Jumat, 24/07/2026

Tekan Risiko Penyakit Jantung, YJI Kubar Fokus Edukasi dan Skrining Kesehatan

Jumat, 24/07/2026

Suasana pelantikan Pengurus YJI Cabang Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Tekan Risiko Penyakit Jantung, YJI Kubar Fokus Edukasi dan Skrining Kesehatan

Jumat, 24/07/2026

logo

Suasana pelantikan Pengurus YJI Cabang Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Penulis: Kusmas Riadi

KORANKALTIM.COM, SENDAWAR - Pengurus Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kutai Barat (YJI Kubar) masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ) Sendawar Jumat (24/7/2026) hari ini. Momentum tersebut menjadi langkah awal memperkuat gerakan edukasi, deteksi dini, dan penerapan pola hidup sehat guna menekan risiko penyakit jantung di tengah masyarakat.

Pelantikan dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji, Bupati Kubar Frederick Edwin, Ketua YJI Kaltim Wahyu Hernaningsih Seno, Sekretaris Daerah Kubar Erick Victory, Ketua TP PKK Kubar Maria Christina Mozes Edwin, serta jajaran pemerintah daerah, tenaga kesehatan, mitra perbankan dan pelajar.

Ketua Panitia pelantikan dr Hengky Pranandya Laksmana mengatakan, kepengurusan baru YJI Kubar berkomitmen menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung melalui berbagai program promotif dan preventif.

"Pelantikan ini menjadi awal pengabdian kami untuk menghadirkan program yang mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat dan memahami pentingnya pencegahan penyakit jantung sejak dini," kata Hengky.

Sebagai rangkaian kegiatan, YJI Kubar menggelar senam jantung sehat, talkshow bersama dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, serta layanan skrining kesehatan guna mendeteksi faktor risiko penyakit jantung sejak dini.

Terpisah, Wahyu Hernaningsih Seno mengatakan penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Karena itu, YJI memiliki peran strategis dalam memperluas edukasi kepada masyarakat agar budaya hidup sehat dapat diterapkan sejak usia dini.

Kepengurusan baru diharapkan segera menyusun program kerja yang terarah dan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata melalui edukasi, kampanye hidup sehat, pemeriksaan kesehatan berkala, hingga kegiatan yang menyasar kalangan pelajar dan komunitas.

"Kami ingin YJI menjadi organisasi yang aktif, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat melalui program-program yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesehatan," ujar Hernaningsih.

Frederick Edwin menegaskan pemerintah daerah mendukung setiap upaya yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurutnya, sebagian besar faktor risiko penyakit jantung dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup.

"Kesehatan adalah investasi jangka panjang. Mari kita mulai membiasakan pola hidup sehat dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja hingga masyarakat," sebut Frederick.

YJI Kubar didorong membangun sinergi dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan agar program promotif dan preventif dapat menjangkau masyarakat secara luas.

Sementara Seno Aji menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap gejala awal penyakit jantung. Menurutnya, masih banyak warga yang menganggap nyeri dada, sesak napas, atau mudah lelah sebagai keluhan biasa, sehingga terlambat memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

"Melalui Yayasan Jantung Indonesia, kita ingin masyarakat lebih peka terhadap gejala-gejala tersebut. Jangan ragu memeriksakan diri ke dokter agar penyakit dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan tepat," sebut Seno.

Kepengurusan baru YJI Kubar diminta mampu menjadi ujung tombak edukasi kesehatan di daerah. Keberhasilan organisasi, kata dia, bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan mencegah penyakit jantung sejak dini.

Editor: Aspian Nur

Tekan Risiko Penyakit Jantung, YJI Kubar Fokus Edukasi dan Skrining Kesehatan

Jumat, 24/07/2026

Suasana pelantikan Pengurus YJI Cabang Kubar. (Foto: Adi/Korankaltim.com)

Share

Berita Terkait