Rabu, 27/04/2022
Rabu, 27/04/2022
Gua Liang Bua, tempat dimana Hobbit diperkirakan bermukim dan masih ada sampai saat ini. (Foto: dailymail)
Rabu, 27/04/2022

Gua Liang Bua, tempat dimana Hobbit diperkirakan bermukim dan masih ada sampai saat ini. (Foto: dailymail)
KORANKALTIM.COM – Kisah tentang manusia bertubuh pendek tapi bukan kerdil dengan perut buncit dan tanpa alas kaki di film The Lord of the Rings yang diberi nama Hobbit, tayang pada tahun 2012 dan 2013 silam, masih terus dicari kebenarannya oleh para ahli sampai saat ini.
Ternyata, keberadaan Hobbit memang tak sekadar fiksi semata, karena kehidupan makhluk mini tersebut memang ada bahkan berada di Indonesia, tepatnya di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Mereka bermukim di dalam gua bernama Liang Bua yang terletak di dalam hutan yang lembab. Para arkeolog menemukan fakta mengejutkan tentang Hobbit pada tahun 2003 silam melalui tulang tengkorak yang bisa menghancurkan kepercayaan lama tentang evolusi manusia dan menjadi berita utama di seluruh dunia.
“Saya tidak terlalu terkejut jika seseorang telah menemukan alien,” kata paleoantropolog dan anggota tim Profesor Peter Brown dari University of New England, Australia tahun 2003 silam saat pertama kali tengkorak yang diduga makhluk dengan tinggi 4 kaki itu ditemukan di Flores.
Yang lebih mengejutkan daripada penemuan hobbit manusia tersebut yang diberi nama ilmiah Homo floresiensis adalah fakta mereka mungkin hidup berdampingan dengan manusia modern, Homo sapiens.
Memang, keberadaan Hobbit diduga masih ada. Selama hampir 20 tahun, desas-desus Hobbit tidak pernah mati dan terus tinggal di pegunungan terpencil di Indonesia Timur selama puluhan ribu tahun semakin meningkat.
Dr Gregory Forth, seorang profesor antropologi Inggris dan mantan akademisi Oxford mencoba mengungkap misteri manusia Hobbit dan terlihat penampakan dari saksi mata oleh lebih dari 30 orang yang menyebut Hobbit memang ada, keturunan langsung atau spesies “sepupu” yang mungkin masih hidup sampai sekarang.
“Saya menyimpulkan cara terbaik untuk menjelaskan apa yang mereka katakan kepada saya adalah hominin non-sapiens telah bertahan di Flores hingga saat ini atau baru-baru ini,” tulis Dr Forth di majalah The Scientist awal bulan ini, dilansir dari laman Dailymail.co.uk.
Terdengar aneh memang seperti mitos Big Foot atau Monster Loch Ness, tetapi kemungkinan kelangsungan hidup Hobbit manusia tidak pernah sepenuhnya diabaikan oleh para ilmuwan.
Memang, laporan dari misionaris yang dikirim ke Flores tentang “manusia mirip kera kecil” sudah ada sejak tahun 1920-an.
Dalam sebuah wawancara eksklusif, Dr Forth mengatakan bagaimana dia pertama kali mendengar tentang keberadaan Hobbit tahun 1984 ketika dia melakukan pekerjaan lapangan di pulau itu.
Kemudian pada 2001 ia mengunjungi suku Lio, suku purba yang tinggal di gubuk-gubuk terpencil di Flores, ribuan meter di atas permukaan laut.
Disinilah Dr Forth yang sekarang berusia 74 tahun, mendengar cerita yang lebih menarik lagi tentang makhluk-makhluk ini yang kadang-kadang terlihat oleh penduduk setempat di ketinggian pegunungan.
Penemuan Homo floresiensis di Gua Liang Bua dua tahun kemudian mengejutkan Dr Forth selama enam tahun karena konsisten dan sesuai dengan deskripsi yang telah diberikan penduduk desa selama beberapa dekade.
Kecil, beratnya sekitar 5 dan dengan kaki besar, Hobbit berjalan tegak, memiliki wajah humanoid dan otak sekitar sepertiga dari ukuran manusia modern.
Ciri-ciri kerangka yang berhubungan dengan mengunyah dan berjalan jelas menghubungkannya dengan genus, Homo (yang berarti manusia) dan spesies sapiens (artinya bijaksana).
Seiring waktu, banyak ilmuwan menyimpulkan makhluk itu mampu menggunakan alat dan bahkan membuat api. Homo sapiens berevolusi sekitar 200 ribu tahun yang lalu dan diketahui hidup bersama untuk sebagian waktu dengan spesies makhluk lainnya.
Homo neanderthalensis, yang menghilang sekitar 30.000 tahun yang lalu, diyakini sebagai spesies makhluk lebih muda dibandingkan dengan manusia modern.
Tulang dari 13 individu Hobbit akhirnya digali di Gua Liang Bua, satu-satunya situs dimana tulang seperti itu pernah ditemukan dimana spesies tersebut mungkin berevolusi antara 190.000 dan 50.000 tahun yang lalu, meskipun gambaran evolusinya tidak jelas.
Belum diketahui secara pasti kapan mereka menghilang, jika memang mereka menghilang dan selama periode waktu berapa mereka hidup berdampingan dengan manusia modern.
Tetapi jika Hobbit manusia hidup lebih lama dari Neanderthal maka mereka akan mengambil mahkota sebagai spesies manusia purba yang ada pada waktu yang paling dekat dengan kita.
Tidak diketahui pasti bagaimana Hobbit bisa berada di Flores atau dari mana asal mulanya, tetapi satu dari beberapa alasan mereka bertubuh kecil mungkin karena lokasi pulau itu sendiri.
Flores telah menjadi pulau setidaknya selama satu juta tahun (dibandingkan dengan sekitar 125.000 tahun untuk Inggris). Ada kemungkinan karena sumber daya yang langka di pulau itu, masuk akal evolusioner untuk spesies homo ini menjadi sangat kecil.
Penampakan terakhir terjadi tahun 2017, ketika seorang wanita berusia 40 tahun di Flores menggambarkan bagaimana dia melihat manusia kera “melintasi ladang”. Hobbit berhenti dan menatapnya, tapi tidak mengancam.
Salah satu kisah yang paling jelas adalah dari seorang pria dan wanita setempat yang mengatakan mereka melihat hobbit 20 tahun yang lalu ketika mereka merawat kebun sayur mereka.
“Wanita itu memiliki seorang putri, sekitar tujuh atau delapan tahun,” kata Dr Forth. Putrinya melihat makhluk aneh ini duduk di luar taman di dekat tumpukan batu. “Dia berteriak dan seekor anjing menggonggong padanya. Pria itu sampai disana lebih dulu dan ibu dan gadis itu menangis. Mereka bertiga melihatnya. Tapi mereka tidak bertahan, mereka berlari sepanjang perjalanan pulang karena ketakutan,” paparnya.
“Itu tidak mungkin, dia menegaskan, mungkin monyet, tapi dia juga yakin itu bukan manusia,” tulis Dr Forth.
Pria lain, Wea, menggambarkan makhluk dengan wajah seperti monyet dan kepala hampir sama dengan manusia. Pada tahun 2017, sebuah klip video muncul dari para pengendara sepeda motor di Sumatera bagian utara yang mengejar seorang pria kecil telanjang yang berlarian ke semak belukar.
Dia diyakini sebagai bagian dari suku Mante, ras kuno seperti hobbit yang didokumentasikan di pulau itu selama berabad-abad dan pendiskripsian makhluk itu sama persis dengan Hobbit.
Editor: Aspian Nur
Rabu, 27/04/2022
Gua Liang Bua, tempat dimana Hobbit diperkirakan bermukim dan masih ada sampai saat ini. (Foto: dailymail)
TERPOPULER