Selasa, 22/09/2026
Selasa, 22/09/2026
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, saat menyampaikan data terbaru dari dampak Karthutla yang terjadi di wilayah Kaltim. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Selasa, 22/09/2026

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, saat menyampaikan data terbaru dari dampak Karthutla yang terjadi di wilayah Kaltim. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
Penulis: Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim menyebut kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kaltim menunjukkan peningkatan sepanjang September 2026.
Berdasarkan data BPBD Kaltim, luasan lahan yang terbakar akibat karhutla sejak tanggal 1 hingga 21 September 2026, telah mencapai sekitar 2.505 hektare dengan total 608 kejadian.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menyatakan kondisi pada bulan September masih berpotensi menjadi periode dengan luasan kebakaran cukup tinggi dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
“Kalau kita perhatikan dengan kondisi sekarang, di bulan ini ada potensi (karhutla) lebih meningkat jika dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, terutama jika dibandingkan Agustus,” ujar Buyung dalam konferensi pers penanganan karhutla dan kekeringan Provinsi Kaltim, di Posko Siaga Darurat Bencana, Kantor BPBD Kaltim, Selasa (22/9/2026).
Dia memaparkan, berdasarkan pembaruan data BPBD dari bulan Januari hingga 21 September 2026, secara kumulatif telah tercatat sekitar 1.470 kejadian kebakaran dengan luasan mencapai 6.333 hektare. Sementara itu, dari bulan Januari hingga Agustus 2026 saja, total luasan kebakaran yang tercatat sekitar 3.828 hektare.
“Tetapi memang khusus di bulan Agustus sudah mulai ada lonjakan Karhutla, dengan luasan lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 3.300 hektare,” ucapnya.
Buyung mengatakan, peningkatan kejadian kebakaran tidak terlepas dari kondisi kemarau yang menyebabkan vegetasi menjadi kering. Kondisi ini kata dia, membuat lahan lebih mudah terbakar dan api berpotensi menyebar dengan cepat.
“Untuk persebaran wilayah, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah titik kejadian terbanyak. Hingga pembaruan data yang kita himpun, jumlah kejadian di sana mencapai sekitar 371 titik,” katanya.
Sementara itu, Buyung mengungkapkan wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, yakni sekitar 2.026 hektare. Menurutnya, kondisi ini juga dipengaruhi karakteristik wilayah yang memiliki bentang lahan cukup luas.
Lebih lanjut, pihaknya juga mencatat kejadian kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan. Dari total sekitar 6.333 hektare lahan yang terbakar, sekitar 1.700 hektare berada di kawasan hutan, sedangkan 4.500 hektare lainnya merupakan lahan di luar kawasan hutan.
“Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian serius sebab kebakaran di luar kawasan hutan dapat bersinggungan langsung dengan lahan masyarakat maupun kawasan perkebunan,” tuturnya.
Data Karhutla yang terjadi di 10 kabupaten/kota se-Kaltim sejak bulan Januari hingga September 2026:
* Kutai Kartanegara
Luas terdampak: 2.026,02 Ha
Total kejadian: 262
* Paser
Luas terdampak: 1.139,35 Ha
Total kejadian: 371
* Kutai Barat
Luas terdampak: 1.131,76 Ha
Total kejadian: 155
* Berau
Luas terdampak: 828,81 Ha
Total kejadian: 171
* Samarinda
Luas terdampak: 420,55 Ha
Total kejadian: 176
* Penajam Paser Utara
Luas terdampak: 374,39 Ha
Total kejadian: 118
* Kutai Timur
Luas terdampak: 295,70 Ha
Total kejadian: 106
* Balikpapan
Luas terdampak: 79,07 Ha
Total kejadian: 78
* Mahakam Ulu
Luas terdampak: 24,10 Ha
Total kejadian: 20
* Bontang
Luas terdampak: 13,87 Ha
Total kejadian: 13
Total Keseluruhan: 6.333,60 Ha dari 1.470 kejadian.
Editor: Erwin
Selasa, 22/09/2026
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, saat menyampaikan data terbaru dari dampak Karthutla yang terjadi di wilayah Kaltim. (Foto: Surya/Korankaltim.com)
TERPOPULER