Tak sekadar menjadi agenda pengukuhan kepengurusan, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan dialog publik yang mengangkat isu strategis masa depan energi dan pembangunan daerah. Forum tersebut menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, dan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri sebagai narasumber utama.
Dialog bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan: Menakar Arah Kebijakan Pusat dan Kesiapan Kutai Kartanegara” itu diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai arah kebijakan energi nasional serta kesiapan Kukar menghadapi dinamika perubahan sektor energi.
Ketua Panitia Pelantikan PC IKA PMII Kukar, Mohammad Noor yang akrab disapa Amat, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan melalui koordinasi dan pemenuhan berbagai kebutuhan teknis. Undangan kepada pihak-pihak terkait juga telah didistribusikan.
“Alhamdulillah, persiapan panitia sejauh ini berjalan dengan baik. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan secara optimal,” ujar Amat saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, dukungan dan koordinasi berbagai pihak sangat diperlukan agar seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi pelantikan hingga dialog publik, berjalan lancar sesuai rencana.
Amat menjelaskan, tema pelantikan “Berakar di Gerakan, Berdaya Membangun Daerah” dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai pergerakan sekaligus mendorong kontribusi nyata para alumni PMII dalam pembangunan daerah.
Melalui tema tersebut, pelantikan diharapkan tidak berhenti pada seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus ruang membangun gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kukar.
Sementara itu, Ketua PC IKA PMII Kukar, Al Hifni A menyampaikan prosesi pelantikan sesuai rencana akan dilakukan Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Fathan Subchi, yang juga merupakan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Ia menilai pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merawat hubungan antargenerasi alumni yang telah menempuh perjalanan pengabdian di berbagai bidang.
Selain pengukuhan pengurus, perhatian juga diarahkan pada dialog publik yang mempertemukan perspektif pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kehadiran Syafruddin sebagai anggota legislatif pusat dan Bupati Aulia diharapkan memperkaya pembahasan mengenai tantangan serta peluang transisi energi bagi Kukar.
Sebagai daerah dengan aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan sumber daya energi, Kukar memiliki kepentingan untuk mencermati perkembangan kebijakan energi nasional. Perubahan arah kebijakan tersebut menjadi salah satu isu penting untuk dibahas dalam kaitannya dengan kesiapan daerah dan keberlanjutan pembangunan.
Al Hifni berharap dialog publik dapat menjadi ruang komunikasi yang produktif, sehingga pandangan mengenai kebijakan di tingkat pusat dapat dipertemukan dengan kebutuhan dan kondisi pembangunan di daerah.
“Dengan demikian, forum ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga mendorong pertukaran gagasan yang bermanfaat bagi masa depan Kukar,” harap Hifni.
Di luar agenda organisasi dan diskusi kebijakan, pelantikan ini juga dirancang menjadi ajang reuni keluarga besar alumni PMII. Al Hifni mengajak para alumni yang berdomisili dan berkiprah di Kukar untuk hadir, termasuk alumni asal Kukar yang saat ini bekerja, bertugas, atau menetap di daerah lain.
“Pelantikan ini bukan hanya tentang pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menjadi ajang reuni bagi seluruh alumni PMII. Kami berharap sahabat-sahabat alumni yang berada di Kukar maupun alumni asal Kukar yang saat ini berkiprah di daerah lain dapat hadir dan bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.
Menurutnya, para alumni memiliki latar belakang profesi, pengalaman, dan ruang pengabdian yang beragam. Potensi tersebut perlu terus dihubungkan agar komunikasi tetap terjaga dan peluang kolaborasi dapat terbuka.
Ia berharap pertemuan ini menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi, berbagi pengalaman, serta memperkuat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar PMII.
Editor: Erwin
Tak sekadar menjadi agenda pengukuhan kepengurusan, kegiatan ini juga akan dirangkai dengan dialog publik yang mengangkat isu strategis masa depan energi dan pembangunan daerah. Forum tersebut menghadirkan Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin, dan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri sebagai narasumber utama.
Dialog bertajuk “Transisi Energi Berkeadilan: Menakar Arah Kebijakan Pusat dan Kesiapan Kutai Kartanegara” itu diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan mengenai arah kebijakan energi nasional serta kesiapan Kukar menghadapi dinamika perubahan sektor energi.
Ketua Panitia Pelantikan PC IKA PMII Kukar, Mohammad Noor yang akrab disapa Amat, mengatakan persiapan kegiatan terus dimatangkan melalui koordinasi dan pemenuhan berbagai kebutuhan teknis. Undangan kepada pihak-pihak terkait juga telah didistribusikan.
“Alhamdulillah, persiapan panitia sejauh ini berjalan dengan baik. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan kegiatan dapat dipersiapkan secara optimal,” ujar Amat saat dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (19/10/2026).
Menurutnya, dukungan dan koordinasi berbagai pihak sangat diperlukan agar seluruh rangkaian acara, mulai dari prosesi pelantikan hingga dialog publik, berjalan lancar sesuai rencana.
Amat menjelaskan, tema pelantikan “Berakar di Gerakan, Berdaya Membangun Daerah” dipilih untuk menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai pergerakan sekaligus mendorong kontribusi nyata para alumni PMII dalam pembangunan daerah.
Melalui tema tersebut, pelantikan diharapkan tidak berhenti pada seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus ruang membangun gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Kukar.
Sementara itu, Ketua PC IKA PMII Kukar, Al Hifni A menyampaikan prosesi pelantikan sesuai rencana akan dilakukan Ketua Umum Pengurus Besar IKA PMII, Fathan Subchi, yang juga merupakan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
Ia menilai pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan merawat hubungan antargenerasi alumni yang telah menempuh perjalanan pengabdian di berbagai bidang.
Selain pengukuhan pengurus, perhatian juga diarahkan pada dialog publik yang mempertemukan perspektif pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kehadiran Syafruddin sebagai anggota legislatif pusat dan Bupati Aulia diharapkan memperkaya pembahasan mengenai tantangan serta peluang transisi energi bagi Kukar.
Sebagai daerah dengan aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan sumber daya energi, Kukar memiliki kepentingan untuk mencermati perkembangan kebijakan energi nasional. Perubahan arah kebijakan tersebut menjadi salah satu isu penting untuk dibahas dalam kaitannya dengan kesiapan daerah dan keberlanjutan pembangunan.
Al Hifni berharap dialog publik dapat menjadi ruang komunikasi yang produktif, sehingga pandangan mengenai kebijakan di tingkat pusat dapat dipertemukan dengan kebutuhan dan kondisi pembangunan di daerah.