Keikutsertaan Kaltim dalam forum ekonomi syariah terbesar ini ditandai dengan unjuk gigi produk UMKM halal, peragaan busana modest fashion, serta raihan prestasi gemilang Juara I dan Juara II pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan menyampaikan, keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi syariah daerah sekaligus memperluas promosi, jejaring usaha, dan akses pasar.
“Keikutsertaan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan kreativitas dan keunikan fesyen Kaltim sekaligus membuka peluang kemitraan, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan produk fesyen bernilai tambah,” ujar Jajang, Selasa (20/10/2026).
Jajang menjelaskan, pada sektor produk halal, Kaltim menghadirkan Qisbelin, Abon Jaya Mandiri & Snack, Sekatup Teh Gaharu, Osadha Nusantara, dan Samarinda Nest. Sementara dukungan terhadap industri modest fashion diwujudkan melalui partisipasi tiga desainer Kaltim yakni You.Eky, Anisdhya, dan Ratie.
“Produk-produk tersebut memperkenalkan keragaman produk daerah kepada pengunjung dan calon mitra usaha,” paparnya.
Ajang yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” ini juga diwarnai dengan prestasi membanggakan pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition. Najma Ulya meraih Juara I Kategori Pondok Pesantren, sementara Hadi Pradita meraih Juara II Kategori Profesional.
“Capaian ini menunjukkan potensi dan daya saing sumber daya manusia Kaltim dalam pengembangan kuliner halal, baik dari lingkungan pesantren maupun kalangan profesional,” tambah Jajang.
Di sisi lain, program transformasi UMKM, pesantren, dan rantai nilai halal dari Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah turut ditampilkan sebagai potensi usaha unggulan pesantren. Sementara itu, Bank Indonesia secara nasional juga memperkenalkan tiga inisiatif utama meliputi Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan Zakat Core Principles (ZCP), serta beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah.
“Penguatan kapasitas UMKM, pemenuhan standar dan sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan, serta pengembangan jejaring pemasaran menjadi aspek penting agar potensi daerah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin
Keikutsertaan Kaltim dalam forum ekonomi syariah terbesar ini ditandai dengan unjuk gigi produk UMKM halal, peragaan busana modest fashion, serta raihan prestasi gemilang Juara I dan Juara II pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kaltim, Jajang Hermawan menyampaikan, keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi ekonomi syariah daerah sekaligus memperluas promosi, jejaring usaha, dan akses pasar.
“Keikutsertaan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan kreativitas dan keunikan fesyen Kaltim sekaligus membuka peluang kemitraan, memperluas akses pasar, serta mendorong pengembangan produk fesyen bernilai tambah,” ujar Jajang, Selasa (20/10/2026).
Jajang menjelaskan, pada sektor produk halal, Kaltim menghadirkan Qisbelin, Abon Jaya Mandiri & Snack, Sekatup Teh Gaharu, Osadha Nusantara, dan Samarinda Nest. Sementara dukungan terhadap industri modest fashion diwujudkan melalui partisipasi tiga desainer Kaltim yakni You.Eky, Anisdhya, dan Ratie.
“Produk-produk tersebut memperkenalkan keragaman produk daerah kepada pengunjung dan calon mitra usaha,” paparnya.
Ajang yang mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital” ini juga diwarnai dengan prestasi membanggakan pada ajang Indonesia International Halal Chef Competition. Najma Ulya meraih Juara I Kategori Pondok Pesantren, sementara Hadi Pradita meraih Juara II Kategori Profesional.
“Capaian ini menunjukkan potensi dan daya saing sumber daya manusia Kaltim dalam pengembangan kuliner halal, baik dari lingkungan pesantren maupun kalangan profesional,” tambah Jajang.
Di sisi lain, program transformasi UMKM, pesantren, dan rantai nilai halal dari Pondok Pesantren Istiqamah Muhammadiyah turut ditampilkan sebagai potensi usaha unggulan pesantren. Sementara itu, Bank Indonesia secara nasional juga memperkenalkan tiga inisiatif utama meliputi Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan Zakat Core Principles (ZCP), serta beasiswa internasional berbasis dana sosial syariah.
“Penguatan kapasitas UMKM, pemenuhan standar dan sertifikasi halal, perluasan akses pembiayaan, serta pengembangan jejaring pemasaran menjadi aspek penting agar potensi daerah dapat memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Editor: Erwin