Senin, 20/07/2026
Senin, 20/07/2026
petugas damkar saat menempuh jalan menuju Mangkurawang (Dok.Awanglongdamkar)
Senin, 20/07/2026

petugas damkar saat menempuh jalan menuju Mangkurawang (Dok.Awanglongdamkar)
Penulis: Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Di tengah upaya pemadaman kebakaran di Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 21.30 Wita, beredar informasi palsu mengenai kejadian serupa di Kelurahan Mangkurawang.
Informasi tersebut cepat menyebar melalui media sosial dan grup WhatsApp, disertai video yang diklaim memperlihatkan kebakaran di kawasan Mangkurawang.
Kabar itu sempat memicu respons sejumlah relawan dan petugas pemadam kebakaran gabungan yang bergerak menuju lokasi. Namun, setelah menempuh perjalanan sekitar 10 hingga 15 menit, petugas tidak menemukan adanya kebakaran di wilayah tersebut.
Hasil penelusuran menunjukkan video yang beredar merupakan rekaman lama peristiwa kebakaran di Jalan Al Jawahir, Kelurahan Kampung Baru. Video itu disebarkan ulang dengan narasi menyesatkan seolah-olah kejadian baru di Mangkurawang.
Akibat informasi hoaks tersebut, konsentrasi petugas sempat terpecah saat proses pemadaman di Jalan Belida. Relawan Damkar Awang Long Sukarame, Rada (27), mengaku geram dengan tindakan penyebar informasi bohong tersebut.
Menurutnya, aksi semacam itu bukan sekadar candaan, tetapi dapat menghambat proses penanganan keadaan darurat.
“Kami sangat menyayangkan ulah oknum yang menyebarkan informasi palsu.
Saat menerima kabar itu, kami langsung bergerak karena menganggap ada kebakaran baru yang harus segera ditangani. Setelah sampai ternyata tidak ada apa-apa. Hal seperti ini sangat merugikan karena membuang waktu, tenaga, bahkan bisa mengganggu penanganan kebakaran yang sebenarnya. Ini tidak bisa ditoleransi,” tegas Rada dikonfirmasi Korankaltim.com, Senin (20/7/2026) malam.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun meneruskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, terutama terkait kejadian darurat yang dapat memicu kepanikan publik. Hal senada disampaikan Doli Ramadani (33), warga Tenggarong.
Ia mengaku sempat panik ketika menerima informasi kebakaran di Mangkurawang karena memiliki keluarga yang tinggal di kawasan tersebut.
“Begitu mendapat informasi itu saya langsung menelepon saudara yang tinggal di Mangkurawang. Saya khawatir rumah mereka terdampak kebakaran.
Syukurlah setelah dikonfirmasi ternyata kabar itu tidak benar. Saya berharap masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dan jangan asal menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya,” ujar Doli.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa penyebaran informasi palsu, khususnya terkait situasi darurat, dapat menimbulkan kepanikan, menghambat kerja petugas, serta berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima melalui sumber resmi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Sikap bijak dalam bermedia sosial menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah meluasnya dampak negatif akibat penyebaran hoaks.
Editor: Erwin
Senin, 20/07/2026
petugas damkar saat menempuh jalan menuju Mangkurawang (Dok.Awanglongdamkar)
TERPOPULER