Kamis, 30/09/2021
Kamis, 30/09/2021
Pembuatan Kapal Titanic yang disebut tak bisa tenggelam namun faktanya terbelah dua setelah menabrak gunung es pada 15 April 1912 atau 109 tahun silam. (Foto: thesun.co.uk)
Kamis, 30/09/2021

Pembuatan Kapal Titanic yang disebut tak bisa tenggelam namun faktanya terbelah dua setelah menabrak gunung es pada 15 April 1912 atau 109 tahun silam. (Foto: thesun.co.uk)
KORANKALTIM.COM, LONDON – Menyebut nama Titanic, ingatan semua orang di dunia pasti tertuju pada sebuah kapal penumpang asal Inggris yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada 15 April 1912 karena menabrak tebing es, menewaskan lebih dari 1.500 penumpang dan awak.
Kini setelah 109 tahun, Google Maps berhasil menemukan titik koordinat lokasi pasti reruntuhan kapal raksasa bernama asli Royal Mail Ship (RMS) Titanic itu yang masuk dalam sejarah sebagai bencana laut paling mematikan. Kapal Titanic pernah mengklaim tidak bisa tenggelam karena kekokohannya.
Namun faktanya, kapal itu menuju dasar lautan setelah menabrak gunung es saat berlayar dari Southampton ke New York City. RMS Titanic merupakan kapal terbesar di dunia pada saat itu dan dibuat oleh pembuat kapal Harland and Wolff di Belfast dan sekarang Google Maps membuat pengguna web bisa melihat titik koordinat dimana awal tragedi itu terjadi.
Cukup buka aplikasi Google Maps dan ketik koordinat berikut: 41.7325 ° LU, 49.9469° W, maka akan muncul lokasi pasti tenggelamnya Titanic padahal sebelumnya upaya untuk menemukan puing-puing Titanic sudah sempat dilakukan namun tanpa hasil.
Penyebabnya, puing-puing itu berada sekitar 12.000 kaki di bawah permukaan laut dengan tekanan air setinggi 6.500 pon per inci persegi. Upaya pertama yang berhasil untuk menemukan kapal itu terjadi 36 tahun yang lalu, tepatnya pada bulan September 1985. Ekspedisi Perancis-Amerika yang dipimpin oleh Robert Ballard menemukan kapal telah terbelah jadi dua yang diduga terjadi saat kapal masih ada di permukaan laut sebelum tenggelam.
Dua bagian haluan dan buritan terpisah sekitar sepertiga mil di Ngarai Titanic di lepas pantai Newfoundland. Dan lokasi yang tepat tenggelamnya adalah 13,2 mil jauhnya dari koordinat yang tidak akurat yang diberikan oleh operator radio Titanic pada malam tenggelamnya kapal tersebut. Yang lebih tragis lagi adalah kenyataan Titanic hanya berjarak 715 mil dari pelabuhan Halifax dan 1.250 mil dari New York dimana kapal Titanic akan berlabuh di New York pada pagi hari tanggal 17 April 1912.
Dikisahkan sebelum kejadian, penjaga kapal Frederick Fleet melihat gunung es di depan Titanic tanggal 14 April dan memperingatkan kru. Meskipun Perwira Pertama William Murdoch memerintahkan kapal untuk menghindari gunung es, nyatanya itu sudah terlambat.
Sisi kanan kapal bertabrakan dengan gunung es, membuat lambung kapal penyok dan menyebabkan lapisannya melengkung dan terpisah. Kapal dengan cepat mulai tenggelam, menyebabkan kepanikan di atas kapal. Tragisnya, sekoci hanya cukup untuk mengangkut separuh penumpang dan awaknya tidak cukup terlatih untuk evakuasi.
Sedikitnya 1.500 orang kehilangan nyawa mereka dalam bencana tersebut, dengan perkiraan 710 orang yang selamat dikirim ke New York dengan menggunakan RMS Carpathia. Belakangan diketahui, perburuan kapal penumpang Titanic itu pada tahun 1985 sebagai kedok untuk menemukan kapal selam nuklir yang hilang.
Hal itu diungkapkan pensiunan perwira Angkatan Laut AS Robert Ballard, yang berhasil memimpin ekspedisi bawah laut untuk menemukan kapal yang tenggelam pada tahun tersebut. Berbicara kepada CNN dan CBS tentang peristiwa yang sekarang tidak diklasifikasikan, Ballard mengungkapkan ekspedisinya adalah bagian dari operasi militer rahasia AS.
Ballard ditugaskan untuk menemukan USS Thresh dan USS Scorpion, dua kapal selam nuklir yang tenggelam pada 1960-an dan perburuan Titanic masuk di dalamnya. "Mereka tidak ingin dunia tahu itu, jadi saya harus memiliki strategi lain," kata Ballard dilansir dari laman Thesun.co.uk Kamis (30/9/2021) hari ini. Namun itu bukan konspirasi yang lengkap. Ballard sebenarnya ingin menemukan Titanic, tetapi tidak bisa mendapatkan dana untuk ekspedisi yang mahal.
Angkatan Laut AS akhirnya menawarkan untuk mengeluarkan uang itu namun dengan satu syarat besar, Ballard harus melacak dan menemukan kapal selam sebelum Rusia, yang saat itu merupakan saingan utama dalam Perang Dingin yang sedang berlangsung.
"Kami tahu di mana kapal selam itu berada," Ballard mengungkapkan. "Apa yang mereka harapkan dari saya adalah kembali dan tidak membuat Rusia mengikuti saya, karena kami juga tertarik dengan senjata nuklir yang ada di dalam kapal Scorpion dan juga apa yang dilakukan reaktor nuklir terhadap lingkungan," paparnya.
Misi itu "sangat rahasia" dan disembunyikan dari publik. "Saya berkata “Baiklah, mari beri tahu dunia saya akan mengejar Titanic," ujarnya lagi. Sayangnya untuk Ballard, bagian rahasia dari misi itu memakan waktu lebih lama dari yang diharapkan. Setelah menemukan Scorpion, ia hanya memiliki 12 hari tersisa untuk menemukan Titanic.
Tapi pencariannya untuk kapal selam nuklir telah memberinya beberapa pengalaman yang bermanfaat. "Saya belajar sesuatu dari pemetaan Scorpion yang mengajari saya cara menemukan Titanic, mencari jejak puing-puingnya," jelas Ballard. Ballard akhirnya menemukan Titanic dan memiliki empat hari tersisa untuk memfilmkan reruntuhan, karena harus meneruskan misi rahasia lainnya, mencari kapal Scorpion. "Orang-orang memerlukan waktu 60 hari dan tidak menemukannya. Saya melakukannya dalam delapan hari," ujarnya dengan bangga.
Ballard ingat dirinya langsung bersemangat dengan penemuan itu, tetapi suasananya dengan cepat berubah suram. "Kami menyadari kami sedang menari di atas kuburan dan kami merasa malu. Kami menjadi sadar, tenang, hormat dan kami berjanji untuk tidak pernah mengambil apa pun dari kapal itu dan memperlakukannya dengan sangat hormat," tutupnya.
Editor: Aspian Nur
Kamis, 30/09/2021
Pembuatan Kapal Titanic yang disebut tak bisa tenggelam namun faktanya terbelah dua setelah menabrak gunung es pada 15 April 1912 atau 109 tahun silam. (Foto: thesun.co.uk)
TERPOPULER