Senin, 09/11/2020

Lengser dari Kursi Presiden, Donald Trump Dibayangi Kasus Hukum, Mulai Kasus Pajak Hingga Pelecehan Seks

Senin, 09/11/2020

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: middleeast.com)

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Berita Terkait

Lengser dari Kursi Presiden, Donald Trump Dibayangi Kasus Hukum, Mulai Kasus Pajak Hingga Pelecehan Seks

Senin, 09/11/2020

logo

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: middleeast.com)

KORANKALTIM.COM, NEW YORK - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kalah dalam pertarungan Pilpres AS 2020 melawan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden. Biden mengantongi lebih dari 270 suara elektoral, meninggalkan Trump yang langsung menolak mengakui kemenangan sang pesaing.

Hasil pemilu ini akan berpengaruh signifikan pada nasib Trump, ia 'dihantui' sejumlah ancaman hukum serius. Dalam beberapa pekan setelah hari pemilihan, serangkaian investigasi akan menyelidiki kemungkinan aksi penipuan transaksi bisnis keluarga sebagai warga negara, baik sebagai individu maupun melalui perusahaannya jika Trump tidak lagi menjabat sebagai presiden AS. 

Tapi jika ia terpilih kembali, maka ia bisa mengajukan penundaan investigasi dan tuntutan hukum lainnya.

Dalam pengajuan pengadilan, jaksa penuntut telah menyarankan bahwa proses penyelidikan bisa memeriksa apakah Trump dan perusahaannya terlibat penipuan bank, asuransi, pajak kriminal, dan pemalsuan catatan keuangan.

Mantan jaksa federal, Harry Sandick mengatakan  jika Trump tak lagi menjadi presiden, maka itu akan memudahkan jaksa dan penggugat untuk mengajukan tuntutan kasus perdata.

Ancaman hukum paling serius yang akan dihadapi Trump yakni investigasi terhadap cara kerja keuangan Trump Organization. Selama proses penyelidikan, Trump telah menantang panggilan pengadilan ke kantor akuntannya atas pengembalian pajak dan catatan keuangan selama delapan tahun terakhir.

Lima pengadilan telah memutuskan bahwa panggilan tersebut sah dan pekan lalu Trump harus menelan pil pahit lantaran permohonan banding federal yang diajukannya ditolak.

Penyidik juga tengah menyelidiki keringanan pajak terhadap properti Trump yakni Seven Springs di Bedford, New York dan Trump National Golf Club di Los Angeles.

Penyidik juga menyelidiki penilaian terhadap gedung perkantoran di Wall Street dan pengampunan pinjaman senilai lebih dari US$100 juta di Trump International Hotel and Tower di Chicago.

Pada 2017, Jaksa Agung negara bagian Washington, DC, dan Maryland menggugat Trump dengan tuduhan mengambil keuntungan secara korup dari jabatannya sebagai presiden dengan menempatkan kepentingan keuangannya di atas kepentingan warga Amerika.

Dalam dokumen pengadilan, pengacara Trump Organization menuding Jaksa Agung New York Letitia James bermotivasi politik, namun hakim secara tegas membantah. Penyelidik negara bagian menyiapkan lebih dari 30 panggilan pengadilan, termasuk ke Trump Organization, dan lainnya yang berkaitan dengan bisnis petahana itu.

Trump juga tengah menghadapi tuntutan hukum pencemaran nama baik dan tindakan pemerkosaan di ruang ganti department store yang melibatkan mantan kolumnis penasihat majalah Elle, E. Jean Carroll pada pertengahan 1990-an. Trump membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya.

Jika bantahan Trump dikabulkan, maka gugatan yang dilayangkan ke pengadilan sejak November lalu akan dihentikan karena Departemen Kehakiman AS tidak dapat dituntut atas pencemaran nama baik.

Namun Carrol telah mengindikasikan upaya untuk menggulingkan Trump dengan menunjukkan sampel materi genetik pada gaun yang dikenakan di hari terjadinya pemerkosaan.

Kasus lain yang juga siap menjerat Trump yakni pencemaran nama baik dan tuduhan pelecehan seksual terhadap mantan kontestan reality show 'The Apprentice', Summer Zervos.

Zervos mengklaim Trump telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada 2007 lalu. Trump disebut mencium bibirnya secara agresif selama pertemuan makan siang di kantornya di New York City dan menyentuh dadanya dalam pertemuan lain di Beverly Hills.

Dalam pengajuan gugatan ke pengadilan, ia mengaku menerima pelecehan dan ancaman menyusul penolakan klaim yang diberikan pihak Trump.

Trump mengajukan banding atas putusan tersebut, dengan alasan bahwa Klausul Supremasi Konstitusi melarang pengadilan negara untuk mengajukan tuduhan terhadap presiden yang sedang menjabat.

Kasus Zervos saat ini masih menunggu keputusan Pengadilan Banding negara bagian New York.

Donald Trump juga menghadapi gugatan dari keponakan, Mary atas kepemilikan harta. Dalam gugatannya, Mary merasa ditipu karena Trump dan saudara perempuannya telah merampas harta milik saudara laki-laki mereka yang telah meninggal terkait kerajaan real estat keluarga yang dibangun oleh Fred Trump Sr.

Beberapa pengacara berspekulasi bahwa ada kemungkinan Trump akan mencoba untuk mengampuni dirinya sendiri dari kejahatan federal sebelum dia meninggalkan jabatan sebagai presiden, sosok yang kebal hukum. (*)


Editor: Aspian Nur

Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Senin 9 November 2020 dengan judul Pajak hingga Pelecehan Seks, Kasus Hukum yang Menanti Trump

Lengser dari Kursi Presiden, Donald Trump Dibayangi Kasus Hukum, Mulai Kasus Pajak Hingga Pelecehan Seks

Senin, 09/11/2020

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: middleeast.com)

Share

Berita Terkait