Satu diantara langkah konkret yang dilakukan ialah penyerahan sarana dan prasarana (sapras) kepada 13 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), termasuk satu Posyandu baru, serta 12 Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling). Bantuan tersebut diharapkan menunjang kegiatan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan warga.
Ketua Panitia Penyelenggara, Johansyah, mengatakan keberhasilan rangkaian kegiatan tidak terlepas dari musyawarah dan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah kelurahan, ketua RT, kader PKK, Posyandu, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga unsur TNI-Polri turut terlibat dalam menyukseskan peringatan tersebut.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk membangun tali silaturahmi sekaligus memupuk kekompakan,” ujar Johansyah.
Sementara Lurah Karang Ambun Muliana menyebut capaian dan prestasi kelurahan selama ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar pembangunan dan peningkatan pelayanan publik dapat berjalan berkelanjutan.
Selain penyerahan sapras, kelurahan juga memperkuat program inovasi sosial melalui kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dukungan tersebut meliputi distribusi 1.500 kilogram beras bantuan pangan, penyaluran sayuran hasil pengelolaan Karang Taruna, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga lanjut usia (lansia).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kepedulian sosial, terutama dalam mendukung kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, keterlibatan Karang Taruna menunjukkan peran pemuda dalam mendukung pemberdayaan warga.
Perayaan HUT ke-21 juga dimeriahkan dengan jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lomba tumpeng, serta peragaan kostum berbahan daur ulang. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi kreativitas warga dan promosi usaha lokal.
Muliana menjelaskan, peringatan hari jadi yang semestinya berlangsung pada Juli lalu sempat ditunda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena El Niño. Meski demikian, ia bersyukur kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Semoga ke depannya daerah kita semakin pulih dan bebas dari karhutla,” ucapnya.
Ia berharap peringatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penguat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
“Kami berharap penyerahan sapras dan penguatan program pemberdayaan turut mendukung pelayanan publik yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya. (*)
Satu diantara langkah konkret yang dilakukan ialah penyerahan sarana dan prasarana (sapras) kepada 13 Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), termasuk satu Posyandu baru, serta 12 Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling). Bantuan tersebut diharapkan menunjang kegiatan pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan warga.
Ketua Panitia Penyelenggara, Johansyah, mengatakan keberhasilan rangkaian kegiatan tidak terlepas dari musyawarah dan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah kelurahan, ketua RT, kader PKK, Posyandu, Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), hingga unsur TNI-Polri turut terlibat dalam menyukseskan peringatan tersebut.
“Tujuan utama kegiatan ini untuk membangun tali silaturahmi sekaligus memupuk kekompakan,” ujar Johansyah.
Sementara Lurah Karang Ambun Muliana menyebut capaian dan prestasi kelurahan selama ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Karena itu, sinergi yang telah terbangun perlu terus dijaga agar pembangunan dan peningkatan pelayanan publik dapat berjalan berkelanjutan.
Selain penyerahan sapras, kelurahan juga memperkuat program inovasi sosial melalui kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dukungan tersebut meliputi distribusi 1.500 kilogram beras bantuan pangan, penyaluran sayuran hasil pengelolaan Karang Taruna, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga lanjut usia (lansia).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kepedulian sosial, terutama dalam mendukung kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat. Di sisi lain, keterlibatan Karang Taruna menunjukkan peran pemuda dalam mendukung pemberdayaan warga.
Perayaan HUT ke-21 juga dimeriahkan dengan jalan santai, pemeriksaan kesehatan gratis, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), lomba tumpeng, serta peragaan kostum berbahan daur ulang. Kegiatan ini sekaligus membuka ruang bagi kreativitas warga dan promosi usaha lokal.
Muliana menjelaskan, peringatan hari jadi yang semestinya berlangsung pada Juli lalu sempat ditunda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta fenomena El Niño. Meski demikian, ia bersyukur kegiatan dapat terlaksana dengan baik.
“Semoga ke depannya daerah kita semakin pulih dan bebas dari karhutla,” ucapnya.
Ia berharap peringatan ini tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi penguat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat.
“Kami berharap penyerahan sapras dan penguatan program pemberdayaan turut mendukung pelayanan publik yang lebih baik serta meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya. (*)