Minggu, 09/08/2026
Minggu, 09/08/2026
Abdul Rasid saat menyampaikan sambutan di kegiatan anniversary ke 15 Grup Bahasa Kutai. (Foto: dprdkukar.dok)
Minggu, 09/08/2026

Abdul Rasid saat menyampaikan sambutan di kegiatan anniversary ke 15 Grup Bahasa Kutai. (Foto: dprdkukar.dok)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Bahasa Kutai bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari. Didalamnya tersimpan identitas, sejarah serta kekayaan budaya masyarakat Kutai yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid saat menghadiri Syukuran Grup Bahasa Kutai ke-15 yang digelar di Hotel Fatma, Tenggarong Sabtu (8/8/2026) kemarin.
Bahasa Kutai perlu terus dijaga dan dikembangkan agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Bahasa Kutai harus terus kembangkan dan lestarikan karena ini merupakan aset kita yang harus dijaga. Ini adalah identitas dan ciri khas masyarakat Kutai yang ada di Kalimantan Timur,” kata Rasid kepada korankaltim.com, Minggu (9/8/2026).
Pelestarian bahasa daerah tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan budaya atau komunitas. Upaya tersebut perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk dunia pendidikan.
Menurut Politikus Golkar ini, sekolah dapat menjadi salah satu ruang strategis untuk memperkenalkan bahasa Kutai kepada generasi muda.
Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mengetahui keberadaan bahasa daerahnya, tetapi juga memahami nilai budaya yang melekat di dalamnya.
DPRD Kukar akan terus mendorong agar bahasa Kutai dapat diperkenalkan dan dipelajari di lingkungan sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan bahasa Kutai tetap memiliki ruang di tengah perkembangan teknologi, informasi, dan penggunaan bahasa yang semakin beragam.
“Pelestarian harus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui lingkungan pendidikan. Generasi muda perlu dikenalkan dan diajarkan bahasa Kutai agar mereka memahami dan ikut menjaga warisan budaya daerah,” tuturnya.
Momentum Syukuran Grup Bahasa Kutai ke-15 pun menjadi pengingat bahwa pelestarian bahasa daerah membutuhkan konsistensi dan keterlibatan bersama. Komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, serta generasi muda memiliki peran masing-masing dalam menjaga agar bahasa Kutai tetap hidup.
Pelestarian bahasa Kutai pada akhirnya bukan hanya tentang mempertahankan kata-kata dan cara bertutur, tetapi juga menjaga jejak sejarah dan identitas masyarakat Kutai agar tetap dikenal oleh generasi yang akan datang.
“Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, bahasa Kutai diharapkan tidak sekadar menjadi warisan masa lalu, melainkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan identitas budaya Kalimantan Timur di masa depan,” tegas Rasid.
Editor: Aspian Nur
Minggu, 09/08/2026
Abdul Rasid saat menyampaikan sambutan di kegiatan anniversary ke 15 Grup Bahasa Kutai. (Foto: dprdkukar.dok)
TERPOPULER