Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kapal ponton diduga hanyut dan menghantam permukiman warga di tepian Sungai Mahakam, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (22/10/2026).
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kapal ponton diduga hanyut dan menghantam permukiman warga di tepian Sungai Mahakam, Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (22/10/2026).
Insiden tersebut diperkirakan membuat sekitar lima rumah dan 20 kotak keramba milik warga rusak berat hingga tenggelam akibat hantaman ponton.
Kabar tersebut beredar cepat usai video dan informasi awal dari lokasi kejadian diunggah ke media sosial Facebook.
Ketua RT 03 Desa Loa Duri Ulu, Andre Mansah, mengatakan dampak kerusakan masih dalam pendataan oleh pihak setempat.
“Ada sekitar lima rumah dan 20 kotak keramba warga hancur akibat di tabrak ponton,” kata Ketua RT 03, Loa Duri Ulu, Andre Mansah kepada Korankaltim.com.
Dampak dari hantaman keras tersebut menyebabkan kepanikan. Sejumlah rumah dan 20 keramba warga mengalami rusak berat hingga tenggelam.
“Kami masih melakukan pendataan di lokasi, untuk berapa jiwa dan kerugian warga dalam insiden ini,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan dan memastikan kondisi warga, termasuk ada atau tidaknya korban jiwa.
Hingga berita terbit, jumlah pasti bangunan terdampak, total kerugian, serta penyebab ponton hanyut masih menunggu pendataan dan keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Editor: Erwin
Insiden tersebut diperkirakan membuat sekitar lima rumah dan 20 kotak keramba milik warga rusak berat hingga tenggelam akibat hantaman ponton.
Kabar tersebut beredar cepat usai video dan informasi awal dari lokasi kejadian diunggah ke media sosial Facebook.
Ketua RT 03 Desa Loa Duri Ulu, Andre Mansah, mengatakan dampak kerusakan masih dalam pendataan oleh pihak setempat.
“Ada sekitar lima rumah dan 20 kotak keramba warga hancur akibat di tabrak ponton,” kata Ketua RT 03, Loa Duri Ulu, Andre Mansah kepada Korankaltim.com.

Dampak dari hantaman keras tersebut menyebabkan kepanikan. Sejumlah rumah dan 20 keramba warga mengalami rusak berat hingga tenggelam.
“Kami masih melakukan pendataan di lokasi, untuk berapa jiwa dan kerugian warga dalam insiden ini,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan penyelidikan dan memastikan kondisi warga, termasuk ada atau tidaknya korban jiwa.
Hingga berita terbit, jumlah pasti bangunan terdampak, total kerugian, serta penyebab ponton hanyut masih menunggu pendataan dan keterangan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Editor: Erwin




Pusat gempa berada di darat 9 km utara Tanggamus
21 Okt 2026, 18:58:36 WIB • Kedalaman 3 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG