Minggu, 27/09/2026
Minggu, 27/09/2026
Aktivitas berladang masyarakat di Kampung Ujoh Bilang tetap berlangsung di tengah musim kemarau. Warga lebih berhati-hati dalam membuka lahan dan melakukan pembakaran untuk mencegah risiko kebakaran. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Minggu, 27/09/2026

Aktivitas berladang masyarakat di Kampung Ujoh Bilang tetap berlangsung di tengah musim kemarau. Warga lebih berhati-hati dalam membuka lahan dan melakukan pembakaran untuk mencegah risiko kebakaran. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
Penulis: Julika Hengin
KORANKALTIM.COM, UJOH BILANG – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) tidak mengubah jadwal berladang masyarakat di Kampung Ujoh Bilang.
Dalam kondisi cuaca yang kering membuat sebagian warga lebih berhati-hati dalam membuka lahan, terutama terkait pembakaran ladang.
Petinggi Ujoh Bilang, Petrus Jumriq, mengatakan tahapan berladang masyarakat tetap berjalan mengikuti tradisi dan jadwal yang telah ditetapkan oleh pemangku adat. Ritual adat sebagai penanda dimulainya musim tanam juga telah dilaksanakan.
Menurutnya, proses pembukaan ladang diawali dengan ritual yang dilakukan kelompok tertentu dalam masyarakat adat sebelum diikuti oleh warga lainnya.
”Sebenarnya untuk kampung tidak ada perubahan untuk musim tanam maupun musim berladang. Ritual adat tetap dilaksanakan seperti biasa dan jadwalnya juga tidak berubah,” ujarnya.
Meski demikian, Petrus mengakui jumlah warga yang membuka ladang tahun ini tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu penyebabnya adalah kekhawatiran masyarakat terhadap risiko kebakaran di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.
Selain itu, masyarakat juga semakin memahami aturan pemerintah terkait pembakaran lahan yang mewajibkan pengamanan agar api tidak meluas dan menimbulkan kebakaran.
”Dengan kondisi kemarau ini banyak masyarakat yang tidak berani membakar ladang. Salah satu sebabnya karena ada aturan pemerintah, tidak boleh membakar kalau tidak diamankan terlebih dahulu,” katanya.
Menurut Petrus, kesadaran masyarakat terhadap risiko kebakaran dan dampak hukum yang dapat timbul juga semakin meningkat.
Warga kini lebih berhati-hati karena tidak ingin aktivitas berladang justru menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
”Masyarakat sekarang sudah mulai paham akibatnya kalau terjadi kebakaran. Mereka juga memahami bahwa kalau melanggar aturan bisa berbenturan dengan hukum,” jelasnya.
Meski aktivitas pembakaran lahan berkurang, Petrus memastikan proses berladang masyarakat di Ujoh Bilang tetap berlangsung.
Hingga saat ini, kegiatan pertanian masyarakat masih berjalan dan belum mengalami gangguan yang berarti akibat musim kemarau. ”Masih berlanjut, masih aman,” tandasnya.
Editor: Erwin
Minggu, 27/09/2026
Aktivitas berladang masyarakat di Kampung Ujoh Bilang tetap berlangsung di tengah musim kemarau. Warga lebih berhati-hati dalam membuka lahan dan melakukan pembakaran untuk mencegah risiko kebakaran. (Foto: Julika/Korankaltim.com).
TERPOPULER