Jumat, 31/07/2026
Jumat, 31/07/2026
Mal Lembuswana. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Jumat, 31/07/2026

Mal Lembuswana. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, mengungkapkan terdapay satu investor yang menyatakan minat untuk mengelola Mal Lembuswana pasca berakhirnya kerja sama dengan pengelola lama di tahun ini.
Menurut Afif, investor tersebut bahkan telah memaparkan konsep pengembangannya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi II DPRD Kaltim. Investor yang dimaksud merupakan pengelola yang sama di kawasan Balikpapan Superblok (BSB), sementara pemerintah masih membuka peluang bagi investor lain untuk ikut menyampaikan penawaran.
“Yang sudah hearing dengan Komisi II baru satu, yakni pihak BSB. Kita masih menunggu investor lainnya sebagai bahan perbandingan,” ujarnya kepada Korankaltim, Kamis (30/7/2026).
Afif menjelaskan, selama masa transisi pengelolaan, Perusahaan Daerah (Perusda) Melati Bhakti Satya (MBS) akan bertugas mengelola sementara Mal Lembuswana. Di sisi lain, DPRD bersama Pemprov Kaltim tetap mendorong pencarian investor yang dinilai mampu mengembangkan aset tersebut dalam jangka panjang.
Ia menilai, pengalaman BSB dalam mengelola kawasan komersial di Balikpapan menjadi salah satu pertimbangan positif. Menurutnya juga, keberhasilan menghidupkan pusat perbelanjaan di Kota Samarinda menunjukkan pentingnya pengelolaan yang profesional dan inovatif.
“Saya pribadi mendukung MBS untuk mengelola sementara. Sambil berjalan, kita juga bisa melihat siapa investor yang paling tepat untuk mengembangkan Mal Lembuswana,” katanya.
Afif menambahkan, konsep yang dipresentasikan BSB mengarah pada pengembangan kawasan terpadu yang memadukan pusat perbelanjaan dengan fasilitas pendukung seperti hotel dan apartemen. Meski demikian, DPRD belum akan mengerucut pada satu calon pengelola karena masih menunggu investor lain yang berminat.
“Kita tidak mungkin hanya mengandalkan satu calon. Semakin banyak yang masuk, semakin banyak pilihan untuk menentukan konsep terbaik bagi Mal Lembuswana,” tuturnya.
Selain mencari investor, Komisi II tegasnya turut mengawal penyelesaian proses administrasi dalam masa transisi pengelolaan. Afif berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga pengembangan Mal Lembuswana bisa segera dimulai.
“Kita juga ingin pengelola sementara mampu menghadirkan berbagai kegiatan yang menarik minat masyarakat sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pelaku UMKM agar pusat perbelanjaan tersebut kembali ramai dikunjungi,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Jumat, 31/07/2026
Mal Lembuswana. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
TERPOPULER