Minggu, 09/08/2026
Minggu, 09/08/2026
Ilusrasi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Minggu, 09/08/2026

Ilusrasi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
Penulis: Muhammad Anshori
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) hingga kini belum berjalan merata.
Kondisi geografis yang didominasi kawasan rawa dan rawan banjir menjadi kendala utama, terutama karena desain bangunan yang diwajibkan menggunakan konstruksi beton.
Anggota DPRD Kukar Taufik Ridiannur meminta pemerintah segera mencari solusi agar program nasional ini tidak terhambat akibat desain yang tidak sesuai dengan karakteristik wilayah.
Wilayah seperti Kecamatan Muara Wis dan Muara Muntai memiliki kondisi alam yang berbeda dari perkotaan. Pembangunan dengan pondasi beton di kawasan rawa dinilai kurang memungkinkan.
"Di dua desa ini memang rawan banjir. Biasanya bangunan wilayah itu pasti menggunakan tiang ulin, sedangkan bangunan KDMP ini bahannya beton,” kata Taufik, Minggu (9/8/2026).
Kalau pemerintah tetap mempertahankan spesifikasi beton maka lokasi pembangunan harus dipindahkan ke desa yang memiliki dataran lebih tinggi.
Di Muara Wis, Desa Lebak Mantan dan Lebak Cilong bisa menjadi alternatif, sementara di Muara Muntai, wilayah seperti Ngoroleka dan Perian dinilai lebih siap untuk konstruksi beton.
"Sampai saat ini belum ada bangunan fisik di beberapa titik, ini membuat kami belum bisa mengukur tingkat keberhasilan program KDMP di Kukar secara utuh. Tetapi, kami tetap mendukung program pusat ini demi kepentingan masyarakat, asal ada penyesuaian kebijakan di lapangan," kata Taufik lagi.
Camat Muara Muntai Mulyadi menambahkan, dari seluruh wilayah tersebut baru dua desa yang menunjukkan progres pembangunan fisik KDMP.
"Ada dua desa yang sudah berjalan, Desa Perian dan Desa Lekaq. Untuk Desa Perian progresnya sudah 80 persen, sedangkan di Desa Lekaq sudah 90 persen atau hampir selesai," jelas Mulyadi.
Kedua desa tersebut berhasil dibangun karena kondisi lahannya memang memungkinkan untuk fondasi beton. Sementara desa lainnya mayoritas berada di kawasan rawa.
Mengubah desain bangunan menjadi model panggung atau bertiang adalah solusi terbaik untuk wilayah rawa.
Pembangunan KDMP ke depan diharaokan tidak sekadar mengejar target fisik, melainkan turut mempertimbangkan karakteristik lokal desa.
"Kami juga mendorong supaya KDMP dapat bermitra dengan UMKM setempat untuk mendongkrak roda perekonomian masyarakat desa," ujar Mulyadi.
Editor: Aspian Nur
Minggu, 09/08/2026
Ilusrasi. (Foto: Dok.Ai Gemini Flash/Muhammad Anshori)
TERPOPULER