Jumat, 21/08/2026
Jumat, 21/08/2026
Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Jumat, 21/08/2026

Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Menghadapi musim kemarau yang berdampak pada sektor pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kodim 0906/Kkr mengintensifkan program pompanisasi.
Langkah taktis ini diambil guna memperkuat ketahanan pangan daerah dan memastikan pasokan air ke lahan pertanian produktif tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem.
Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman, mengatakan, pompanisasi merupakan agenda prioritas TNI dalam mendukung stabilitas pangan nasional.
Saat ini, jajarannya bergerak cepat melakukan pendataan menyeluruh terhadap wilayah-wilayah yang mengalami defisit air.
“Memang ada program pengadaan pompanisasi untuk pertanian kemarin sudah kita data,” kata Letkol Arm Benny, Jumat (21/8/2026). Ia menyebutkan, selain Kelurahan Bukit Biru di Kecamatan Tenggarong yang baru-baru ini melaporkan ancaman gagal panen, Kodim Kukar juga memproses dokumen pengajuan untuk beberapa titik strategis lainnya. Wilayah Sangasanga, Sungai Payang, dan Muara Jawa saat ini sudah masuk dalam tahap proses untuk dilaporkan ke komando atas dan pemerintah pusat. Kondisi di lapangan menunjukkan urgensi yang tinggi.
Sementara itu, Ketua Forum RT Bukit Biru, Suparlin, mengungkapkan, lahan pertanian di wilayah Bukit Biru mulai mengering dan mengkhawatirkan. Sebagai wilayah penopang pangan Kukar, terganggunya pengairan mengancam mata pencaharian para petani padi.
“Saat ini kondisi lahan sudah kering, kalau air tidak didatangkan maka akan menyebabkan gagal panen,” ungkap Suparlin. Pihaknya berharap bantuan mesin pompa dari program TNI ini bisa segera terealisasi untuk menyelamatkan tanaman padi mereka.
Letkol Arm Benny Budiman, menegaskan, kebutuhan pengairan di Bukit Biru akan segera masuk, pihaknya kini tengah berkoordinasi kepada pemerintah pusat. Untuk mempercepat mitigasi bencana kekeringan, Dandim meminta keaktifan dari birokrasi tingkat bawah.
“Saya imbau seluruh pemerintah desa maupun kelurahan yang mendeteksi adanya kendala pengairan di lahan pertaniannya segera menyerahkan data ke Kodim. Sinergi data ini penting supaya usulan bantuan mesin pompa dan sarana pendukung dari pusat bisa cepat diturunkan,” tutupnya.
Editor: Erwin
Jumat, 21/08/2026
Dandim 0906/Kukar, Letkol Arm Benny Budiman. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)
TERPOPULER