Kamis, 28/04/2022
Kamis, 28/04/2022
Momen saat wartawan dan tentara melarikan diri setelah mendengar suara drone di udara penanda akan datangnya bom. (Foto: thesun)
Kamis, 28/04/2022

Momen saat wartawan dan tentara melarikan diri setelah mendengar suara drone di udara penanda akan datangnya bom. (Foto: thesun)
KORANKALTIM.COM - “Ada drone Rusia! Lari!" itulah kalimat tegas dari Misha, seorang tentara Ukraina terdengar dengan nada keras, ditujukan kepada beberapa wartawan yang sedang meliput bangunan yang hancur di Kota Kharkiv, Ibu Kota Ukraina pada Rabu (27/4/2022) siang kemarin waktu setempat.
Spontan teriakan Misha membuat wartawan dan tentara termasuk Misha sendiri langsung berhamburan melarikan diri untuk mencari tempat aman, berlindung dari kekhawatiran rudal Rusia yang bisa menembak mereka hanya dalam hitungan menit.
Dilansir dari laman Thesun.co.uk Kamis (28/4/2022) hari ini, para tentara bersama media bergegas mencari perlindungan setelah mendengar suara kendaraan udara tak berawak Rusia di depan pemboman roket dan artileri besar-besaran yang menewaskan sedikitnya tiga orang.
Beberapa detik kemudian, saat Misha berteriak lari, mereka mulai berlari melalui labirin blok apartemen menuju mobil. Tentara melihat ke langit namun tak melihat drone tersebut.
"Kadang-kadang anda hanya memiliki dua atau tiga menit dari saat drone naik ke saat penembakan dimulai," ungkap tentara tersebut.
Pasukan garis depan Ukraina memang sudah sangat akrab dengan suara mesin dari pesawat mata-mata, yang menjelajahi reruntuhan flat bertingkat tinggi di Kharkiv Utara yang dibom untuk mencari kemungkinan sasaran baru.
Suara drone itu terdengar saat mereka melintas di Distrik Saltivka yang hancur yang seolah jadi penanda kepada tentara akan serangan yang mengancam.
Sebagian besar rumah di distrik tersebut luluh lantak, hanya beberapa penghuni yang sudah putus asa yang tinggal di tengah reruntuhan kurang dari dua mil dari jalur Rusia.
Beberapa saat sebelum serangan drone, tentara dan media melihat seorang lelakitua memasak di atas kompor terbuka di halaman karena flatnya tidak memiliki gas atau listrik.
Sebagian besar rumah yang dilewati telah direduksi menjadi cangkang kosong dan puing-puing oleh pemboman Rusia yang terjadi hampir tak henti-hentinya.
Di tempat lain, serangan roket tanpa henti telah membuat lubang menganga melalui dinding beton.
Misha memberi tahu kami dalam pemboman yang besar dia menghitung ada 80 ledakan sekaligus dimana Rusia meluncurkan roket ganda ke Kharkiv.
Kota kedua Ukraina itu juga telah dihantam oleh rudal jelajah Kalibr, roket Iskander dan tank serta peluru artileri. Vlad, anggota Unit Pertahanan Teritorial kota memberi tahu para tentara itu mereka sudah mencapai tempat yang relatif aman.
“Setengah jam setelah kita pergi, ada pemboman besar-besaran di tempat tadi kita berada,” ungkap Misha. “Ada tank, artileri dan roket Grad, semuanya dan itu berlangsung selama 90 menit,” paparnya.
Lebih dari 230 warga sipil sejauh ini tewas di Kharkiv sejak dimulainya perang pada Februari 2022 lalu dan 1.600 rumah telah dihancurkan. Kemarin pasukan Rusia melanjutkan serangan mereka di Ukraina Timur setelah Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah kalau tujuan perangnya akan "tercapai tanpa syarat".
Editor: Aspian Nur
Kamis, 28/04/2022
Momen saat wartawan dan tentara melarikan diri setelah mendengar suara drone di udara penanda akan datangnya bom. (Foto: thesun)
TERPOPULER