Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pencegahan bencana kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk membutuhkan kepedukian dan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat.
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pencegahan bencana kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk membutuhkan kepedukian dan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat.
Terkait hal itu, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta masyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini dan upaya bersama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di wilayah permukiman. "Urusan keselamatan dan keamanan wilayah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah atau petugas pemadam kebakaran saja. Partisipasi seluruh masyarakat itu penting sekali," kata Aulia Rahman, Senin (19/10/2026).
Masyarakat perlu terlibat aktif, mulai dari memperhatikan kondisi rumah sendiri hingga saling mengingatkan tetangga apabila menemukan hal yang berpotensi memicu bahaya. "Kami berharap siskamling di setiap RT bisa berjalan aktif kembali. Tujuannya agar masyarakat lebih peduli dengan keadaan sekitar dan terbiasa untuk saling mengingatkan satu sama lain," ucap Aulia lagi.
Kebakaran disebutnya sering kali berawal dari kelalaian, seperti kompor yang masih menyala atau penggunaan peralatan listrik yang tidak aman. Kebiasaan memeriksa kondisi rumah secara berkala sebelum beraktivitas maupun sebelum beristirahat perlu menjadi perhatian utama setiap keluarga.
Melalui kepedulian yang dibangun bersama lewat pos siskamling, potensi kebakaran permukiman diharapkan dapat ditekan sedini mungkin sebelum berkembang menjadi musibah besar. "Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya kewaspadaan setelah musibah terjadi. Hal-hal sederhana perlu diperhatikan sejak awal, dan kepedulian itu harus dibangun bersama," tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur
Terkait hal itu, Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meminta masyarakat untuk kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Langkah ini merupakan bentuk deteksi dini dan upaya bersama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di wilayah permukiman. "Urusan keselamatan dan keamanan wilayah tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah atau petugas pemadam kebakaran saja. Partisipasi seluruh masyarakat itu penting sekali," kata Aulia Rahman, Senin (19/10/2026).
Masyarakat perlu terlibat aktif, mulai dari memperhatikan kondisi rumah sendiri hingga saling mengingatkan tetangga apabila menemukan hal yang berpotensi memicu bahaya. "Kami berharap siskamling di setiap RT bisa berjalan aktif kembali. Tujuannya agar masyarakat lebih peduli dengan keadaan sekitar dan terbiasa untuk saling mengingatkan satu sama lain," ucap Aulia lagi.
Kebakaran disebutnya sering kali berawal dari kelalaian, seperti kompor yang masih menyala atau penggunaan peralatan listrik yang tidak aman. Kebiasaan memeriksa kondisi rumah secara berkala sebelum beraktivitas maupun sebelum beristirahat perlu menjadi perhatian utama setiap keluarga.

Melalui kepedulian yang dibangun bersama lewat pos siskamling, potensi kebakaran permukiman diharapkan dapat ditekan sedini mungkin sebelum berkembang menjadi musibah besar. "Jangan sampai kita baru menyadari pentingnya kewaspadaan setelah musibah terjadi. Hal-hal sederhana perlu diperhatikan sejak awal, dan kepedulian itu harus dibangun bersama," tutup Aulia.
Editor: Aspian Nur




Kutai Kartanegara


Kutai Kartanegara


Pusat gempa berada di laut 61 km utara Labuan Bajo
19 Okt 2026, 17:10:56 WIB • Kedalaman 5 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG