Kamis, 03/03/2022

Sumpah Volodymyr Zelenskyy: Vladimir Putin akan Membayar Setiap Nyawa Orang Ukraina

Kamis, 03/03/2022

Foto yang menggambarkan hancurnya bangunan di Borodyanka, dekat ibu kota Ukraina Kiev setelah dibom Rusia yang membuat sang Presiden marah besar (Foto: thesun)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Sumpah Volodymyr Zelenskyy: Vladimir Putin akan Membayar Setiap Nyawa Orang Ukraina

Kamis, 03/03/2022

logo

Foto yang menggambarkan hancurnya bangunan di Borodyanka, dekat ibu kota Ukraina Kiev setelah dibom Rusia yang membuat sang Presiden marah besar (Foto: thesun)

KORANKALTIM.COM – Serangan yang dilakukan pasukan Rusia kepada Ukraina membuat beberapa sudut kota di ibu kota negara tersebut, Kiev, hancur berantakan Rabu (2/3/2022) malam waktu setempat atau Kamis (3/3/2022) hari ini.

Foto-foto kehancuran Kiev tersebar di media sosial dan serangan terjadi  ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menantang dan bersumpah Presiden Rusia Vladimir Putin akan membayar harga untuk setiap nyawa orang Ukraina yang tewas.

Bola api meletus di langit malam di atas ibu kota Ukraina saat penduduk terbangun untuk melihat kehancuran.

Pengeboman terjadi di Kiev setelah ledakan di stasiun kereta api tempat ribuan orang bersembunyi dari serangan. Sirene serangan udara terdengar di seluruh kota saat warga Ukraina diminta berlindung.

Kota-kota dan desa-desa di wilayah Kiev yang lebih luas juga diserang dengan gambar-gambar yang menunjukkan sebuah blok apartemen hancur total di dekat Borodyanka.

Zelenskyy, mantan komedian yang menjadi politisi yang dipuji sebagai pahlawan karena kepemimpinannya selama krisis terjadi, berjanji untuk menyerang balik Rusia.

"Kami akan membangun kembali setiap rumah, setiap jalan, setiap kota," tegas sang pemimpin negara dilansir dari laman  Thesun.co.uk Kamis (3/3/2022) hari ini. 

"Dan kami memberi tahu Rusia, pelajari kata 'perbaikan' dan 'kontribusi'. Anda (Putin) akan membayar kembali sepenuhnya kepada kami atas apa yang telah Anda lakukan terhadap negara kami, terhadap setiap warga Ukraina," tegasnya.

Rusia meluncurkan invasi skala besar ke Ukraina pekan lalu dan sejak itu pertumpahan darah belum berhenti sampai saat ini.

Lebih dari 2.000 warga sipil diyakini tewas dalam serangan yang membuat kota-kota menjadi zona perang. Dan konflik tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, meskipun pembicaraan damai sedang berlangsung.

Pejabat Prancis hari ini memperingatkan bahwa yang terburuk ada di depan untuk Ukraina karena Paris akan menuntut gencatan senjata segera di PBB.

Kiev diyakini tetap menjadi tujuan utama bagi Rusia untuk dikuasai dengan konvoi besar kendaraan lapis baja melakukan pengepungan.

Namun, Rusia mendapati invasinya dirusak dengan masalah logistik dimana menurut laporan tank kehabisan bahan bakar dan tentara kehabisan persediaan.

Putin diyakini mengira dia bisa menggulingkan Ukraina hanya dalam waktu 48 jam dan pasukannya sudah mengira bakal jadi pahlawan. Nyatanya mereka justru terjebak dengan perlawanan yang gigih dari pasukan Ukraina.

Rusia juga menjadi semakin terisolasi di dunia karena merasakan beratnya sanksi negara-negara Barat terhadap mereka.

Putin diyakini semakin frustrasi dan dikhawatirkan dia bisa menggunakan taktik yang lebih brutal saat perang berlanjut.

Penyelidikan telah diluncurkan terhadap kemungkinan kejahatan perang yang dilakukan oleh Rusia.

Dalam update video pagi ini, Zelenskky langsung menyapa Putin. "Pulanglah ke rumahmu," ucapnya.

Zelenskyy menggambarkan invasi Rusia sebagai "virus" yang telah menyerang negaranya. Dan Zelenskky juga mengatakan rencana licik Putin  digagalkan oleh perlawanan yang berani.

Rusia mengakui ada 500 tentara mereka tewas dan sekitar 1.600 terluka. Namun 

Ukraina menempatkan angka jauh lebih tinggi, lebih dari 9.000 orang.

Zelenskyy mendesak pasukan Rusia untuk pulang dan menyebut mereka "anak-anak bingung yang telah dimanfaatkan".

Ribuan warga Ukraina telah meninggalkan kota dengan kereta api, dengan banyak berlindung di dalam stasiun saat mereka menunggu untuk menghindari bahaya. Tidak ada kabar langsung tentang kematian atau cedera imbas serangan itu.

Sementara itu, seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kolom besar yang terdiri dari ratusan tank dan kendaraan lain tampaknya terhenti sekitar 16 mil dari Kiev.

Konvoi sepanjang 40 mil tampaknya siap untuk melancarkan serangan ke ibu kota awal pekan ini namun diganggu dengan kekurangan bahan bakar dan makanan dan telah menghadapi perlawanan sengit dari Ukraina.

Pasukan Rusia merebut kota besar pertama mereka saat mereka menyerbu Kherson. Pasukan Moskow berhasil merebut kota pelabuhan utama Kherson setelah enam hari pertempuran saat mereka melintasi Ukraina.

Sedikitnya 300 warga sipil dan tentara tewas di pihak Ukraina di Kherson. Kota dekat Krimea itu adalah rumah bagi 300.000 orang dan membuka jalan bagi Rusia untuk bergerak menuju Odessa.

Dan video menakutkan hari ini menunjukkan kapal perang Rusia berkumpul di Krimea di Laut Hitam.

Hal itu menimbulkan kekhawatiran Rusia dapat memulai serangan habis-habisan di pantai setelah Kherson berhasil dikuasai

Igor Kolykhaiev, Wali Kota Kherson mengkonfirmasi terkepungnya kota tersebut dan memohon kepada Rusia untuk tidak menembak warga sipil.

Pasukan Rusia dilaporkan telah menurunkan bendera dari gedung-gedung tetapi warga mengambilnya kembali dari penjajah.

Vadym Boychenko, Wali Kota Mariupol mengatakan kepada Saluran TV 1+1 Ukraina kalau pasukan Rusia juga telah menghentikan warga sipil untuk melarikan diri dari kota pelabuhan.

"Ada penghancuran besar-besaran infrastruktur perumahan, ada banyak yang terluka dan banyak warga sipil tewas, wanita, anak-anak dan orangtua," kata Boychenko.

Sebelumnya Boychenko mengatakan jumlah warga sipil yang terluka bertambah setiap hari. "Hari ini ada 128 orang di rumah sakit. Dokter kami bahkan tidak pulang lagi. Mereka berjuang untuk kehidupan warga Mariupol," ungkapnya

Pasokan air juga dilaporkan terancam di kota itu setelah lebih dari setengah hari pemboman Rusia.

Wakil Wali Kota Mariupol  Sergiy Orlov mengatakan sebuah distrik tepi sungai yang dihuni sekitar 130.000 orang termasuk ayahnya sendiri telah musnah.

Pasukan Putin mengepung kota di semua sisi dan hanya beberapa kilometer jauhnya. "Situasinya mengerikan, kami berada di ambang bencana kemanusiaan. Kami telah dibom tanpa henti selama lebih dari 15 jam. Seperempat kota hampir hancur total,” ujar Orlov.

"Kami tidak bisa masuk ke dalam untuk mengambil mayat, jadi kami tidak bisa menghitungnya," ungkapnya.

Sebuah pesan dari seorang tentara Ukraina yang ditembak di kota berbunyi: "Jika sesuatu terjadi jangan biarkan kami dilupakan. Kami dikepung di Mariupol, tidak ada jalan keluar," kata sang tentara.


Editor: Aspian Nur

Sumpah Volodymyr Zelenskyy: Vladimir Putin akan Membayar Setiap Nyawa Orang Ukraina

Kamis, 03/03/2022

Foto yang menggambarkan hancurnya bangunan di Borodyanka, dekat ibu kota Ukraina Kiev setelah dibom Rusia yang membuat sang Presiden marah besar (Foto: thesun)

Share

Berita Terkait