Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, Agung Putra Raharjo mengatakan, pengiriman mesin dilakukan bersamaan dengan pengerjaan infrastruktur pendukung di lokasi. Saat ini tim di lapangan menyiapkan pondasi mesin, fasilitas tangki bahan bakar minyak (BBM), serta sarana untuk menyalurkan daya ke sistem kelistrikan.
“Tim di lapangan terus mengerjakan pondasi mesin, fasilitas tangki BBM serta sarana evakuasi daya. Pekerjaan ini berjalan bersamaan dengan proses pengiriman mesin agar setelah seluruh peralatan tiba, tahapan pemasangan dan pengujian dapat segera dilanjutkan,” ujar Agung kepada Korankaltim.com, Selasa (13/10/2026).
Terkait pengiriman, Agung menjelaskan mesin pembangkit beserta peralatan pendukungnya saat ini masih dalam perjalanan menuju Melak. Kedatangan diperkirakan pada minggu ketiga hingga keempat Oktober 2026, dengan mempertimbangkan kondisi perjalanan dan kelancaran pengiriman.
Meski diperkirakan tiba pada akhir Oktober, mesin tersebut belum bisa langsung digunakan untuk menambah pasokan listrik. PLN masih harus menyelesaikan pemasangan, menghubungkan mesin dengan Sistem Kelistrikan Melak, serta melakukan pemeriksaan dan pengujian teknis sebelum pembangkit dinyatakan siap beroperasi.
Penambahan kapasitas 5 MW ini diharapkan membantu memperkuat pasokan listrik di Melak dan sekitarnya, terutama di tengah keterbatasan daya yang selama ini menjadi salah satu kendala pelayanan kelistrikan di wilayah tersebut.
Terpisah, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda Adrian Sitompul menambahkan, penanganan kelistrikan tidak hanya dilakukan melalui penambahan mesin. PLN juga terus menangani pembangkit yang mengalami gangguan maupun masih menjalani pemeliharaan, serta mengoptimalkan unit yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan secara bersamaan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.
Adrian menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi kelistrikan. Ia memastikan PLN terus mengawal proses penanganan, termasuk percepatan penambahan kapasitas pembangkit.
“Kami memahami kondisi yang dirasakan masyarakat dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berbagai upaya terus kami lakukan, baik melalui penanganan pembangkit yang ada maupun percepatan penambahan kapasitas 5 MW ini,” ujar Adrian.
Setelah seluruh tahapan pemasangan dan pengujian selesai, mesin tambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasok sekaligus memperkuat cadangan daya Sistem Kelistrikan Melak.
Editor: Aspian Nur
Manajer PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Melak, Agung Putra Raharjo mengatakan, pengiriman mesin dilakukan bersamaan dengan pengerjaan infrastruktur pendukung di lokasi. Saat ini tim di lapangan menyiapkan pondasi mesin, fasilitas tangki bahan bakar minyak (BBM), serta sarana untuk menyalurkan daya ke sistem kelistrikan.
“Tim di lapangan terus mengerjakan pondasi mesin, fasilitas tangki BBM serta sarana evakuasi daya. Pekerjaan ini berjalan bersamaan dengan proses pengiriman mesin agar setelah seluruh peralatan tiba, tahapan pemasangan dan pengujian dapat segera dilanjutkan,” ujar Agung kepada Korankaltim.com, Selasa (13/10/2026).
Terkait pengiriman, Agung menjelaskan mesin pembangkit beserta peralatan pendukungnya saat ini masih dalam perjalanan menuju Melak. Kedatangan diperkirakan pada minggu ketiga hingga keempat Oktober 2026, dengan mempertimbangkan kondisi perjalanan dan kelancaran pengiriman.
Meski diperkirakan tiba pada akhir Oktober, mesin tersebut belum bisa langsung digunakan untuk menambah pasokan listrik. PLN masih harus menyelesaikan pemasangan, menghubungkan mesin dengan Sistem Kelistrikan Melak, serta melakukan pemeriksaan dan pengujian teknis sebelum pembangkit dinyatakan siap beroperasi.
Penambahan kapasitas 5 MW ini diharapkan membantu memperkuat pasokan listrik di Melak dan sekitarnya, terutama di tengah keterbatasan daya yang selama ini menjadi salah satu kendala pelayanan kelistrikan di wilayah tersebut.
Terpisah, Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Samarinda Adrian Sitompul menambahkan, penanganan kelistrikan tidak hanya dilakukan melalui penambahan mesin. PLN juga terus menangani pembangkit yang mengalami gangguan maupun masih menjalani pemeliharaan, serta mengoptimalkan unit yang tersedia. Langkah tersebut dilakukan secara bersamaan untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.
Adrian menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat kondisi kelistrikan. Ia memastikan PLN terus mengawal proses penanganan, termasuk percepatan penambahan kapasitas pembangkit.
“Kami memahami kondisi yang dirasakan masyarakat dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Berbagai upaya terus kami lakukan, baik melalui penanganan pembangkit yang ada maupun percepatan penambahan kapasitas 5 MW ini,” ujar Adrian.
Setelah seluruh tahapan pemasangan dan pengujian selesai, mesin tambahan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasok sekaligus memperkuat cadangan daya Sistem Kelistrikan Melak.
Editor: Aspian Nur