Senin, 21/03/2022
Senin, 21/03/2022
Seorang tentara Rusia menangis menceritakan pengalaman mereka melihat teman sendiri mati dan meminta masyarakat Rusia melakukan perlawanan terhadap Vladimir Putin. (Foto: thesun)
Senin, 21/03/2022

Seorang tentara Rusia menangis menceritakan pengalaman mereka melihat teman sendiri mati dan meminta masyarakat Rusia melakukan perlawanan terhadap Vladimir Putin. (Foto: thesun)
KORANKALTIM.COM – Kalau memang benar adanya, maka ini akan menjadi kabar buruk bagi seorang Vladimir Putin. Ya, tentara Rusia yang dikirim Putin untuk invasi ke Ukraina saat ini mulai menyerukan pemberontakan terhadap sang presiden setelah menangis melihat banyak temannya mati.
Selama konferensi pers dengan kantor berita Interfax-Ukraine setelah tertangkap oleh tentara Ukraina, sekelompok tentara Rusia yang dikirim untuk menyerang Ukraina berbicara menentang pemerintahan mereka sendiri.
Alexei Zheleznyak, Mustafaev Mugsad, Igor Rudenko, Alexander Fomenko sangat emosional ketika mereka menceritakan tentangan mereka terhadap perang.
Para prajurit yang putus asa itu menceritakan kepada dunia tentang penderitaan dan kesedihan mereka saat melihat teman mereka dilempar ke kuburan massal karena mati akibat perang melawan tentara Ukraina.
Zheleznyak, prajurit dari brigade senapan bermotor terpisah ke-34 yang ditempatkan di Republik Karachay-Cherkess Rusia mengatakan kalau Putin adalah pembohong dan penipu semua rakyat sendiri.
"Putin, tanpa menyatakan perang, membom penduduk, rumah sakit, kota-kota Ukraina. Rakyat Rusia, jangan lihat zombie. Orang Ukraina adalah orang pemberani. Mereka akan menghentikan peralatan (Rusia) ini bahkan tanpa senjata. Mereka bersatu,” kata Zheleznyak dilansir dari Thesun.co.uk Senin (21/3/2022) hari ini.
"Tidak peduli berapa banyak Putin mengirim pasukannya ke sini, Rusia tidak akan merebut wilayah ini. Panglima kami adalah pembohong dan penipu semua orang. Dia tidak hanya menipu kami tetapi seluruh Rusia. Dia hanya membuat kami menjadi fasis," paparnya sambil menangis menahan emosi
Mustafaev Mugsad, dari brigade senapan yang sama, juga mendesak warga Rusia untuk mengabaikan propaganda negara dari Rusia. "Orang-orang akan mengingat agresi kami selama berabad-abad,” ujar Mugsad.
Rusia belum menanggapi konferensi pers, yang muncul setelah video tentara yang ditangkap mengungkapkan penyesalan mereka atas invasi yang terjadi.
Komandan departemen otomotif brigade pertahanan pantai terpisah ke-126, Alexander Fomenko, menyerukan kepada rekan senegaranya untuk memulai pemberontakan melawan Putin.
"Saya meminta Anda untuk turun ke jalan. Jangan takut dengan pemerintah kita. Mereka tidak akan menginjak-injak massa. Kamu bisa keluar dan menghentikan kekacauan ini. Orang-orang yang damai menderita di sini, anak-anak,” ujar Fomenko.
Editor: Aspian Nur
Senin, 21/03/2022
Seorang tentara Rusia menangis menceritakan pengalaman mereka melihat teman sendiri mati dan meminta masyarakat Rusia melakukan perlawanan terhadap Vladimir Putin. (Foto: thesun)
TERPOPULER