga berdoa semoga ini menjadi musibah terakhir, tidak ada lagi kebakaran maupun bencana lainnya di Kutai Kartanegara, dan kita semua dijauhkan dari marabahaya, sekali lagi terima kasih kami ucapkan,” tutupnya.
Editor: Erwin
Bantuan tersebut diserahkan langsung Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, didampingi para relawan, kepada pihak Kelurahan Loa Ipuh dan Pemerintah Kecamatan Tenggarong.
Kepala Desa Bukit Pariaman, Sugeng Riyadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk empati masyarakat dan para relawan terhadap keluarga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran.
Ia mengaku prihatin karena musibah kebakaran kembali terjadi setelah sebelumnya kebakaran melanda Kelurahan Melayu. Kondisi tersebut menggerakkan masyarakat Bukit Pariaman untuk kembali menggalang bantuan demi meringankan beban warga terdampak.
“Kami mewakili seluruh masyarakat Desa Bukit Pariaman turut bersedih atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Jalan Kartini. Setelah sebelumnya terjadi kebakaran di Kelurahan Melayu, kini musibah kembali menimpa warga di Kelurahan Loa Ipuh. Kami merasa mereka adalah bagian dari keluarga besar kita semua,” kata Sugeng.
Menurutnya, bantuan yang diserahkan merupakan hasil kepedulian dan partisipasi masyarakat yang menunjukkan semangat solidaritas tinggi. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyisihkan rezekinya untuk membantu korban.
Sugeng menegaskan, keterlibatan masyarakat dalam aksi kemanusiaan tersebut bukan semata-mata tentang besarnya bantuan, melainkan tentang kehadiran dan kepedulian ketika sesama sedang mengalami kesulitan.
“Ini yang bisa kami lakukan bersama para relawan dan masyarakat untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kita. Terima kasih atas antusiasme dan partisipasi luar biasa dari warga Bukit Pariaman. Harapan kami, keluarga yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan lahir batin. Mudah-mudahan ini menjadi musibah terakhir dan ke depan tidak ada lagi kejadian serupa,” harapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian masyarakat Desa Bukit Pariaman yang kembali hadir membantu warga terdampak kebakaran.
Menurutnya, kepedulian Bukit Pariaman bukan kali pertama dirasakan masyarakat Tenggarong. Desa tersebut sebelumnya juga memberikan bantuan saat musibah terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kampung Baru, Kelurahan Timbau, dan Kelurahan Melayu.
“Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Tenggarong, khususnya Kelurahan Loa Ipuh, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Desa Bukit Pariaman. Masyarakatnya sangat antusias membantu. Bukan kali ini saja mereka datang, tetapi sudah beberapa kali hadir ketika saudara-saudara kita di Tenggarong tertimpa musibah,” ungkap Isnaniah.
Ia menjelaskan, pemerintah baru saja menutup posko bantuan bagi korban kebakaran di Kelurahan Melayu. Namun, kebakaran yang kembali terjadi di Kelurahan Loa Ipuh membuat upaya penanganan dan pengumpulan bantuan harus kembali dilakukan.
Di tengah proses tersebut, dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan. Bantuan dari Desa Bukit Pariaman menjadi salah satu bentuk solidaritas yang sangat berarti bagi pemerintah setempat maupun warga terdampak.