Kamis, 20/08/2026

Portal yang jadi Akses Tiga Kecamatan di Kukar Kembali Terpasang, Camat Kembang Janggut Minta Masyarakat Ikut Menjaga

Kamis, 20/08/2026

Pemasangan portal pembatas tonase di akses jalur Kawasan Desa Sebelimbingan. (Foto: dishub.dok)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Portal yang jadi Akses Tiga Kecamatan di Kukar Kembali Terpasang, Camat Kembang Janggut Minta Masyarakat Ikut Menjaga

Kamis, 20/08/2026

logo

Pemasangan portal pembatas tonase di akses jalur Kawasan Desa Sebelimbingan. (Foto: dishub.dok)

Penulis: Muhammad Heriansyah 

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Portal pembatas tonase untuk akses darat menuju sejumlah kecamatan di wilayah hulu Kutai Kartanegara kembali terlihat setelah dipasang oleh instansi berwenang.

Hal itu pun  mendapat apresiasi dari Camat Kembang Janggut Suhartono yang menyebut keberadaan portal menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan jalan yang menjadi akses vital masyarakat di tiga kecamatan karena akses tersebut tidak hanya digunakan masyarakat Kembang Janggut tetapi juga menjadi jalur utama bagi warga Kecamatan Kenohan dan Tabang, hal mana yang membuat kelestarian kondisi jalan dinilai sebagai kepentingan bersama.

“Dengan terpasangnya kembali portal tersebut, kami satu dari kecamatan yang menggunakan akses jalan itu sangat berterima kasih kepada OPD yang sudah terlibat dalam proses pemasangannya pada Rabu kemarin,” kata Tono sapaan akrabn Suhartono kepada korankaltim.com, Kamis (20/8/2026).

Pembatasan kendaraan dengan tonase berlebih sangat diperlukan untuk mencegah kerusakan jalan yang lebih cepat. Terlebih kondisi tanah saat musim kemarau membuat sejumlah bagian jalan rentan mengalami keretakan. Kendaraan bertonase besar yang melintas di tengah kondisi tersebut berpotensi memperparah kerusakan. Jika kerusakan dibiarkan hingga musim hujan, kondisi jalan dikhawatirkan akan semakin berat dan mengganggu mobilitas masyarakat.

“Apabila kendaraan-kendaraan dengan tonase berlebih terus melintas, sangat memungkinkan jalan itu cepat rusak. Apalagi kondisi saat ini musim kemarau, retakan-retakan di tanah renggang semua. Dengan tonase besar, jalan bisa berlubang dan nanti pada saat musim hujan akan lebih parah,” papar Tono.

Pemasangan kembali portal tersebut merupakan hasil sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Tono melihat langsung adanya semangat gotong royong dalam proses pengerjaan yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, Kecamatan Kota Bangun, serta pihak terkait lainnya. Kolaborasi tersebut menunjukkan menjaga infrastruktur tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Pengawasan dan kepedulian masyarakat pengguna jalan juga menjadi bagian penting agar fungsi portal berjalan sebagaimana mestinya.

Masyarakat diajak untuk bersama-sama menjaga akses tersebut. Jika ditemukan kendaraan atau oknum yang sengaja melanggar ketentuan dan berpotensi merusak jalan, ia berharap dapat dilakukan penindakan secara tegas sesuai aturan.

“Kalau ada oknum ataupun kendaraan-kendaraan yang kemungkinan merusak itu kembali, kalau bisa diberikan sanksi yang tegas sehingga hal serupa tidak terjadi lagi di kemudian hari,” paparnya.

Akses darat melalui jalur Jembatan Martadipura di Kota Bangun memiliki posisi strategis karena menghubungkan mobilitas masyarakat menuju Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang.

Bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut, jalur ini bukan sekadar ruas jalan, melainkan menjadi salah satu urat nadi transportasi darat untuk mendukung aktivitas sehari-hari, distribusi barang, hingga pergerakan ekonomi masyarakat.

Karena itu, pemasangan portal pembatas tonase dipandang tepat sebagai upaya preventif untuk memastikan infrastruktur jalan tetap dapat digunakan secara optimal dalam jangka panjang. Menjaga jalan, pada akhirnya, bukan hanya soal mempertahankan aspal tetap terbentang. Di baliknya ada mobilitas warga, roda perekonomian, distribusi kebutuhan pokok, serta konektivitas antarkecamatan yang harus terus dijaga.

Editor: Aspian Nur

Portal yang jadi Akses Tiga Kecamatan di Kukar Kembali Terpasang, Camat Kembang Janggut Minta Masyarakat Ikut Menjaga

Kamis, 20/08/2026

Pemasangan portal pembatas tonase di akses jalur Kawasan Desa Sebelimbingan. (Foto: dishub.dok)

Share

Berita Terkait