Minggu, 02/08/2026
Minggu, 02/08/2026
Calon Paskibraka Mahulu 2026 istirahat dan makan siang di sela-sela pemusatan pendidikan dan pelatihan yang berlangsung di Gedung Eks Dinas Kesehatan Mahulu, Ujoh Bilang. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Minggu, 02/08/2026

Calon Paskibraka Mahulu 2026 istirahat dan makan siang di sela-sela pemusatan pendidikan dan pelatihan yang berlangsung di Gedung Eks Dinas Kesehatan Mahulu, Ujoh Bilang. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mahakam Ulu (Mahulu), Yason Liah, mengatakan proses rekrutmen calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kini dilakukan secara lebih transparan melalui aplikasi yang dikembangkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Selain seleksi administrasi dan kemampuan fisik, rekam jejak peserta di media sosial juga menjadi salah satu aspek penilaian.
Yason menjelaskan, sejak 2023 seluruh daerah di Indonesia menggunakan sistem seleksi yang sama melalui aplikasi milik BPIP. Setiap peserta diwajibkan membuat akun menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang telah terintegrasi dengan data kependudukan sehingga tidak dapat dimanipulasi.
”Seluruh daerah menggunakan aplikasi yang sama dari BPIP. Peserta harus membuat akun menggunakan NIK yang sudah terintegrasi dengan data kependudukan, sehingga proses seleksi lebih transparan,” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (2/8/2026).
Ia menjelaskan, peserta yang dapat mengikuti seleksi berusia 16 hingga 18 tahun. Setelah lolos seleksi administrasi, peserta akan menjalani penilaian nilai rapor, tes intelegensi umum, tes wawasan kebangsaan, hingga pemeriksaan rekam jejak digital.
Menurut Yason, BPIP turut menelusuri aktivitas media sosial peserta, seperti Facebook dan Instagram, untuk memastikan calon Paskibraka tidak memiliki rekam jejak yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
”Rekam jejak peserta juga diperiksa, termasuk aktivitas di media sosial. Misalnya apakah pernah bergabung dengan kelompok yang berpaham radikal atau menyebarkan informasi hoaks. Itu menjadi bagian dari penilaian,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, Mahulu menetapkan 25 calon Paskibraka yang merupakan perwakilan dari lima kecamatan. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 23 orang.
Yason mengatakan seluruh peserta telah melalui proses seleksi yang ketat dan profesional. Mereka selanjutnya mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan dengan metode yang tidak hanya berfokus pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga pembentukan karakter.
”Materinya meliputi wawasan kebangsaan, integritas, pelatihan fisik, baris-berbaris, serta pembinaan karakter dan semangat kebersamaan. Tujuannya agar saat bertugas pada upacara HUT Kemerdekaan RI, mereka benar-benar siap, baik secara fisik maupun mental,” jelasnya.
Ia menambahkan, Mahulu juga mengirimkan empat peserta terbaik, terdiri dari dua putra dan dua putri, untuk mengikuti seleksi tingkat nasional melalui mekanisme BPIP. Peserta yang tidak lolos seleksi nasional nantinya akan bertugas sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Editor: Erwin
Minggu, 02/08/2026
Calon Paskibraka Mahulu 2026 istirahat dan makan siang di sela-sela pemusatan pendidikan dan pelatihan yang berlangsung di Gedung Eks Dinas Kesehatan Mahulu, Ujoh Bilang. (Foto: Julika/Korankaltim.com)
TERPOPULER