Selasa, 25/08/2026

TRC PPA Kaltim Telusuri Dugaan Kelalaian Medis Pasien di Kukar

Selasa, 25/08/2026

Ilustrasi pemeriksaan gigi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

TRC PPA Kaltim Telusuri Dugaan Kelalaian Medis Pasien di Kukar

Selasa, 25/08/2026

logo

Ilustrasi pemeriksaan gigi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur (Kaltim) tengah menelusuri identitas seorang pasien yang diduga mengalami kelumpuhan setelah menjalani penyuntikan sebelum operasi pencabutan gigi.

Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengatakan penelusuran masih dilakukan untuk memastikan data pasien dan kronologi penanganan medis. Proses investigasi membutuhkan data pribadi yang akurat sebagai dasar verifikasi.

Menurutnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) masih menelusuri sejumlah data administratif, meliputi nama lengkap, usia, alamat, serta tanggal pasti penanganan medis yang disebut berlangsung pada Mei 2026.

“Kami memerlukan koordinasi langsung dengan pihak pasien atau keluarga untuk mendengar kronologi kejadian secara utuh. Informasi mendetail ini sangat penting agar proses evaluasi dapat berjalan objektif,” kata Rina, Selasa (25/8/2026).

Penelitian bersama ini difokuskan untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari reaksi medis yang dialami pasien pasca tindakan. Tim ahli akan mengkaji secara komprehensif untuk memastikan apakah kondisi tersebut berkaitan dengan prosedur penanganan tenaga kesehatan atau disebabkan oleh faktor klinis lain, seperti riwayat kesehatan bawaan maupun adanya alergi obat tertentu.

Rina menyebutkan, dari koordinasi yang telah dilakukan kepada Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kukar, jajaran teknis siap diturunkan ke lapangan guna melakukan peninjauan langsung segera setelah data awal pasien telah terverifikasi secara valid.

Upaya respons cepat ini berkaca pada penanganan kasus serupa yang pernah terjadi di wilayah Muara Badak, Kukar beberapa waktu lalu. Pada kejadian itu, evaluasi menyeluruh dari tim gabungan berhasil mengungkap adanya ketidaksesuaian prosedur standar operasi (SOP) oleh oknum tenaga medis dalam menangani pasien anak. 

“Kasus itu sudah diselesaikan secara tegas lewat pemberian sanksi administratif penonaktifan oknum yang bersangkutan oleh Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Demi kelancaran proses dan kepastian hukum bagi semua pihak, TRC PPA Kaltim mengimbau kepada pihak keluarga atau pihak yang mendampingi pasien untuk dapat segera melengkapi data administrasi yang diperlukan.

“Data itu akan jadi dasar resmi untuk meminta klarifikasi serta pertanggungjawaban dari fasilitas pelayanan kesehatan terkait,” tegasnya.

Sementara, Ketua RT 08 Kelurahan Timbau, Muhammad Rizani mengaku telah mengetahui kejadian tersebut. Pihak keluarga korban juga telah beberapa kali berkoordinasi dengannya. 

“Kami sangat prihatin dengan kondisi korban yang diduga alami masalah setelah penyuntikan,” ucap Muhammad Rizani. 

Saat ini, fokus utama RT mengupayakan bantuan finansial dan pengobatan medis, karena latar belakang ekonomi keluarga sangat terbatas. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Baznas dan pihak terkait untuk bantuan pengobatan. Meskipun pihak orang tua cenderung pasrah, karena kendala biaya tetapi sang suami tetap optimis memperjuangkan keadilan. 

“Selaku Ketua RT, saya mendesak adanya tanggung jawab yang jelas dari pihak medis terkait apabila kejadian ini terbukti benar adanya. Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan, memberikan pendampingan hukum dan jaminan kesehatan bagi warga RT 08 yang sedang tertimpa musibah ini,” harapnya.

Editor: Erwin

TRC PPA Kaltim Telusuri Dugaan Kelalaian Medis Pasien di Kukar

Selasa, 25/08/2026

Ilustrasi pemeriksaan gigi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)

Share

Berita Terkait