Minggu, 09/08/2026

Tidak Ada Korban Tambahan Pasca Keracunan MBG di Sebulu 

Minggu, 09/08/2026

Situasi Puskesmas Sebulu I, Kecamatan Sebulu. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tidak Ada Korban Tambahan Pasca Keracunan MBG di Sebulu 

Minggu, 09/08/2026

logo

Situasi Puskesmas Sebulu I, Kecamatan Sebulu. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Penulis: Muhammad Anshori

KORANKAKTIM.COM, TENGGARONG - Camat Sebulu, Edy Fahruddin, memastikan  situasi pasca insiden keracunan Makanan Bergizi Geratis (MBG) di wilayahnya hingga saat dalam kondisi aman dan  tidak ada laporan mengenai adanya korban tambahan terkait kasus dugaan keracunan massal tersebut.

Berdasarkan pemantauan terakhir, kondisi para pasien yang sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan dilaporkan terus membaik. Tidak adanya pasien baru atau korban lama yang kembali mengeluhkan gejala ke Puskesmas Sebulu jadi indikator kuat penanganan medis telah berjalan optimal dan tuntas.

"Kalau tidak ada lagi keluhan dan tidak ada warga yang kembali datang ke Puskesmas, situasi saat ini bisa dikatakan sudah aman dan terkendali," kata Edy, Minggu (9/8/2026).

Terkait dengan penyebab pasti dari penurunan kualitas makanan tersebut Edy menyatakan pihak berwenang masih menunggu hasil resmi pengujian sampel dari laboratorium. Sesuai prosedur teknis, proses uji laboratorium ini diperkirakan memakan waktu antara satu hingga dua minggu.

Edy juga enggan berspekulasi lebih jauh mengenai detail penyebab medis maupun kesalahan teknis pengolahan makanan. Ia menyerahkan sepenuhnya perkara pemeriksaan tersebut kepada instansi dan bagian yang lebih memahami bidang tersebut.

"Untuk hasil lab secara teknis itu memakan waktu satu sampai dua minggu. Saya pribadi kurang paham detail teknisnya, jadi biarkan bagian yang memang ahli dan berwenang yang nanti menjelaskan hasilnya," ujarnya.

Meskipun data terakhir mencatat jumlah akumulasi korban sempat menyentuh angka 85 orang sebelum seluruhnya membaik, Edy Fahruddin berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi besar. Ia menekankan bahwa ke depannya, beban pengawasan mutu tidak boleh ditumpukan kepada para ibu atau orang tua murid saja.

Jika program MBG ini kembali berjalan, mekanisme pengawasan sejak awal rantai distribusi harus diperketat secara ketat.

Setiap satuan pendidikan diminta memaksimalkan peran Person in Charge (PIC) atau petugas penanggung jawab di masing-masing sekolah.

PIC sekolah wajib melakukan pengecekan kelayakan secara ketat terhadap setiap porsi makanan sebelum dibagikan langsung kepada para siswa.

"Harapan saya, ke depan pengawasan harus diperketat. Sebelum makanan diberikan kepada anak-anak kita, semuanya harus dicek terlebih dahulu. Optimalkan peran PIC di sekolah untuk menyaring kelayakan makanan agar tidak ada lagi kekhawatiran atau trauma pada ibu-ibu dan anak-anak kita saat bersekolah," pungas Edy.

Editor: Aspian Nur

Tidak Ada Korban Tambahan Pasca Keracunan MBG di Sebulu 

Minggu, 09/08/2026

Situasi Puskesmas Sebulu I, Kecamatan Sebulu. (Foto: Muhammad Anshori/KoranKaltim.com)

Share

Berita Terkait