Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Berau Expo 2026 menjadi salah satu upaya memperluas promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
3 menit baca5 kali dibaca

Penulis: Indri
KORANKALTIM.COM, TANJUNG REDEB – Berau Expo 2026 menjadi salah satu upaya memperluas promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.
Sebanyak 143 tenant disiapkan untuk meramaikan kegiatan yang berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 di Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb.
Mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera”, pameran ini tidak hanya menampilkan program pembangunan pemerintah daerah, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat, termasuk pengunjung dari luar Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyebutkan, 143 tenant tersebut terdiri dari 68 tenant di dalam gedung dan 75 tenant di area luar.
Penataan peserta dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas lokasi dan kebutuhan masing-masing pihak. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau untuk mengakomodasi UMKM binaan.
Nanang berharap keikutsertaan dalam expo dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menunjukkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Kita berharap pengunjung dari luar daerah, seperti Kutai Timur dan Bulungan, bisa melihat langsung bahwa produk UMKM Berau memiliki kualitas dan kemasan yang baik,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi salah satu tantangan bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya mengandalkan penjualan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga membangun daya tarik produk melalui kualitas, kemasan, dan kreativitas.
Ketua EO Mata Sanggam, Morten, menjelaskan, Berau Expo 2026 dirancang dengan memadukan pameran pembangunan, bazar UMKM, hiburan rakyat, serta pertunjukan seni dan budaya. Sebanyak 13 kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, perusahaan, dan berbagai komunitas turut mendapat ruang dalam kegiatan tersebut.
Dari sisi penataan, Gedung Graha Pemuda akan digunakan untuk stan OPD, organisasi yang berafiliasi dengan pemerintah, dan UMKM binaan. Sementara itu, area lapangan difokuskan untuk panggung hiburan.
Panitia juga tidak lagi menggunakan tenda besar seperti pada penyelenggaraan sebelumnya agar ruang penonton lebih luas dan masyarakat dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman.
Di sisi lain, pengaturan lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi. Rekayasa lalu lintas diberlakukan setiap hari mulai pukul 16.00 WITA melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas.
Pada ruas Jalan Pemuda dari Simpang Brokol menuju KFC, kedua lajur akan dibuka. Sebaliknya, dari arah KFC menuju Brokol, hanya satu lajur yang dibuka untuk kendaraan, sedangkan sisi lainnya dimanfaatkan untuk parkir dan penempatan tenant UMKM.
Jika kepadatan meningkat, kendaraan dari kawasan Jalan Manggis akan diarahkan melalui Jalan Anggur. Area parkir juga disiapkan di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Manggis, Jalan Anggur, Jalan Kartini, dan Jalan S. Parman, sesuai kondisi di lapangan.
Morten mengatakan, persiapan kegiatan telah memasuki tahap dekorasi stan pada 12–14 Oktober. Selanjutnya, panitia menjadwalkan gladi serta pengujian beban instalasi listrik dan kebutuhan teknis lainnya paling lambat 15 Oktober.
Selain pameran, panggung hiburan akan menampilkan seni budaya, paguyuban, komunitas, dan musisi lokal mulai sekitar pukul 19.30 WITA atau setelah salat Isya. Fabio Aser dijadwalkan tampil pada hari pertama, Hafiz pada hari kedua, Mesa Hira pada hari keenam, dan The Rain Band pada malam penutupan.
Melalui perpaduan promosi ekonomi dan pertunjukan budaya, Berau Expo 2026 diharapkan tidak hanya menarik kunjungan masyarakat selama sepuluh hari, tetapi juga membuka peluang pemasaran bagi UMKM dan memperluas ruang ekspresi bagi talenta lokal.
“Ekonomi tumbuh, budaya lestari, Berau sejahtera. Itu yang ingin kita hadirkan melalui kegiatan ini, dengan memberikan ruang bagi UMKM, budaya, dan pariwisata,” tandasnya.
Editor: Erwin
Sebanyak 143 tenant disiapkan untuk meramaikan kegiatan yang berlangsung pada 16–25 Oktober 2026 di Lapangan Pemuda dan Gedung Graha Pemuda, Tanjung Redeb.
Mengusung tema “Ekonomi Tumbuh, Budaya Lestari, Berau Sejahtera”, pameran ini tidak hanya menampilkan program pembangunan pemerintah daerah, tetapi juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat, termasuk pengunjung dari luar Kabupaten Berau.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Berau, Nanang Bakran, menyebutkan, 143 tenant tersebut terdiri dari 68 tenant di dalam gedung dan 75 tenant di area luar.
Penataan peserta dilakukan dengan mempertimbangkan kapasitas lokasi dan kebutuhan masing-masing pihak. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau untuk mengakomodasi UMKM binaan.

Nanang berharap keikutsertaan dalam expo dapat menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk menunjukkan kualitas produk sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Kita berharap pengunjung dari luar daerah, seperti Kutai Timur dan Bulungan, bisa melihat langsung bahwa produk UMKM Berau memiliki kualitas dan kemasan yang baik,” ungkapnya.
Harapan tersebut menjadi salah satu tantangan bagi pelaku UMKM untuk tidak hanya mengandalkan penjualan selama kegiatan berlangsung, tetapi juga membangun daya tarik produk melalui kualitas, kemasan, dan kreativitas.
Ketua EO Mata Sanggam, Morten, menjelaskan, Berau Expo 2026 dirancang dengan memadukan pameran pembangunan, bazar UMKM, hiburan rakyat, serta pertunjukan seni dan budaya. Sebanyak 13 kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), perbankan, perusahaan, dan berbagai komunitas turut mendapat ruang dalam kegiatan tersebut.
Dari sisi penataan, Gedung Graha Pemuda akan digunakan untuk stan OPD, organisasi yang berafiliasi dengan pemerintah, dan UMKM binaan. Sementara itu, area lapangan difokuskan untuk panggung hiburan.
Panitia juga tidak lagi menggunakan tenda besar seperti pada penyelenggaraan sebelumnya agar ruang penonton lebih luas dan masyarakat dapat menikmati pertunjukan dengan nyaman.
Di sisi lain, pengaturan lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi. Rekayasa lalu lintas diberlakukan setiap hari mulai pukul 16.00 WITA melalui koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas.
Pada ruas Jalan Pemuda dari Simpang Brokol menuju KFC, kedua lajur akan dibuka. Sebaliknya, dari arah KFC menuju Brokol, hanya satu lajur yang dibuka untuk kendaraan, sedangkan sisi lainnya dimanfaatkan untuk parkir dan penempatan tenant UMKM.






Jika kepadatan meningkat, kendaraan dari kawasan Jalan Manggis akan diarahkan melalui Jalan Anggur. Area parkir juga disiapkan di sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Manggis, Jalan Anggur, Jalan Kartini, dan Jalan S. Parman, sesuai kondisi di lapangan.
Morten mengatakan, persiapan kegiatan telah memasuki tahap dekorasi stan pada 12–14 Oktober. Selanjutnya, panitia menjadwalkan gladi serta pengujian beban instalasi listrik dan kebutuhan teknis lainnya paling lambat 15 Oktober.
Selain pameran, panggung hiburan akan menampilkan seni budaya, paguyuban, komunitas, dan musisi lokal mulai sekitar pukul 19.30 WITA atau setelah salat Isya. Fabio Aser dijadwalkan tampil pada hari pertama, Hafiz pada hari kedua, Mesa Hira pada hari keenam, dan The Rain Band pada malam penutupan.
Melalui perpaduan promosi ekonomi dan pertunjukan budaya, Berau Expo 2026 diharapkan tidak hanya menarik kunjungan masyarakat selama sepuluh hari, tetapi juga membuka peluang pemasaran bagi UMKM dan memperluas ruang ekspresi bagi talenta lokal.
“Ekonomi tumbuh, budaya lestari, Berau sejahtera. Itu yang ingin kita hadirkan melalui kegiatan ini, dengan memberikan ruang bagi UMKM, budaya, dan pariwisata,” tandasnya.
Editor: Erwin

Pusat gempa berada di laut 19 km Selatan Kodi, Sumba Barat Daya
12 Okt 2026, 23:56:33 WIB • Kedalaman 19 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG