Minggu, 09/08/2026
Minggu, 09/08/2026
Kunjungan silaturahmi Ketua DPRD Kukar dan manajemen PT PHSS. (Foto: dprdkukar.dok)
Minggu, 09/08/2026

Kunjungan silaturahmi Ketua DPRD Kukar dan manajemen PT PHSS. (Foto: dprdkukar.dok)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG - Pekan lalu, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Ahmad Yani bersilaturahmi ke PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) lewat kegiatan bertajuk Forum Diskusi Kelembagaan yang digelar di Samarinda.
Selain menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi kelembagaan, PHSS diketahui pernah menjadi bagian dari perjalanan akademik Ahmad Yani saat menempuh pendidikan di Universitas Trisakti Jakarta.
Yani hadir pada forum diskusi itu sebagai nara sumber untuk berbagi pengetahuan sekaligus berdiskusi mengenai hubungan kelembagaan antara DPRD dengan perusahaan yang menjalankan kegiatan hulu minyak dan gas (migas).
PHSS sendiri bukan sekadar perusahaan yang memiliki aktivitas operasi di wilayah Kukar tapi juga memiliki keterkaitan dengan perjalanan akademik sang nara sumber.
Dalam perjalanan pendidikannya di kampus Universitas Trisakti, Yani mengangkat kajian di bidang Teknik Perminyakan dengan topik “Analisa Penggunaan Surfaktan Nabati Terhadap Crude Oil X-KT untuk Proses EOR” yang mana PHSS menjadi tempat yang berkaitan dengan pelaksanaan riset akademik tersebut.
Sekarang setelah berada dalam kapasitas sebagai Ketua DPRD Kukar, Yani kembali berinteraksi dengan PHSS dalam ruang yang berbeda. Jika sebelumnya berada dalam konteks penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, kali ini pertemuan berlangsung dalam kerangka silaturahmi serta penguatan komunikasi kelembagaan.
Yani menyambut baik forum yang mempertemukan unsur legislatif dan manajemen perusahaan dalam suasana dialog serta berbagi pengetahuan.
Komunikasi antara DPRD dan pelaku industri hulu migas penting untuk membangun pemahaman bersama, terutama karena aktivitas migas memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan daerah dan kepentingan masyarakat.
Satu diantara materi yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah sharing knowledge mengenai kajian akademik Ahmad Yani terkait penggunaan surfaktan nabati terhadap crude oil untuk proses Enhanced Oil Recovery (EOR).
EOR merupakan salah satu metode yang digunakan dalam industri perminyakan untuk meningkatkan perolehan minyak dari reservoir. Kajian mengenai pemanfaatan surfaktan nabati menjadi bagian dari upaya akademik untuk melihat kemungkinan penggunaan material tertentu dalam mendukung proses peningkatan produksi minyak.
Pertemuan Yani dengan PHSS pada akhirnya memiliki makna lebih dari sekadar agenda kelembagaan. Ada perjalanan yang mempertemukan kembali dunia akademik dengan tugas pengabdian di pemerintahan daerah.
Perjalanan itu menjadi gambaran bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dapat terus dibawa dan dimanfaatkan dalam ruang pengabdian yang lebih luas.
PHSS sendiri menegaskan komitmennya untuk menjalankan operasi hulu migas secara selamat, andal, patuh dan berkelanjutan, sekaligus membangun hubungan kelembagaan yang sinergis dan transparan dengan lembaga serta instansi pemerintah daerah.
“Silaturahmi kami dengan PHSS diharapkan menjadi contoh bahwa pertemuan antara legislatif dan dunia usaha tidak harus berhenti pada agenda formal. Ketika dibangun melalui dialog, berbagi pengetahuan dan saling memahami fungsi masing-masing, hubungan kelembagaan dapat menjadi jembatan untuk mendorong pembangunan daerah yang lebih baik,” kata Yani kepada Korankaltim.com, Minggu (9/8/2026) hari ini.
Dari sebuah riset akademik di bidang perminyakan, perjalanan itu kini berlanjut menjadi ruang pengabdian dan penguatan sinergi bagi daerah.
“Semoga sinergi ini bisa banyak memberi manfaat bagi Kalimantan Timur pada umumnya dan khususnya bagi Kutai Kartanegara,” harap Yani.
Editor: Aspian Nur
Minggu, 09/08/2026
Kunjungan silaturahmi Ketua DPRD Kukar dan manajemen PT PHSS. (Foto: dprdkukar.dok)
TERPOPULER