Selasa, 11/08/2026

Sungai Mahakam Mengering Nelayan Muara Muntai Tetap Bertahan, Ancaman Longsor Mengintai di Empat Titik

Selasa, 11/08/2026

Kemarau ekstrem sebabkan air sungai Desa Muara Aloh, Kecamatan Muara Muntai mengering. (Foto: Dok.Pemdes Muara Aloh)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Sungai Mahakam Mengering Nelayan Muara Muntai Tetap Bertahan, Ancaman Longsor Mengintai di Empat Titik

Selasa, 11/08/2026

logo

Kemarau ekstrem sebabkan air sungai Desa Muara Aloh, Kecamatan Muara Muntai mengering. (Foto: Dok.Pemdes Muara Aloh)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Kondisi kekeringan akibat kemarau panjang di wilayah Hulu Sungai Mahakam, khususnya Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini berada pada tahap yang mengkhawatirkan. 

Fenomena alam ini memicu keretakan tanah ekstrem di sepanjang pinggiran sungai yang mengancam keselamatan warga melalui potensi bencana longsor.

Camat Muara Muntai Mulyadi mengungkapkan, retakan tanah masif terjadi akibat cuaca panas yang sangat terik. Kondisi ini membuat struktur tanah di tepi sungai merenggang dan merekah. Ancaman terbesar justru akan muncul saat hujan tiba-tiba turun dan langsung membasahi tanah yang retak tersebut.

"Cuaca panas ekstrem membuat tanah merekah. Kalau tiba-tiba ada hujan, air akan masuk ke rekahan dan langsung merusak struktur tanah. Itu yang paling kami khawatirkan karena bisa mempercepat terjadinya longsor," kata Mulyadi, kepada Korankaltim.com Selasa (11/8/2026).

Pemerintah Kecamatan Muara Muntai mencatat ada empat titik rawan longsor yang menjadi fokus perhatian utama saat ini. Di Desa Batu sudah terjadi longsor sebelumnya dan memicu rapat darurat bersama Asisten I Setkab Kukar serta dinas terkait. Kemudian  di Pulau Harapan ditemukan satu titik rekahan tanah baru yang letaknya berseberangan sungai.

Selanjutnya Muara Muntai Ilir, terdeteksi dua titik kritis dengan tingkat kecuraman tebing sungai yang sangat tajam dan membahayakan fondasi jalan jembatan.

"Tim gabungan dari instansi teknis Kabupaten Kukar dijadwalkan akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan visual dan menguji kelayakan infrastruktur jalan yang terdampak," papar Mulyadi.

Meski kondisi kekeringan ini disebut terdampak oleh warga, Mulyadi memastikan roda ekonomi dan pelayanan dasar di wilayahnya tidak lumpuh. Sumber pendapatan masyarakat dari sektor perikanan juga dipastikan masih normal dan stabil. 

"Pasokan ikan dari sungai masih mampu menopang kebutuhan ekonomi harian warga, nelayan juga sampai saat ini tak ada keluhan terkait kekeringan air sungai," ungkapnya.

Pihak Kecamatan memastikan operasional PDAM setempat dilaporkan aman dan tetap berfungsi normal tanpa kendala pasokan air baku.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama relawan desa di Muara Muntai dikerahkan untuk aktif melakukan penyiraman berkala ke rumah-rumah panggung kayu milik warga untuk menekan suhu panas bumi dan mencegah potensi kebakaran pemukiman.

"Kami minta warga untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan jalur jembatan utama, mengingat pergeseran tanah terus dipantau secara ketat oleh pihak kecamatan dan aparat desa," pungkas Mulyadi.

Editor: Aspian Nur

Sungai Mahakam Mengering Nelayan Muara Muntai Tetap Bertahan, Ancaman Longsor Mengintai di Empat Titik

Selasa, 11/08/2026

Kemarau ekstrem sebabkan air sungai Desa Muara Aloh, Kecamatan Muara Muntai mengering. (Foto: Dok.Pemdes Muara Aloh)

Share

Berita Terkait