Sabtu, 22/01/2022
Sabtu, 22/01/2022
Ilustrasi
Sabtu, 22/01/2022

Ilustrasi
KORANKALTIM.COM – Pusar atau udel merupakan bagian tubuh yang sangat sensitive dan rentan terpapar virus.
Tak banyak orang tahu kalau pakaian yang dikenakan dan gaya hidup yang dimiliki semuanya bisa menghasilkan keringat dan kotoran yang berkumpul di pusar.
Karena itu jagalah kebersihan pusar, karena kalau ada cairan putih, coklat atau kuning yang merembes keluar dari pusar maka bisa jadi itu karena infeksi.
Memposting di media sosial TikTok miliknya, ahli kesehatan dari Inggris, Dr Karan Rajan menjelaskan hal ini setelah mengetahui ada seorang wanita yang mengaku tidak pernah membersihkan pusarnya.
Si wanita menjelaskan dirinya telah memutuskan untuk membersihkan pusarnya setelah merasa sakit.
Saat terus membersihkan hingga dalam, si wanita menemukan banyak kotoran di pusar yang mengeras dan berusaha membuangnya.
Dr Rajan mengatakan itu dikenal sebagai batu pusar. "Pusar jadi tempat menumpuknya keringat, sel-sel kulit mati, minyak, kain pakaian, bakteri dan lainnya,” jelas Dr Karan dilansir dari laman Thesun Sabtu (22/1/2022) hari ini.
"Jika tidak dicuci secara teratur bisa membuat kotoran menumpuk dan mengeras menjadi omphalolith yang biasa dikenal dengan batu pusar. Batu pusar datang dalam beragam warna, biasanya hitam tapi bisa juga coklat muda," paparnya.
Kebanyakan orang tidak akan tahu hal ini dan mungkin hanya menyadari jika terjadi goresan atau infeksi.
Batu pusar terbentuk pada orang yang memiliki kebersihan yang buruk, pusar yang sangat dalam, kelebihan berat badan dan mereka yang memiliki banyak rambut di area tersebut.
Para ahli sebelumnya menemukan ribuan bakteri hidup di pusar. Sebuah penelitian bernama proyek Belly Button Biodiversity dilakukan terhadap sekitar 60 pusar manusia dan menemukan fakta ada 2.368 spesies bakteri secara total.
Beberapa spesies bakteri bahkan dianggap baru dalam sains. Pusar bersih memiliki sekitar 29 spesies tetapi yang tidak memiliki sebanyak 107. Jumlah jenis bakteri yang paling umum adalah sekitar 67.
Salah satu relawan ditemukan memiliki bakteri yang sebelumnya hanya ditemukan di tanah di Jepang. Apa yang membuatnya lebih tidak biasa adalah dia belum pernah ke negara itu.
Relawan lain tampaknya tidak mandi selama beberapa tahun dan menyimpan bakteri di pusarnya yang biasanya hidup dalam kondisi ekstrem seperti di lapisan es.
Editor: Aspian Nur
Sabtu, 22/01/2022
Ilustrasi
TERPOPULER